
Candra tersenyum.
"Kamu yakin gak Mau?" tanya Candra. Tasya mengangguk.
"Lagian sudah ada suster Stevan yang bantu-bantu aku di sini." ucap Tasya.
"Oohh Bagus lah kalau begitu, kalau kamu ada sesuatu langsung kabarin kakak. awas saja kalau kamu tidak bilang." ucap Candra.
Tasya tertawa. "Baiklah kak." ucap Tasya.
"Pak Candra di luar ada orang yang mencari Bapak." ucap Tiwi yang tiba-tiba datang.
"Seperti nya itu adalah kakak perempuan saya sudah datang menjemput. Kamu gak apa-apa kan kakak pulang?" tanya Candra pada Tasya.
"Tidak apa-apa kak, hati-hati di jalan. kalau kakak ada waktu luang datang lah melihat ku." ucap Tasya. Candra tersenyum.
Dia mengelus kepala Tasya.
"Pasti. Kakak tidak akan membiarkan Adik kakak yang cantik ini sampai menunggu lebih lama." ucap Candra.
Tasya tersenyum. Setelah itu dia pun pergi. Tiwi masuk karena Candra sudah tidak ada di sana dia bersama Stevan.
"Humm kamu semakin sweet banget dengan pak Candra, Apa kamu sudah membicarakan semua nya?" tanya Tiwi.
Tasya tersenyum.
"Seperti nya dari Wajah kamu kelihatan sekali kalau urusan kalian sudah selesai, kamu tidak ada beban fikiran lagi." ucap Tiwi.
"Terimakasih yah Wi, kamu sudah menyarankan aku untuk Jujur." ucap Tasya. Tiwi tersenyum.
"Aku senang melihat kamu juga senang seperti saat ini, kamu jangan sedih-sedih lagi karena aku juga pasti sangat Sedih." ucap Tiwi.
Radit menangis meminta minum susu. Tasya tidak memberikan nya.
"Sus tolong ambilkan pompa asi di dapur." ucap Tasya. "Baik Non." ucap sus.
"Loh kok pakai pompa ASI?" tanya Tiwi. "Kalau dia minum langsung sakit sekali Tiwi, aku tidak tahan." ucap Tasya.
"Tidak ada pilihan lain, itu adalah resiko seorang ibu. Kamu harus menyusui nya dengan langsung."' ucap Tiwi. Tasya tidak bisa menolak akhirnya dia membuka baju nya. Dan baru saja di hisap ia sudah memasang wajah kesakitan sekali.
Tiba-tiba ponsel nya berdering. Karena itu dari Bela, Tiwi langsung menjawab nya.
"Halo Tiwi, kok kamu yang jawab?" tanya Bela.
__ADS_1
"Nih Tasya sedang menyusui anaknya, aku kebetulan di sini." ucap Tiwi mengarah kan kamera ke arah Tasya.
"Apa itu sangat sakit? Seperti nya Tasya kesakitan sekali." ucap Bela.
"Huff ini rasanya luar biasa sekali." ucap Tasya.
"Ah masa iya sih? padahal hanya minum Saja." ucap Bela.
"Lebih baik kamu segera mempunyai anak, kamu akan merasakan ini secepatnya." ucap Tasya.
"Kamu tenang saja, aku sebentar lagi Akan tunangan, kalau acara nya sudah selesai aku akan datang mengunjungi kamu." ucap Bela.
"Hah! Masa sih? Dengan siapa?" tanya Tasya.
"Nih dengan dia." ucap Bela menunjuk kan Alex yang duduk di samping nya. Tasya langsung menutupi Anak nya yang lagi minum.
"Kamu serius mau tunangan sama kak Alex?" tanya Tasya.
"Benar banget. Aku rasa pacaran saja tidak kuat membuktikan hubungan kami ke pada keluarga." ucap Bela.
"Kapan acara nya?" tanya Tasya.."Besok." jawab Bela..
"Kenapa begitu cepat? aku tidak Akan bisa datang." ucap Tasya..
