
"Mbak aku Titip Stevan sebentar yah." ucap Riski keluar dari ruangan rawat inap buk Adel.
Di tempat lain Darel bukan menjemput Tasya melainkan mengikuti pak Ahmad. Dia merasa pak Ahmad sudah terlalu Aneh itu sebab nya dia langsung mengikuti pak Ahmad.
Dia tidak berhenti mengikuti mobil pak Ahmad bukan nya ke kantor melainkan kembali ke hotel nya. Setelah sampai di sana dia turun namun saat mau turun handphone nya tiba-tiba berdering panggilan dari Riski yang meminta Darel Balik cepat ke rumah sakit karena ada sesuatu yang harus di tanda tangani nya.
Darel pun langsung ke rumah sakit, karena dia tidak yang bertanggung jawab atas Ibu mertua nya dia harus membayar semua tagihan dan menandatangani tindakan yang akan di lakukan pada buk Adel.
"Bagaimana kak sudah selesai?" tanya Riski yang menunggu di depan ruangan dokter.
"Sudah kok, kamu jangan khawatir yah, pokoknya kamu harus fokus jagain ibu di sini. Kakak harus kerja, mbak Tasya juga tidak bisa ke sini karena itu membuat keadaan Ibu semakin memburuk, kakak harap kamu mengerti yah.,x ucap Darel.
Riski mengangguk.
"Baik kak, aku mengerti kok. Justru aku yang sangat berterimakasih kepada kakak sudah mau bertanggung jawab atas Ibu."
"Jangan lupa berterima kasih pada mbak Tasya juga, kalau bukan karena dia yang rela mengurus ibu. Mungkin Ibu sudah lebih parah dari yang sekarang." ucap Darel.
Riski mengangguk.
"Aku tidak akan melupakan mbak Tasya. Tapi aku belum bisa menemui nya sekarang."
"Nanti kakak akan membujuk mbak Tasya ke sini," ucap Darel Riski tersenyum. "Terimakasih kak." Riski memeluk Darel.
Setelah itu mereka ke ruangan Buk Adel. Di tempat lain Tasya Sedang fokus bekerja, sementara Raya di samping nya juga ikut menulis.
Tasya tersenyum. Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga.
"Tasya! Tasya!' panggilan atasan dia.
"Iyah Buk." jawab Tasya.
"Ini anak suami kamu Kan? Kenapa kamu membawa nya ke kampus? Kamu tau sendiri kalau di kelas ini tidak boleh membawa anak kecil masuk."
Tasya terdiam.. "Lain kali jangan di ulangi lagi yah, untung saja dia tidak menyebabkan masalah." ucap atasan Tasya itu.
"Baik Buk, saya minta maaf saya tidak akan mengulangi nya lagi." ucap Tasya. Ibu itu akhirnya pergi.
"Huff baru sekali saja ibu sudah sangat marah seperti itu." ucap Raya.
"Itu benar sih, tapi cara dia berbicara membuat mamah sedikit jengkel. Padahal kan Mamah bawa kamu gak ganggu orang lain belajar." ucap Tasya. Raya tersenyum.
__ADS_1
"Ternyata mamah bisa Kesal juga yah sama orang lain, aku baru melihat nya." ucap Raya.
"Aslinya Mamah sangat galak dan julid." ucap Tasya sambil memasang wajah ngeselin membuat Raya tertawa.
"Bahas apa nih? Seperti nya seru banget." ucap Tiwi.
"Eh kamu wi, tadi Atasan negur aku karena bawa Raya." ucap Tasya.
"Humm sudah ku duga, di sini memang di larang, takut mengganggu anak-anak yang belajar.' ucap Tiwi.
"Au ah aku tidak mau membahas nya lagi, kita cari makanan yok, aku sangat lapar." ucap Tasya.
"Ayooo..." Ucap Rata dengan Tiwi secara bersamaan.
Namun tidak sengaja bertemu dengan pak Candra di jalan mau keluar.
"Pak Candra." sapa Tasya.
"Eh kamu bawa Anak suami kamu ke sini?" tanya Candra se-dki kaget. Tasya tersenyum.
Candra memegang pipi Raya dan mengelus kepala nya.
"Gak apa-apa kok, mungkin ada larangan tapi bagi anak yang sangat nakal. Kelihatan nya raya Anak yang baik." ucap pak Candra.
Raya tersenyum.
"Ngomong-ngomong mau kemana nih?"
"Mau cari makan siang Pak. Bapak sudah makan siang? Sekalian saja ikut kita." ajak Tasya sengaja mau mendekat kan Candra dengan Tiwi.
"Wahh dengan senang hati, tadi saya dari kantor langsung ke sini karena ada kerjaan sedikit tapi mendengar makan siang saya jadi lapar, ayo lah kita berangkat kalau begitu." ajak pak Candra langsung menggendong Raya.
"Ini waktu nya kamu dekat-dekat dengan pak Candra, aku akan mencoba meluangkan waktu untuk kalian." ucap Tasya. Tiwi tersenyum.
Mereka ke restoran kampus yang dekat dari sana.
"Kamu mau makan apa Raya?" tanya Candra.
"Aku mau makan ayam goreng, eskrim dan juga jus om
" ucap Raya Tanpa segan karena Candra sangat pandai mengambil hati raya.
__ADS_1
"Kalian berdua mau mesan apa? Pesan sendiri aja yah." ucap Candra. Tasya dan Tiwi tersenyum karena Candra pilih kasih.
"Cieee giliran Om nya ganteng dan kaya kamu langsung mudah akrab." ucap Tasya.
"Iyah dong mah, kapan lagi aku bisa di gendong om-om tampan dan sangat kaya dan juga baik." ucap raya. Tidak beberapa lama Candra kembali.
"Aku pesan dulu yah, kalian tunggu sebentar yah." ucap Tasya. Sengaja meninggalkan Tiwi bersama dengan Candra.
Dia memesan makanan hanya untuk Tiwi, sementara dia mencari meja yang di bagian depan agar mereka bisa berduaan.
"Loh Tasya kok belum datang yah, padahal cuma memesan makanan doang lama sekali." ucap Candra. Tidak beberapa lama makanan datang.
Candra melihat Tasya tak juga datang.
"Wi titip Raya yah, saya mau mencari Tasya dulu." ucap Candra. Tiwi yang sudah senang hanya ada dia dengan Candra seketika jadi cemberut ketika melihat Candra menyusul Tasya di depan.
"Hufff sangat menyebalkan, seperti nya harapan ku untuk dekat dengan pak Candra adalah sesuatu hal yang mustahil." ucap Tiwi.
"Ayo di makan Sayang." ajak Tiwi pada raya yang Malah bengong melihat nya.
"Kok kamu malah duduk di luar sih?" tanya Candra duduk di samping Tasya.
"Loh kok bapak keluar? Saya di sini karena viu nya lebih enak." ucap Tasya.
"Loh kalau kamu suka di luar dari tadi ngomong dong, kami sudah menunggu lama di dalam, kamu malah makan duluan di luar." ucap Candra. Tasya tersenyum.
Candra pun Makan di meja Tasya. Namun tiba-tiba handphone Tasya berdering.
"Iyah halo kak."
"Halo kamu di mana sayang? Kamu sudah makan siang? Raya bagaimana?" tanya Darel. "Udah kok kak, dia lagi makan bareng Tiwi. Kakak jangan khawatir." ucap Tasya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 😇😇***
__ADS_1