
"Iyah aku tau kok, tapi aku juga mau perawatan seperti Kakak, agar kakak tidak melirik wanita lain." ucap Tasya.
Darel menatap wajah Tasya.
"Kamu kurang apa lagi sih? bukan nya kamu juga sering perawatan? kamu sudah cantik sayang."
"Tiap kali aku pergi perawatan dengan Tiwi semua pelanggan yang di sana di anterin oleh pasangan mereka masing-masing bahkan melakukan perawatan sama-sama, aku selalu sendiri." ucap Tasya.
"Jadi kamu cemburu? Kamu tidak mau kalah?" ucap Darel. Tasya hanya diam.
"Ya udah besok kalau ada hari libur bersama kita pergi." ucap Darel. Tasya tersenyum dia mengangguk.
"Sini tangan kakak gantian aku pijitin, Kakak pasti sudah capek." ucap Tasya.
"Gak usah, kakak tidak capek kok, kamu tidur saja dengan benar biar tidak kelelahan." ucap Darel. Sophia pun mengikuti perintah Darel.
Tidak beberapa lama Tasya tidur, tangan Darel sudah pegal dia pun mengakhiri nya menyelimuti Tasya.
Dia juga naik ke kasur membawa laptop nya.
Dia bekerja sedikit karena belum mengantuk sama sekali. Namun sudah cukup lama Tasya tidur dia mengigau tiba-tiba.
"Jangan! Ini tidak mungkin jangan membohongi saya, saya tidak percaya." Tasya mengigau sambil berbicara tidak jelas.
Dia terus berbicara dan gelisah, Darel sudah berusaha menenangkan nya namun Tasya tidak bisa bangun. Darel terus membangun kan nya Sampai bangun.
Namun sepertinya Tasya sangat ngantuk akhirnya dia pun tenang di pelukan Darel, Darel menepuk-nepuk punggung Tasya sampai tidur.
"Apa yang sedang mengganggu Tasya, tidak biasa nya dia seperti ini." ucap Darel. Tidak beberapa lama dia juga ikut ketiduran.
Keesokan harinya Tasya sudah berada di kampus dan sedang makan siang bersama Tiwi di Kantin.
"Kamu tumben-tumbenan sekali makan sedikit?" tanya Tasya melihat porsi makanan Tiwi.
"Kamu lupa yah kalau aku sedang proses diet?" ucap Tiwi.
"Oh iya aku lupa." ucap Tasya.
"Habis ini ikut aku ke rumah yah, merayakan ulang tahun Stevan sama-sama." ucap Tasya. Tiwi pun mengangguk.
Setelah selesai dari kampus mereka pulang sama-sama, ternyata semua nya sudah menunggu kedatangan mereka.
Acara sederhana pun segera di langsung kan. Clara juga datang.
Sementara ibu nya datang sendiri, kalau Ayah nya memang sudah di sana.
__ADS_1
"Selamat ulang tahun yah Stevan, Tante hanya bawa ini semoga kamu suka yah." ucap Clara.
"Nih dari nenek, semoga kamu Tumbuh besar, banggain orang tua dan jadi anak yang berbakti yah." ucap buk Adel mencium kening Stevan.
"Makasih Tante, makasih Nenek." ucap Stevan di ajarin oleh Tasya.
"Oh iya ini ada bingkisan juga untuk kamu Tasya, anggap saja sebagai hadiah atas kehamilan kamu." ucap Clara.
Tasya tersenyum.
"Aduh repot-repot banget, Tapi terimakasih yah." ucap Tasya. Clara tersenyum.
"Opah sama Omah tidak bisa memberi kan apapun karena semua nya bisa di belikan sama papah dan Mamah, Omah sama Opah hanya berdoa yang terbaik untuk Stevan dan Raya, jadi lah anak yang pintar ucap Omah.
"Kalau dari Mamah, semoga Stevan jadi anak yang baik, anak yang berbakti kepada orang tua dan selalu sayang sama Mamah dan papah." ucap Tasya.
