Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 110


__ADS_3

"Bagaimana hubungan mbak dengan kak Alex? Apa Mbak masih mencintai nya?" tanya Riski.


"Jangan bahas soal itu,"


"ouh, baiklah."


"Ya udah yok kita cari makan siang dulu." ajak Tasya mereka pun mencari makanan namun tidak sengaja bertemu dengan Candra di parkiran.


"Bapak!" ucap Tasya. Candra tersenyum tipis dia menatap Riski sehingga membuat Riski merasa ada yang salah pada nya.


"Kebetulan kita ketemu di sini, saya mau berbicara dengan kamu." ucap Candra.


"Ada apa Pak?"


"Ikut saya!"


Tasya menoleh kearah Riski.


"Udah pergi aja dulu." ucap Riski.


"Kamu gak apa-apa tunggu sebentar kan?" tanya Tasya pada Riski, Riski mengangguk sambil tersenyum.


Tasya mengikuti Candra.


"Saya mendapatkan laporan kalau kamu membawa kekasih kamu ke kampus dan membuat semua satu universitas heboh." ucap Candra.


Tasya kaget.


"Semua nya hanya salah paham, yang saya bawa adalah adik saya dia ikut dengan saya mau melihat-lihat kampus." ucap Tasya.


Candra seperti bernafas lega.


"Oohhh saya pikir kamu benar-benar membawa kekasih kamu." ucap Candra.


"Saya minta maaf sudah membuat semua nya salah paham Pak, kalau begitu ada lagi yang mau di bicarakan?" tanya Tasya.


"Saya hanya mau mengingatkan agar lain kali kalau membawa seseorang harap di perkenalkan terlebih dahulu karena sekarang nama kamu lagi hangat di universitas ini, saya ingin nama baik kamu selalu terjaga." ucap Candra.


"Baik pak saya paham, saya juga minta maaf sekali lagi."


"Baiklah, saya juga minta maaf sudah mengganggu waktu kamu."


"Humm Kami mau cari makan siang, Bapak sudah makan mau ikut sekalian?"


"Boleh!" jawab Candra langsung.


Mereka pun kembali Tasya melihat adiknya sedang menggoda Beberapa wanita-wanita kampus. Setelah melihat Tasya Riski langsung menghindari mereka.


"Mbak sudah siap ngomong nya? Ayo kita cari makan kak Darel juga sudah menunggu di restoran dekat sini." ucap Riski.


"Kak Darel menunggu, maksud kamu?" tanya Tasya.


"Tadi kak Darel menghubungi aku kata nya dia menunggu di restoran, dan kita di minta untuk ke sana." ucap Riski.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai. Tasya terlihat sangat gelisah karena datang membawa Candra. Seketika dia menyesal menawarkan bersama pada Candra tadi.

__ADS_1


Namun saat perjalanan masuk ke dalam restoran, Candra Ijin pergi karena ada urusan mendadak, Tasya dan Riski mengangguk mereka sedikit lega akhirnya Candra pergi.


Darel melihat adik dan istri nya datang dia tersenyum.


Darel menarik kursi sebelah nya untuk istri nya duduk namun Tasya memilih duduk di samping Adik nya.


"Aku tidak bisa duduk di sana karena ini masih area kampus kak." ucap Tasya pada Darel lewat pesan. Darel melihat ke sekeliling dan banyak Anak kampus.


"Baiklah aku mengerti, aku mencintaimu." balas Darel, Tasya langsung tersenyum.


"Mbak lagi balas pesan siapa sih kok senyum-senyum?" tanya Riski.


"Ouwh enggak kok." ucap Tasya langsung menutup handphone nya.


Setelah itu mereka makan bersama. Riski memerhatikan Tasya yang memberikan sebagian makanan nya ke piring nya.


"Aku sudah kenyang mbak jangan meletakkan nya di piring ku." ucap Riski.


"Makan saja!" ucap Tasya.


"Sini-sini!" ucap Darel mengambil dari piring Riski dan memakan nya.


