
"Stevan kenapa Nangis sambil meluk foto almarhum Mamah Amel? Stevan rindu?" tanya Tasya. Stevan hanya diam saja. Dia mengambil foto itu dan meletakkan nya di Atas meja.
Tasya melihat nya saja.
"Mamah gak sayang sama Stevan lagi, mamah gak perduli pada Stevan lagi karena sudah ada adek Radit." ucap Stevan.
"Loh kok ngomong gitu sih nak? mamah tetap sayang sama Stevan." ucap Tasya. "Mamah bohong." ucap Stevan. Tasya menghela nafas panjang dia memegang kedua tangan Stevan.
"Lihat mata mamah, Mamah sangat sayang sama Stevan, maafin mamah dan papah kalau kurang dekat dengan Stevan. Radit Masih sangat kecil, Stevan mengerti kan?" tanya Tasya.
Stevan diam. "Apa yang harus ku lakukan untuk membujuk Stevan? Seperti nya dia benar-benar merasa tidak di perduli kan. Sementara aku sudah berusaha untuk adil." batin Tasya.
Dia mengambil foto sedih Stevan mengirimkan nya pada Darel.
Dari baru saja sampai di depan perusahaan nya dia membaca pesan dari istri nya.
"Dia merajuk karena merasa di abaikan." ucap Tasya. Darel Menghela nafas panjang. "Baru saja aku mau berfikir dengan tenang namun sekarang Stevan sudah merajuk." ucap Darel.
"Kamu bujuk dia yah. Saya tidak bisa pulang sekarang." ucap Darel. Tasya membalas dengan cepat.
"Dia sama sekali tidak mau berbicara pada ku, aku tidak tahu harus bagaimana. Aku takut salah ngomong kak." ucap Tasya lagi.
"Berbicara lah pada nya dengan lembut dia pasti mengerti. Kamu minta dia untuk mengerti keadaan sekarang. Kalau dia belum mau biarkan saja. Dia butuh waktu untuk sendiri. Nanti kakak sendiri yang berbicara pada nya." ucap Darel.
Tasya pun menginyakan.
"Biasa lah namanya juga anak kecil. Dulu Raya juga seperti itu saat Stevan baru lahir." ucap Darel sambil tersenyum.
Dia mengingat beberapa tahun yang lalu. Di saat almarhum istri nya baru saja melahirkan. Semua orang pada fokus pada Stevan. Datang menjenguk Stevan, membawa hadiah untuk Stevan sampai Raya cemburu sekali.
Dia bahkan tidak mau melihat adik nya saat itu. Namun perlahan dia pasti mengerti dan sekarang dia sangat sayang pada adiknya Stevan.
"Seandainya kamu Masih ada Mel. Kamu akan melihat mereka tumbuh sekarang. Mereka sangat aktif, terkadang nakal banyak mau, namun mereka adalah semangat ku." ucap Darel.
"Sekarang sudah ada Radit. kamu pasti senang melihat nya. Dia anak yang terlihat tampan, tidak menyusahkan orang tua nya. Dia seperti memiliki sifat dingin seperti ku." ucap Darel.
Dia senyum-senyum sendiri. Setelah cukup berbicara sendiri dia pun keluar. Dia di sambut dengan sangat Baik oleh semua karyawan nya.
__ADS_1
"Selamat datang lagi pak di sini. Kami semua sangat merindukan bapak." ucap Ajeng. Darel tersenyum.
"Terimakasih sudah merindukan saya. Tapi sayangnya saya tidak merindukan kalian." ucap Darel.
"Yahhh..." Mereka semua langsung memasang wajah sedih.
"Saya bercanda. Saya setiap hari merindukan semua karyawan saya. Terimakasih sudah bekerja dengan baik selama saya tidak ada di sini, terutama untuk sekretaris cantik saya." ucap Darel menoleh ke arah Ajeng.
"Serta pria yang di samping nya. Mereka sangat bisa di percaya. Saya sangat beruntung bisa memiliki karyawan seperti kalian semua. Gaji kalian bulan ini akan naik." ucap Darel.
