Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 234


__ADS_3

"Huff aku akui aku hanya ingin kejujuran saja, tapi seperti yang kakak bilang aku tidak bisa marah pada orang yang sudah merawat ku dengan baik sampai bisa seperti sekarang." ucap Tasya.


Darel tersenyum dia mengelus kepala istri nya.


"Humm kamu memang istri kakak yang sangat baik dan cantik dan juga sangat pintar." ucap Darel, Tasya tersenyum.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.


"Loh itu bukan nya mobil Tiwi? Kok bisa ada disini?" ucap Tasya. Mereka turun dari mobil dan ternyata Tiwi sedang ada di dalam bermain dengan anak-anak nya.


"Mamah pulang, Papah juga pulang." Mereka berdua berlari memeluk kedua orang tua nya itu. "Humm Kalian seperti nya sangat merindukan mamah sama papah walaupun hanya beberapa jam keluar." ucap Tasya.


Raya dan Stevan tersenyum, Tiwi berdiri mendekati mereka.


"Kamu sudah lama di sini?" Tanya Tasya.


Tiwi mengangguk.


"Sudah beberapa lama sih, tapi gak apa-apa kok," ucap Tiwi.


"Kakak langsung ke atas yah." ucap Darel.


Tasya mengangguk.


"Aku sudah lama tidak ke sini yah." ucap Tiwi. Tasya tersenyum. "Raya sama Stevan pergi main dulu yah, mbak mau berbicara dengan Tante Tiwi." ucap Sophia.


Mereka Mengangguk mengikuti perintah mamah nya Itu.


"Aku ke sini mau minta maaf atas kejadian bulan lalu, aku sangat egois banget waktu itu, karena hanya rasa cemburu aku Malah marah sama kamu dan mengirimkan foto pada suami kamu." ucap Tiwi.


Tasya tersenyum. "Aku sudah melupakan nya kok." ucap Tasya. "Kamu memang teman yang sangat baik, aku sangat menyesal melakukan itu." ucap Tiwi.


Tasya mengelus pundak Tiwi. "Aku senang kamu sadari kesalahan kamu, tapi aku tidak pernah menyesal kok berteman sama kamu." ucap Tasya.


Tiwi memeluk Tasya. "Terimakasih yah Tasya. Aku sangat beruntung sekali." ucap Tiwi.


"Tapi kamu semakin cantik tau, berat badan kamu mungkin sudah banyak berkurang." ucap Tasya. "Ini semua karena bantuan dan nasehat kamu juga, aku sangat berterima kasih pada kamu." ucap Tiwi.


Tasya tersenyum.


"Kamu terlalu berlebihan ah, ini semua karena diri kamu sendiri, kamu mempunyai komitmen dan keyakinan kalau kamu pasti Bisa." ucap Tasya.


"Kelihatan nya hari ini kamu sangat senang, sementara hari-hari aku perhatikan kamu terus saja murung." ucap Tiwi.

__ADS_1


"Apa yang terjadi? apa perut kamu sakit?" tanya Tiwi.


Tasya tersenyum. "Kamu pasti terkejut mendengar cerita ini, tapi ini lah kenyataan nya." ucap Tasya.


"Ada cerita apa?" tanya Tiwi.


"Ibu ku sudah sadar dari koma nya dan akhirnya aku menemukan Ibu kandung ku." ucap Tasya. Tiwi terdiam sejenak.


"Sebenarnya Ibu Adel itu bukan kah Ibu kandung ku melainkan Sahabat Ibu kandung ku, hanya saja dari kecil setau ku dia adalah Ibu ku." ucap Tasya.


"Terus ayah kamu beda dong?" tanya Tiwi, Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Cerita nya dulu Ayah ku menikah sirih diam-diam di belakang Ibu ku, akhirnya ketahuan dan aku di ambil oleh buk Adel meminta ibu kandung ku pergi." Ucap Tasya.


"Ya ampun kenapa buk Adel seperti itu?" tanya Tiwi..


