
"Kamu cemburu yah sama Clara?" tanya Darel, seketika Tasya terdiam dengan pertanyaan Darel.
"Kenapa kamu diam? uap hair dryer nya sangat panas." ucap Darel memegang tangan nya.
"Maaf kak, aku tidak sengaja." ucap Tasya.
"Kamu kenapa bengong seperti itu? Dari tadi sangat sering tiba-tiba bengong." ucap Darel.
"Kakak bertanya pada ku kalau aku cemburu pada Clara kan?" tanya Tasya. Darel mengangguk.
"Wajar lah aku cemburu kak, Tampa di tanya kakak pasti sudah paham sendiri." ucap Tasya.
Darel diam.
"Aku tidak suka cara dia memandang kakak dan juga Ibu kelihatan sangat ingin mendekatkan kakak dengan dia." ucap Tasya.
"Kamu jangan Salah paham," ucap Darel.
"Huff sudah lah aku tidak mau membahas nya." ucap Tasya langsung masuk ke kamar mandi.
Darel pun terdiam melihat istrinya seperti nya benar-benar tidak suka. Namun dia tidak bisa melakukan apapun karena itu adalah orang tua nya.
Di kamar mandi Tasya berendam badan nya dengan air hangat.
Darel sudah menunggu Satu jam lebih namun Tasya tak kunjung keluar dari kamar mandi.
"Tasya! Tasya!" panggil Darel mengetuk pintu kamar mandi.
"Kamu kenapa lama banget mandi nya?" tanya Darel. Namun tidak ada jawaban dari dalam.
Darel membuka pintu namun di kunci, dia mengetuk pintu dengan keras karena khawatir Tasya kenapa-kenapa di dalam.
Tiba-tiba pintu terbuka.
"Aku lagi berendam di dalam kak, kakak sangat berisik." ucap Tasya melewati Darel begitu saja.
Darel terdiam, seketika dia langsung lega melihat Tasya tidak kenapa-kenapa.
Tidak ada percakapan di antara mereka, Tasya pun langsung ikut berbaring dengan anak-anak nya.
Darel baru selesai mandi.
"Kamu lapar?" tanya Darel duduk di pinggir kasur sambil melihat ke arah Tasya.
"Nanti saja kak, aku belum lapar." ucap Tasya.
"Ini sudah sangat malam, masa iyah kamu belum lapar?"
"Aku lapar Pah," ucap Raya.
"Ya udah kita mesan makanan baja yah." ucap Darel. Mereka berdua langsung mengatakan mau makan apa.
"Kamu mau makan apa?" tanya Darel pada Tasya.
__ADS_1
"Aku ikut kakak saja," ucap Tasya.
"Ya udah kalau begitu aku pesan dulu yah," ucap Darel. Tasya mengangguk.
Keesokan harinya Tasya bangun lebih awal. Dengan senang dia membuka gorden Balkon dan dari sana sudah bisa melihat pemandangan yang indah.
Udara di pagi hari sangat baik untuk nya untuk kesehatan pikiran dan tubuh nya. Dia mengelus perut nya.
"Akhirnya Mamah bisa bangun dengan sangat damai nak." ucap Tasya berbicara sendiri.
"Good morning sayang." Darel tiba-tiba memeluk Tasya dari belakang.
"Good morning kak, kenapa kakak bangun begitu cepat? Bukan kah hari ini kakak tidak ke kantor?" tanya s
Tasya.
"Kamu yang bilang sama kakak pagi ini harus menjemput mamah " ucap Darel.
Tasya terdiam sejenak.
"Oohh, ya udah kakak buruan mandi gih, biar aku siapin baju nya."
Darel mencium leher Tasya.
"Kakak sangat malas untuk mandi," ucap Darel dengan sangat Manja.
"Humm kakak benar-benar sangat manja." ucap Tasya.
Setelah Darel Selesai mandi Sarapan mereka pun datang.
