Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 214


__ADS_3

Tiba-tiba Omah menarik kuping Tasya.."Omah gak suka yah Cucu Omah minum-minuman keras." ucap Omah.


"Sakit Omah, jangan di cubit dong." ucap Tasya.


"Buruan bawa dia ke kamar Darel, dia sungguh keras kepala." ucap Omah. "Omah jangan marah-marah dong." ucap Tasya. Namun Darel langsung membawa nya ke kamar..


"Aku sudah bilang jangan minum." ucap Darel. Tasya tidak lagi menjawab nya dia langsung tidur di kasur.


Terpaksa Darel sendiri yang harus menukar pakaian Tasya. Sementara di tempat lain. Alex membopong Bela ke kamar.


"Terimakasih yah sayang, aku sangat senang sekali." ucap Bela.


"Kamu sangat mabuk, lebih baik mandi dulu." ucap Alex, namun Bela malah mencium bibir Alex..


Keesokan harinya Tasya menuntut janji Darel untuk mengantarkan nya belanja baju. Semua mereka pergi berbelanja hari ini.


Tasya juga ingin membeli beberapa oleh-oleh untuk di bawa pulang ke Pekanbaru. Darel khusus ikut hanya tukang bayar dan membawa semua belanjaan mereka.


Karena sudah lelah berputar-putar mereka pun berhenti untuk minum sekalian beristirahat. Tasya melihat suaminya hanya diam saja.


"Makasih yah kak." ucap Tasya duduk di samping Darel.


"Humm setelah kamu mendapatkan apa yang kamu mau, kamu baru manis sekali." ucap Darel. Tasya tersenyum.


"Lalu apa yang harus aku lakukan kak? Aku hanya bisa melakukan ini?" ucap Tasya. Darel mengelus kepala Tasya.


"kakak senang kok melihat kamu bisa bahagia seperti ini." ucap Darel.


Keesokan harinya Tasya dan Darel pulang hari ini ke Pekanbaru.


"Omah, Opah kamu pulang hari ini, Omah yakin gak mau ikut?" tanya Tasya, Omah tersenyum.


"Omah di sini saja, datang lah ke sini ketika kamu merindukan Omah." ucap omah. Tasya tersenyum.


Mereka berpamitan pada Omah dan Opah setelah itu pulang.


"Mamah, kenapa kita tidak tinggal di Bandung aja? Di sana lebih enak." ucap Raya.


"Mamah sama Papah kan kerja di Pekanbaru Nak, yah kalau di Bandung Mamah gak bisa kerja dong, kasihan juga papah tinggal sendirian." ucap Tasya.


"Mah, kapan aku jadi sekolah nya? Aku mau sekolah." ucap Raya. "Nanti yah sayang kalau umur nya udah pas, lagian sekarang belum ada sekolah yang menerima anak sekolah baru." ucap Tasya.

__ADS_1


"Yahh Mamah selalu bilang seperti itu." ucap Raya.


"Yang sabar yah sayang." ucap Tasya membujuk Raya.


Di tempat lain Buk Adel baru saja selesai makan. Keadaan nya semakin buruk, dia tidak ingin bertemu siapa pun selain Dokter dan juga suster.


Ibu kandung Tasya pernah datang bersama Ahmad namun tidak bisa masuk oleh dokter.


Dokter juga mengabari Darel kalau pak Ahmad datang, Darel meminta dokter untuk tidak mengijinkan mereka semua masuk ke dalam.


Setelah Darel dan Tasya sampai di Pekanbaru mereka langsung memeriksa keadaan Ibu mertua nya.


"Kak aku boleh masuk ke dalam kan? Aku sangat penasaran bagaimana keadaan ibu sekarang?" ucap Tasya.


Darel menoleh ke arah Dokter. Dokter pun mengijinkan Tasya masuk ke dalam.


"Tapi saya mohon jangan membuat pasien semakin kritis." ucap dokter. Tasya mengangguk dia pun masuk ke dalam.