"Semua karena salah paham, tapi sekarang aku sangat senang. Tidak ada salah paham lagi." ucap Tasya.


Tiwi tersenyum. "Kalau kamu senang aku juga senang kok, lain Kali kenalin dong ibu kamu." ucap Tiwi.


"Kamu sudah pasti pernah melihat nya datang ke kampus dia ibu-ibu yang selalu menunggu ku di depan kampus Beberapa hari yang lalu." ucap Tasya.


"Oohh buk Mita, dia juga pernah datang ke kampus mencari Kamu, tapi hari itu kamu tidak datang, selanjutnya dia tidak pernah datang lagi." ucap Tiwi.


"Wahh kebetulan banget yah." ucap Tasya. Tiwi mengangguk.


"Oh iya bagaimana keadaan buk Adel?" tanya Tiwi.


"Baru Saja hari ini sadar. Aku harap dia segera pula dari rumah sakit." ucap Tasya.


"Amin, Boleh gak besok aku ikut jenguk?" tanya Tiwi.


"Boleh kok, lagian kami Besok kesana semua agar Ibu senang." ucap Tasya.


Tiwi sangat senang. Darel di dalam ruang kerja nya sangat fokus memeriksa beberapa kerjaan.


"Kak!" panggil Tasya baru saja masuk ke dalam kamar.


"Iyah kenapa sayang?" tanya Darel. Tasya mendekati Darel. Dia duduk di pangkuan suami nya.


"Ada apa sayang?" tanya Darel. "Humm kakak jangan marah dulu yah, aku mau ijin malam ini makan sama-sama di luar, bersama Tiwi juga kok " ucap Tasya.


Darel terdiam sejenak. "Boleh yah kak. aku sebentar saja kok." ucap Tasya.

__ADS_1


"Kakak antar yah." ucap Darel. Tasya langsung mengangguk.


"Kakak harus tau kamu di mana dan dengan siapa," ucap Darel. "Huff gak apa-apa di anterin, asal jangan di Temanin saja, nanti teman-teman ku pasti meledek aku Bucin." ucap Tasya.


"Kamu malu tau punya Suami yang lebih Tua dari kamu." ucap Darel. "Iihh bukan gitu kak, mereka juga punya suami dan pacar tapi tidak ikut karena khusus untuk kumpulan para dosen saja." ucap Tasya..


Darel mencium pipi Tasya.


"Ya udah siap-siap gih, jangan cantik-cantik!" ucap Darel. Tasya tersenyum dia mencium pipi Darel dan langsung pergi. Sementara Tiwi juga pulang ke rumah nya untuk siap-siap.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga. Suami nya sudah menunggu di dalam mobil.


"Ayo kak, aku sudah siap?" ucap Tasya.


Namun dia kaget melihat anak-anak nya duduk di belakang dengan tenang sambil tersenyum.


"Loh kalian kok di dalam?" tanya Tasya.


"Mau nganterin Mamah nongkrong lah." ucap Raya. Tasya seketika menghela nafas panjang.


"Ya ampun gak harus semua nya juga nganterin Mamah." ucap Tasya. Mereka tertawa.


"Huff nasib-nasib." ucap Tasya.


"Udah ah, ayo kita berangkat." ucap Darel. "Ayo Pah, jangan sampai mamah telat." ucap Raya.


Tasya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Tidak beberapa lama akhirnya sampai.


"Aku keluar yah kak." ucap Tasya menyalim tangan suami nya.


"Tunggu dulu." ucap Darel, dia mengambil tisu dan menghapus lipstik Tasya.


"Tidak boleh cantik-cantik." ucap Darel. Tasya hanya bisa tersenyum, setelah itu dia pun keluar.


Dia melambaikan tangan nya agar mobil suami nya pergi. Namun suami nya tak kunjung pergi. akhirnya dia yang duluan masuk.


...----------------...


Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


. Like komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi

__ADS_1


Terimakasih 🙏


__ADS_2