"Kakak jangan lama yah pulang nya." ucap Tasya. Darel tersenyum sambil mengangguk.
"Kamu jangan khawatir." ucap Darel.
"Humm sekalian nanti kakak beli kan kami cemilan yah." ucap Tasya. Darel hanya mengangguk karena dia lagi makan.
"Kakak dengar gak sih? Nanti kalau lupa awas aja yah." ancam Tasya.
"Iyah sayang, Iyah!" Darel dengan mulut penuh nya dia menjawab kata-kata Tasya.
Tasya akhirnya tersenyum.
"Bagaimana puas?" ucap Darel, Tasya hanya terkekeh saja.
"Ya udah kakak berangkat yah." ucap Darel sambil menyalim istri nya. Tasya mengangguk.
Darel pun meninggalkan Tasya di hotel itu bersama anak-anak nya.
Tidak beberapa lama akhirnya Darel sampai di tempat Mamah sama Clara menunggu nya.
"Akhirnya kamu datang juga Rel, tadi Tante baru saja pergi." ucap Clara yang sedang menunggu Darel di hotel penginapan nya.
"Loh kemana?"
__ADS_1
"Kata nya sih mau mencari barang-barang yang belum di beli nya kemarin." ucap Clara.
Darel langsung menelpon Bu Tima, menanyakan di mana keberadaan nya, ternyata Ibu nya baru saja sampai di dalam swalan alhasil Darel harus menunggu di lobby hotel.
"Humm kamu sudah makan?" Tanya Clara memecah keheningan di antara mereka.
"Sudah kok."
"Aku sangat lapar karena belum makan sama sekali." ucap Clara.
"Hotel ini pasti mempunyai restoran, kamu bisa membeli sarapan di sana." ucap Darel.
"Tapi aku kurang paham jalan di sini, aku takut kesasar kamu boleh temanin aku?" tanya Clara.
Darel seperti berfikir sejenak, sebenernya dia tidak mau karena tidak nyaman, tapi tidak mungkin membiarkan Clara mati kelaparan.
"Ya udah ayo, nanti biar aku mengabari mamah menyusul kita di sina." ucap Darel. Clara terlihat sangat senang dia pun mengangguk.
Mereka pun berangkat mencari restoran di dekat sana namun ternyata restoran nya sedikit jauh.
"Humm ngomong-ngomong istri kamu tau kalau kamu akan menjemput kami?" tanya Clara.
"Tau kok, kamu jangan khawatir." ucap Darel.
"Oohhh bagus lah kalau begitu." ucap Clara dengan wajah yang seperti berubah mood.
"Humm bagaimana dengan persetujuan keluarga kita sebelum nya?" tanya Clara. Darel langsung menatap Clara.
"Maksud kamu?" Tanya Darel dengan nada kesal dan alis yang di naikan.
"Keluarga kamu sudah setuju dengan pernikahan kalian yang akan di laksanakan dengan alasan kakak harus menjalin hubungan dengan ku." ucap Clara.
"Sebenarnya apa sih yang kamu inginkan dari aku? Aku tidak habis pikir dengan kamu yang menyetujui begitu saja!" ucap Darel.
"Kamu jangan salah paham dulu! Aku menuruti nya karena aku juga mencintai kamu, kamu tau perasaan aku dari awal seperti apa, tapi kamu lebih memilih wanita lain." ucap Clara.
Darel Menghela nafas panjang dan kasar dia diam sampai di restoran.
"Aku sudah makan, kamu Makan saja aku akan menunggu di sini." ucap Darel.
"Kamu marah yah?" tanya Clara.
"Jangan perduli kan aku, aku tidak apa-apa." ucap Darel. Clara tersenyum.
"Aku minta maaf kalau kata-kata aku bikin kamu marah, tapi ada nya aku sesuatu keberuntungan untuk kamu dan pasangan kamu, karena aku juga kamu bisa menikah dengan istri kamu." ucap Clara.
...----------------...
Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