"Loh kok malah kakak yang makan? Itu bekas ku." ucap Tasya.


"Apa salah nya suami istri memakan sisa makanan pasangan nya, itu sangat bagus untuk mempererat hubungan." ucap Riski.


Tasya mencubit pinggang Riski.


"Diam!" gumam Tasya, Riski langsung diam.


"Oh iya kamu pergi saja kemana kamu mau, Tasya biar dengan kakak yah." ucap Darel.


"Bukan karena mbak di kira pacar kamu, tapi karena kamu memang tidak ada yang mau." ucap Tasya.


"Huuu emang mbak cinta nya selalu di pendam." ucap Riski. Tasya kesal dia menarik telinga adik nya.


"Ampun-ampun mbak." Riski menjerit.


"Kalian ribut terus, semua orang melihat." ucap Darel.


Tasya melepaskan Adik nya.


"Baik lah kalau begitu aku pamit yah mbak, kak, aku mau keliling dulu. Titip mbak Tasya." ucap Riski langsung pergi.


Tasya hanya bisa menghela nafas panjang, sementara Darel tersenyum menatap Tasya.


"Jangan percaya sama yang dia bilang tadi kak, dia hanya bercanda." ucap Tasya.


"Kakak percaya kok, Wajah kamu yang baby face seperti ini Akan mengira siapa pun yang bersama kamu adalah pacar." ucap Darel.


"Tapi itu hanya berlaku untuk pria muda sebaya kamu saja, tidak seperti kakak yang sudah mempunyai Anak." ucap Darel.


Tasya menghela nafas panjang.


"Hari ini aku udah gak ada ke kampus lagi, jalan-jalan ke taman yok." ajak Tasya.

__ADS_1


Darel mengangguk sambil tersenyum.


"Aku bayar dulu yah." ucap Darel berjalan ke arah kasir.


Tasya melihat Darel berjalan meninggalkan nya.


"Kakak memang tidak lagi muda namun sebenarnya tipe ku adalah pria yang seperti kakak." batin Tasya.


"Ayo kita pergi." ajak Darel. Tasya mengikuti Darel dari belakang.


Darel Membuka kan pintu.


"Berikan aku pelukan." ucap Darel setelah sudah di dalam mobil.


Tasya kaget dengan permintaan Darel.


"Tenang saja kaca nya tidak tembus pandang." ucap Darel lagi.


Namun Darel tidak lagi tahan dia langsung memeluk Tasya.


"Aku tidak bisa lama-lama Berpisah dengan kamu." ucap Darel.


Tasya tersenyum dia memeluk kembali Darel.


"Kita pulang saja yah." ucap Darel.


"Loh kenapa? Bukan nya mau ke taman?" tanya Tasya.


"Lain kali saja, aku ingin menghabiskan waktu bersama raya dan Stevan sama istri ku di rumah." ucap Darel.


"Baiklah," ucap Tasya.


Mereka pun akhirnya pulang. Sementara Riski dia rencana nya mau ke mall untuk menonton bioskop, namun handphone nya berdering.


"Ibu!" batin Riski.


"Iyah Halo bu."


"Halo nak, kamu di mana?"


"Aku sedang di luar Bu."


"Maaf yah ibu belum bisa datang lihat kamu ke rumah Darel, kamu datang ke rumah aja yah."


"Tapi Bu."


"Ibu Sudah masak makanan kesukaan kamu. Ibu tunggu.


Riski sedikit keberatan karena dia rencana nya Besok mau ke sana akhirnya dia pun menginyakan tidak ingin membuat Ibu nya kecewa.


"Huff gagal deh, lebih baik turutin kemauan ibu Dulu deh." ucap nya kembali keluar.


Dia menghubungi Tasya mengabari kalau dia Akan kembali ke rumah orang tua nya.


...----------------...

__ADS_1


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya biar author tambah semangat lagi. Terimakasih 🙏***


__ADS_2