Tidak lupa memberikan kado nya yang cukup besar.
Stevan terlihat sangat senang, tidak lupa juga memberi Raya agar tidak cemburu karena itu adalah sifat anak kecil apalagi dia adalah perempuan.
Cukup Lama mereka merayakan ulang tahun Clara tidak bisa lama-lama karena dia harus segera berangkat pulang ke kota Nya.
"Mungkin ini adalah terakhir kita bertemu, semoga saja kamu sehat selalu dengan calon anak kamu, doa ku selalu bersama kalian. sekali lagi aku minta maaf sudah mencoba mengganggu hubungan kalian." ucap Clara pada Tasya.
"Lain kali kalau ada kesempatan aku akan datang setelah kamu melahirkan." ucap Clara.
Tasya tersenyum.
"Aku juga minta maaf kalau ada kata-kata aku yang menyakiti perasaan kamu. sengaja atau tidak sengaja." ucap Tasya.
"Kamu tidak pernah melakukan kesalahan pada ku, aku yang sering membuat kesalahan pada kamu." ucap Clara.
Cukup lama Clara meminta Ijin dan setelah itu pergi dengan taksi.
"Ibu juga pamit pulang yah." ucap buk Adel. Darel dan juga Tasya melihat buk Adel dengan pak Ahmad dari tadi tidak Saling bercakapan.
"Cucu kamu sedang ulang tahun kenapa sangat cepat-cepat pulang nya? Temanin mereka dulu bermain, itu menunjukkan kalau kamu adalah seorang nenek." ucap Omah.
Buk Adel terdiam.
"Kalau kalian berdua ada masalah di selesaikan baik-baik, sudah tua bahkan sudah punya Cucu tidak baik seperti itu. Malu!" ucap Opah.
"Baik Buk, ayah." ucap buk Adel.
Buk Adel tidak jadi pergi, Tasya dan Darel tersenyum mereka pun makan kue sama-sama tidak lupa mengambil foto bersama.
__ADS_1
Pak Ahmad melihat tidak ada istri nya di sana lagi dia menyusul nya keluar.
"Kenapa duduk di luar?" tanya pak Ahmad.
Buk Adel menoleh ke arah pak Ahmad.
"Tidak apa-apa kok, hanya bosan saja di dalam." ucap buk Adel.
"Apa kamu masih belum bisa menerima Tasya? Apa kamu masih mengingat masa lalu? Itu sudah sangat lama." ucap Pak Ahmad.
"Aku tidak mau membahas itu di sini."
Pak Ahmad Menghela nafas panjang dia duduk di depan Buk Adel.
"Kapan lagi kita membahas nya kalau bukan sekarang?"
"Aku tidak mau kalau Tasya mendengar nya," pak Ahmad Menghela nafas panjang.
"Aku minta maaf sudah dua Minggu tidak pulang ke rumah, karena Ayah tidak mau ribut." ucap pak Ahmad.
"Lalu Ayah tinggal di sini? Agar keluarga Ayah melihat ku buruk?" ucap buk Adel.
"Kamu ngomong apa sih? Tidak seperti itu, ayah di sini karena ada Ibu dan Ayah di sini, mereka hanya sekali-sekali ke sini." ucap Pak Ahmad.
Buk Adel menghela nafas panjang.
"Huff bilang saja kalau ayah menghindari aku." ucap buk Adel.
Pak Ahmad Menghela nafas panjang.
"Baiklah malam ini Ayah akan ikut pulang. Maaf kan Ayah sudah membuat kamu berfikir yang tidak-tidak." ucap pak Ahmad.
"Tidak perlu! Lebih baik Ayah di sini bersama Putri kesayangan ayah itu." ucap buk Adel dengan nada yang sangat kesal.
"Tolong jangan berbicara seperti itu, karena itu juga adalah Anak kamu." ucap pak Ahmad.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1