Mereka semua bersorak sangat kencang sekali. Mereka sangat senang.
Ajeng dan juga Roki tersenyum.
"Kita berhasil. Terimakasih udah membantu ku." ucap Ajeng pada kekasih nya itu.
"Bagaimana kabar kamu?" tanya Darel pada Ajeng setelah sampai di ruangan nya.
"Alhamdulillah baik Pak. Bapak sendiri bagaimana?" tanya Ajeng. "Seperti yang kamu lihat saya sehat dan bisa kembali lagi ke sini." ucap Darel.
"Sebenarnya kami semua ingin mengucapkan selamat atas kelahiran anak bapak. Namun kami takut karena..." ucap Ajeng sedikit ragu.
"Saya ingin menjenguk nya, apa boleh pak?" tanya Ajeng.
"Sebaiknya jangan dulu. Karena sekarang kami tinggal di rumah mertua. Jadi tidak enak." ucap Darel.
"Baik pak, saya paham." ucap Ajeng. Darel tersenyum. "Hari ini bapak tidak ada jadwal karena saya sengaja kosong kan. Saya ingin bapak Memeriksa laporan saya." ucap Ajeng.
Darel tersenyum. "Baiklah." ucap Darel. Ajeng pun memberikan semua nya. Membaca semua laporan itu membuat Darel salut dengan kinerja Ajeng.
Dia tidak ada kecewa sama sekali dengan hasil kerja sekretaris nya itu.
"Kamu wanita yang sangat pintar sekali." ucap Darel. Ajeng tersenyum. "Ini bukan hanya kerja saya sendiri, ada Menejer dan karyawan lainnya juga, termasuk Roki." ucap Ajeng.
Darel tersenyum.
"Tidak salah saya menaikkan jabatan kekasih kamu itu." ucap Darel. Ajeng tersenyum.
__ADS_1
"Saya mendengar kalau keluarga kamu sudah setuju dengan hubungan kalian. Kenapa tidak bertunangan saja mengumumkan hubungan kalian?" tanya Darel.
"Saya dan dia ingin fokus terlebih dahulu mengejar karier Pak. Kami berdua belum siap. Kaki tidak ingin memperlakukan keluarga, mengecewakan mereka, atau suatu saat nanti salah satu di antara kami kecewa." ucap Ajeng.
Darel mendengar itu terdiam sejenak.
"Humm kamu sangat benar sekali." ucap Darel.
"Sebelum nya saya minta maaf sudah memberikan alamat bapak pada Bu Tasya pada saat itu." ucap Ajeng. Darel Menggeleng kan kepala nya.
"Tidak apa-apa." ucap Darel.
"Seperti yang saya ceritakan pada kamu, Keluarga saya tetap tidak setuju dengan hubungan kami ini." ucap Darel.
Ajeng menatap wajah Darel.
"Bapak harus mengikuti hati nurani bapak. Semua keputusan ada di tangan bapak sekarang." ucap Ajeng.
"Kamu benar, dan saya telah memutuskan untuk menentang permintaan orang tua saya untuk menikah dengan Tania dan akan mempertahankan rumah tangga saya." ucap Darel. Ajeng mendengar itu tersenyum.
"Bapak percaya lah itu tidak akan membuat orang tua bapak menderita." ucap Ajeng. Darel mengangguk.
Setelah cukup lama berbincang-bincang Ajeng pun keluar dari ruangan itu.
"Sayang kenapa kamu sangat lama di dalam? Apa yang sedang kalian bahas?" tanya Roki. "Kamu curiga kalau Aku dengan pak Darel?" tanya Ajeng.
"Huff Pak Darel baru saja memuji kamu tadi. Siapa yang tidak Cemburu kekasih nya si puji oleh Pria lain." ucap Roki.
Ajeng Tersenyum.
"Lebih baik kamu kembali ke ruangan kamu, sebelum ada yang melihat kita." ucap Ajeng.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***