"Tapi bagaimana dengan Bela? Dia pasti akan merengek-rengek kalau aku tidak datang." ucap Tasya.
Bela tertawa kecil.
"Aku juga paham kondisi kamu sekarang kok, kamu jangan terlalu khawatir gak bisa datang, acara nya lancar Alhamdulillah sekali." ucap Bela.
"Baiklah kalau begitu, aku akan mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua." ucap Tasya.
Setelah selesai berbicara panggilan pun mati.
"Humm Bela saja sudah mau tunangan, aku kapan yah? Padahal aku yang lebih tua dari Kalian berdua." ucap Tiwi.
"Yang Sabar saja Wi, kalau jodoh tidak akan kemana, mungkin dia sedang memperbaiki diri nya untuk bertemu kamu suatu saat nanti." ucap Tasya.
"Amin." ucap Tiwi.
"Oh iya ngomong-ngomong nih ada Pesan dari suami kamu." ucap Tiwi menunjuk kan nya pada Tasya.
"Maaf kakak baru bisa mengantar kamu, kakak sudah sampai di Dubai, bagaimana kabar kamu di sana? Bagaimana dengan Radit apa dia Rewel?" pesan dari Darel.
__ADS_1
Dia hanya menghela nafas panjang dia tidak membalas nya.
"Kenapa kamu tidak membalas nya? Kamu tidak perlu sungkan pada ku, sebenarnya kamu juga Merindukan dia kan?" ucap Tiwi.
"Kalau aku membalas pesan itu bisa jadi saja ketahuan sama mamah mertua ku, dan nomor kak Darel di ganti lagi." ucap Tasya. Tiwi pun mengerti.
"Jadi bagaimana? apa kamu tidak ingin mengantar dia juga?" tanya Tiwi.
"Menurut kamu bagaimana sih wi? Apa aku tetap menunggu kak Darel atau mencari kehidupan sendiri? Apa aku harus melepaskan dia?" tanya Tasya.
Tiwi tertawa kecil. "Semua keputusan ada di tangan kamu. Karena kalau kamu pertahan kan untuk menunggu nya mau sampai kapan? Kamu lihat sendiri bagaimana mamah nya mengatur suami kamu." ucap Tiwi.
"Dan kalau kamu memutuskan untuk berpisah selama nya. Kamu harus kuat mental, kuat dalam segala hal nanti nya ketika menjadi single mom." ucap Tiwi.
"Kamu benar banget Tiwi." ucap Tasya. "Jadi bagaimana? Apa keputusan kamu?" tanya Tiwi.
"Aku sudah pasrah dengan apa yang terjadi. Kalau surat cerai suatu saat nanti yang asli datang aku akan berpisah. Dan aku harus pasrah menerima nya menikah dengan orang lain." ucap Tasya.
Tiwi tersenyum.
"Yang kamu pilih adalah yang terbaik untuk kamu. semoga saja kamu bahagia dengan pilihan kamu yah." ucap Tiwi.
Tasya tersenyum.
"Oh iya Dua hari lagi Dosen-dosen dari kampus akan datang menjenguk kamu." ucap Tiwi.
Karena sudah sore Tiwi pergi pulang ke rumah nya. Tinggal lah hanya Tasya sendirian di kamar. Namun tiba-tiba ponsel nya berdering dia melihat dari suaminya.
"Kenapa kak Darel menelpon ku?" tanya Tasya langsung menjawab nya. "Bagaimana kalau nanti mamah atau papah melihat nya?" tanya Tasya.
"Kamu jangan khawatir kakak lagi ada di luar. Bagaimana keadaan kamu? kakak baru bisa menghubungi kamu sekarang karena baru keluar. kakak kefikiran kamu, apa yang terjadi?" tanya Darel.
"Tidak ada apa-apa kak, hanya saja Tadi malam Radit sangat rewel." ucap Tasya.
"Kamu bisa menelpon kakak ketika dia menangis." ucap Darel.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***