Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 265


__ADS_3

"Jangan berani-berani untuk melanggar semua perjanjian kamu dengan Tante Tima Darel. Dia bisa marah besar." ucap Tania.


"Jangan membawa-bawa Mamah di sini, kamu tidak boleh melarang pun aku mau pergi. Lebih baik kamu mencari kegiatan sendiri dari pada kamu harus mengganggu saya di sini." ucap Darel.


"Aku tidak akan pergi kemana pun aku Akan selalu bersama kamu." ucap Tania. Darel menghela nafas panjang.


"Papah!" panggil Raya dan Stevan.


Darel langsung memeluk mereka berdua yang Berlari ke arah nya.


"Papah sangat merindukan kalian. Bagaimanapun kabar kalian di sini nak?" tanya Darel.


"Baik-baik saja Pah, papah bagaimana kabar Papah? Kenapa papah kelihatan nya sangat kurus?" tanya Raya.


Darel terdiam dia menoleh ke arah Tania. "Papah sedang melakukan diet untuk menjaga pola hidup sehat. Anak Papah makin ganteng dan cantik yah." ucap Darel memeluk mereka lagi.


"Dedek Sudah lahir. Papah tinggal di sini lagi kan? Papah gak Akan kembali ke rumah Nenek lagi kan?" tanya Raya. Darel diam seperti memikirkan untuk menjawab kata-kata Anak nya.


"Kita duduk di sana yok." ucap Darel mengajak anaknya untuk makan dulu.


"Darel kita harus pulang. Aku bosan di sini saja." ucap Tania. namun Darel sama sekali tidak perduli, Tania Pun mengikuti mereka dari belakang.


Dengan sabar dia harus mengikuti mereka terus menerus walaupun Darel mengabaikan diri nya.


Di ruangan Tasya. Dia menangis, Candra mengambil Anak Tasya yang menangis.


"Tasya sudah Jangan menangis lagi, untuk apa kamu menangisi dia lagi?" ucap Candra. Candra duduk di pinggir tempat tidur Tasya.


Karena tangan nya hanya bisa satu mengelus kepala Tasya biar tenang. Tasya menyembunyikan wajahnya.


Candra berusaha untuk menenangkan bayi Tasya.


Tasya sudah mulai tenang Bayi nya juga sudah masuk ke dalam Box nya.


"Kamu baik-baik saja kan Tasya?" tanya Candra. Tasya mengangguk. "Apa kamu mau sesuatu? Saya akan mengambil kan nya untuk kamu." ucap Candra.


Tasya menggeleng kan kepala nya. "Terimakasih banyak, tapi aku ingin sendirian." ucap Tasya.


"Kalau kamu mau menenangkan Fikiran kamu saya tidak akan membiarkan kamu sendirian di sini. Saya akan selalu di samping kamu. Sampai nanti kamu mau berbicara." ucap Candra.

__ADS_1


Tasya menatap wajah Candra. "Aku benar-benar ingin sendiri." ucap Tasya. Candra menggeleng kan kepala nya.


Dia duduk di sofa sambil menemani bayi nya main.


"Oh iya kamu belum menemukan nama yang Cocok untuk anak kamu kan?" ucap Candra.


Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Bagaimana kalau dengan nama Raditya Rafa?" tanya Candra.


Tasya menoleh ke arah Candra.


"Kalau tidak ada nama dari papah nya nama dari kamu tidak masalah." ucap Tasya.


"Apa kamu tidak ingin membuat nama untuk anak kamu sendiri?" tanya Candra.


"Nama yang aku inginkan adalah Raditya saja." ucap Tasya. Candra tersenyum. "Aku melihat nya dari salah satu buku kamu. Maafin aku sudah berani membuka nya." ucap Candra karena Tasya sebelum nya sudah pernah menulis nama itu.


"Aku menambah kan nama belakang nya karena itu nama yang cocok untuk anak laki-laki yang sangat tampan." ucap Candra.


Tasya tersenyum.


"Amin." ucap Tasya. Mereka sedang berbicara asik di dalam namun tiba-tiba Darel dan anak-anak masuk ke dalam. Darel melihat Tasya tertawa bersama Candra dan juga Rafa membuat nya langsung diam.


Tasya melihat Darel datang bersama Tania membuat nya diam. "Mamah." ucap Raya. Tasya tersenyum.


"Kamu gak pergi sekolah nak?" tanya Tasya.


Raya menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak mau mah, Aku ke sini bareng Nenek sama Kakek, tiba-tiba ketemu papah di luar." ucap Raya.


Tasya melirik ke arah Darel. "Humm Kalau Begitu kami permisi." ucap Darel. Tasya hanya mengangguk saja. Namun Saat dia mau pergi tiba-tiba bayi itu menangis.


Darel sudah mau keluar namun mendengar suara tangisan itu membuat nya Balik dan mengendong Anak itu.


"Cup! Cup cup." anak Papah jangan rewel." ucap Darel dia menenangkan Anak nya.


"Apa Kakak tidak mempunyai nama untuk dia?" tanya Tasya. Darel menoleh ke arah Tasya. "Kamu belum memberikan dia nama?" tanya Darel.


"Aku sudah memberikan dia nama namun aku bertanya terlebih dahulu sama kakak sebagai Papah nya." ucap Tasya.

__ADS_1


"Raditya Pratama." ucap Darel. Tasya sedikit kaget karena nama pilihan mereka sama di awal.


"Nama yang bagus." ucap Candra. Akhirnya nama nya adalah Yang di berikan oleh Tasya dan juga Darel usulan Candra tidak di masuk kan.


"Candra paham karena dia juga siapa-siapa bayi itu. "Radit di sini Baik-baik yah, Papah mau pergi sebentar, setelah itu papah kembali lagi." ucap Darel.


Tasya melihat suaminya pergi meninggalkan Radit yang menangis di samping nya.


"Humm boleh saya antar kan Raya dan Stevan pulang? Kasihan mereka terlihat sangat mengantuk sekali." ucap Candra.


Tasya mengangguk dia melihat Candra keluar membawa anak-anak nya.


Tasya memegang kepala nya. Dia melihat ke arah Radit yang anteng tidur sambil minum susunya.


Suster datang memindahkan bayi nya ke dalam Box agar Tasya leluasa bergerak Tampa khawatir Anak nya kenapa-kenapa.


Namun tiba-tiba dia mau ke kamar mandi, dia tidak bisa berjalan sendirian, sementara suster udah pergi dari ruangan nya.


Dia berjalan memaksa kan diri nya sendiri. Cukup menyiksa diri nya namun Dia harus bisa.


Candra selama di perjalanan dia termenung sampai tidak sengaja hampir menyenggol orang lain untung saja raya menyadar kan nya, Darel Sadar dia minta maaf dan melanjutkan perjalanan mereka.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.


"Loh kok sudah pulang saja? Tadi ibu mau kesana, ibu mau membawakan kan ini untuk Tasya." ucap Bu Mita menunjukkan sayur.


"Kelihatan mereka sudah ngantuk dan ingin istirahat. Lagian Adik nya di rumah sakit mau tidur, takut tidak ada yang memerhatikan mereka Bu, jadi saya mengantar kan nya pulang." ucap Candra.


"Oohh terima kasih yah nak. Apa nak Candra masih mau ke rumah sakit?" tanya Bu Tima.


"Seperti nya tidak bu, tapi kalau ibu mau minta di anterin saya akan mengantarkan nya." ucap Candra.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2