"Ibu." Tasya menangis melihat Ibu nya yang terbaring semakin kurus dan pucat, hati nya sangat iba melihat Ibu nya seperti itu.


Karena tidak tega dia langsung keluar. Dia memeluk suaminya. "Ibu kapan sembuh kak?" tanya Tasya, Darel memeluk Tasya. "Ibu pasti sembuh." ucap Darel.


"Bagaimana keadaan Nenek mah?" tanya Raya.


"Nenek Masih kritis, dia belum sembuh." ucap Tasya.


Raya melihat Mamah nya sedih, dia juga jadi ikut sedih.


Tiba-tiba ponsel nya berdering.


"Ayah." ucap Tasya. Karena tumben-tumbenan Ayah nya menelpon nya.


"Halo, ayah." ucap Tasya.


"Halo nak, kamu sudah sampai di Pekanbaru?" tanya pak Ahmad. "Alhamdulillah sudah kok Ayah." ucap Tasya.


"Alhamdulillah kalau begitu, Ayah senang mendengar nya." ucap Pak Ahmad. "Bagaimana keadaan ibu kamu?" tanya pak Ahmad.


"Semakin kritis Ayah, aku sangat takut," ucap Tasya.


"Tidak perlu khawatir nak," ucap pak Ahmad.

__ADS_1


"Kenapa ayah tidak perduli pada ibu Ayah? Dia sedang membutuhkan Ayah sekarang." ucap Tasya.


"Kamu tau sendiri Ibu kamu tidak suka kalau ayah datang, ayah juga tidak ingin keadaan nya semakin drop." ucap Pak Ahmad, Tasya menghela nafas panjang.


"Tapi setidaknya Ayah menunjukkan kalau ayah peduli, aku juga sangat kecewa pada Ayah. Atau jangan-jangan ada yang sedang ayah sembunyikan?" ucap Tasya.


"Kamu ngomong apa sih nak? Ayah tidak pernah menyembunyikan apapun. Ya udah Ayah lanjut kerja yah, kamu jaga kesehatan." ucap Pak Ahmad langsung mengakhiri telepon.


Tasya terdiam. "Kenapa semakin ke sini aku semakin curiga yah sama ayah? Aku yakin dia menyimpan wanita lain seperti yang di maksud ibu. Aku harus mencari tahu ini." ucap Tasya.


Dia mengambil tas dan kunci mobil nya.


"Mamah mau kemana?" tanya Raya.


"Mamah Ada urusan yang penting, kamu di rumah dulu yah." ucap Tasya langsung pergi. Baru aja mau berangkat tiba-tiba Darel menelpon Tasya untuk mengambil beberapa hasil pemeriksaan medis punya buk Adel di rumah nya.


Tasya menginyakan dan segera berangkat ke sana. Setelah sampai dia di sambut hangat oleh para asisten yang sangat khawatir dengan majikan mereka.


"Non Tasya akhirnya datang juga, bagaimana dengan Ibu Non?" tanya Bibik.


"Ibu Masih di rumah sakit Bik, belum ada kemajuan sampai sekarang, keadaan nya semakin drop." ucap Tasya.


"Ya ampun kenapa Ibu sampai separah itu." ucap Bibik.


"Aku masuk ke dalam dulu yah, bik ada beberapa hasil medis yang harus di bawa ke rumah sakit." ucap Tasya. Bibik pun membantu Tasya mencari nya.


Terlalu banyak Berkas-berkas di lemari sehingga sulit menemukan nya, dan akhirnya Tasya menemukan salah satu nya.


Saat menarik map itu tiba-tiba surat yang di bawah nya jatuh dan berserak, Tasya mengumpulkan nya namun dia melihat satu lembar kartu keluarga yang seperti nya sudah lama.


Dia melihat itu adalah kartu keluarga milik mereka. Namun yang membuat janggal adalah di situ tertulis kalau Ibu Tasya bukan Adel melainkan Mita, dan juga Tasya tercantum sebagai anak family di sana.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2