Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 186


__ADS_3

"Ibu boleh membenci ku sampai kapan pun itu tidak masalah bagi ku, tapi aku mohon jangan menolak semua kebaikan ku, aku ingin merawat ibu sampai sembuh." ucap Tasya.


"Aku mungkin anak yang ibu benci tapi hanya aku satu-satunya yang ada di sini untuk menjaga ibu. Mbak Amel pasti sangat sedih melihat ibu seperti ini dan kalau Riski tau dia pasti tidak fokus dengan kuliah nya." ucap Tasya.


Dia mengusap kepala Ibu nya, menatap wajah Ibu nya tidak terasa dia menangis.


"Aku ingin sekali saja di perlakukan baik oleh Ibu, di anggap ada oleh ibu." ucap Tasya dia menahan suara tangis nya.


Tasya keluar dari kamar tidak lupa untuk mematikan lampu. Dan ternyata pak Ahmad menunggu Tasya di luar.


"Ayah! Kenapa Ayah tidak masuk saja?" tanya Tasya.


Pak Ahmad tersenyum dia menggeleng kan kepala nya. "Ayah tidak mau Ibu semakin parah karena ayah masuk ke dalam." ucap Pak Ahmad.


Tasya menghela nafas panjang.


"Apa kita harus memaksa ibu ke rumah sakit Ayah? Aku rasa kesehatan Ibu semakin berkurang, tubuh nya sangat kurus dari biasanya." ucap Tasya.


"Kalau Ibu mu mau Ayah dengan senang hati membawa nya ke rumah sakit, Ayah juga tidak mau Ibu mu seperti ini," ucap Pak Ahmad.


"Mungkin kalau Ayah membujuk ibu akan mau," ucap Tasya.


"Nanti ayah coba yah, lebih baik kamu istirahat yah." ucap Pak Ahmad pada Tasya.


Keesokan harinya Tasya dengan Darel berangkat bersama, sementara Anak-anak di Titip pada suster.


"Kabarin nanti kalau sudah pulang yah, kalau kakak tidak bisa menjemput Supir Akan datang." ucap Darel. Tasya tersenyum.


"Kakak juga semangat yah kerja nya." ucap Tasya.


Darel mengangguk. Dia mencium kening Tasya dan setelah Itu pergi.


"Tasya! Ayo." ajak Tiwi. Tasya langsung menghampiri Tiwi.


"Humm penampilan kamu beda banget hari ini." ucap Tasya melihat penampilan Tiwi.


"Aku mau coba berpenampilan beda agar terlihat lebih kekinian, cantik gak?" tanya Tiwi, Tasya mengangguk sambil tersenyum.


"Cantik kok." ucap Tasya.


"Oh iya tadi aku sempat telponan sama Bela," ucap Tiwi.

__ADS_1


"Lalu bagaimana? Apa mereka masih salah paham?"


"Sudah tidak lagi, mereka bahkan sekarang sudah pacaran. Aku cemburu deh." ucap Tiwi. Tasya tersenyum.


"Kamu cari pacar dong." ucap Tasya.


"Huff mana ada yang mau sama aku." ucap Tiwi. Tasya hanya tersenyum mereka pun berjalan ke kantor sama-sama.


Darel baru saja sampai di kantor.


"Ajeng tolong bawa dokumen yang harus saya revisi lagi ke ruangan saya, jangan lupa lihat jadwal saya hari ini." ucap Darel.


"Baik Pak." ucap Ajeng. Darel masuk ke dalam Ruangannya.


Namun dia kaget karena Mamah nya menelpon.


"Mamah! Ada apa Mamah nelpon?" batin Darel karena tidak biasa nya ibu nya menelpon.


"Halo Mah, apa kabar?"


"Alhamdulillah baik-baik saja Kok, kenapa lama sekali kamu menjawab telepon dari Mamah?" tanya buk Tima.


"Maaf Mah aku tadi sedang bekerja." ucap Darel.


Darel menghela nafas panjang.


"Baik Mah aku minta maaf, aku tidak akan mengulangi nya lagi. Tumben sekali Mamah nelpon di pagi hari ada apa Mah?"


"Apa salah nya Mamah nelpon anak sendiri di pagi hari? Apa kamu merasa Mamah mengganggu kamu?" tanya buk Tima lagi.


Darel harus lebih banyak bersabar.


"Mamah nelpon kamu mau minta penjelasan kamu tentang keputusan kalian di sana, kenapa Clara jadi pulang? orang tua nya sekarang sangat marah pada Mamah dan papah." ucap Buk Tima.


"Aku tidak bisa mengatakan apapun Mah, karena sebelumnya Mamah sama papah lah yang menyetujui perjodohan itu, dan sekarang aku mau teguh di pendirian ku." ucap Darel.


"Kamu benar-benar tidak memikirkan perasaan mamah sama papah." ucap buk Tima.


"Bukan seperti itu Mah, aku hanya akan melakukan apa yang benar, selama ini aku tidak bisa berbuat apa-apa karena aku takut melawan pada kalian, namun tidak mungkin aku mengorbankan pernikahan ku." ucap Darel.


"Mamah tidak setuju dengan pernikahan kalian dari awal, ini semua karena almarhum istri kamu." ucap buk Tima.

__ADS_1


"Jadi sekarang Mamah mau seperti apa lagi? Mamah membenci Tasya?"


"Mamah tidak membencinya tapi Mamah hanya ingin orang melihat keluarga kita tidak dengan sebelah mata. Mereka akan berfikir aneh-aneh tentang hubungan kamu dengan Tasya."


"Mamah yang berfikir aneh-aneh Mah, aku tidak perduli dengan tanggapan mereka, aku bahagia dengan pilihan ku." ucap Darel.


"Huff jangan salah kah Mamah dan papah kalau keluarga Clara tidak lagi bekerja sama dengan kita." ucap Buk Tima dan mematikan sambungan telepon.


Darel menghela nafas panjang. ."Huff tidak kunjung selesai masalah seperti ini." ucap Darel mengusap kepala nya.


"Permisi Pak, ini yang Bapak Minta." ucap Ajeng meletakkan dokumen permintaan Darel.


"Apa saja jadwal saya hari ini?" tanya Darel.


"Pagi ini karyawan akan mengadakan diskusi bersama dengan Bapak, jam sebelas siang Bapak harus menunggu klien kita yang mau bertemu dengan Bapak. Dan sore nanti bapak ada Meeting di Hotel XXX." jelas Ajeng.


"Baiklah kalau begitu terimakasih. Tolong buat kan saya Kopi." ucap Darel.


"Baik Pak." Ajeng langsung keluar dan tidak beberapa lama kembali membawa kopi untuk Darel.


"Silahkan di minum Pak." ucap Ajeng.


"Oh iya tolong semua ini di kerjakan yah, saya butuh cepat Besok pagi." ucap Darel memberikan beberapa tumpukan map-map pada Ajeng.


Ajeng hanya bisa menerima nya.


"Ajeng saya mau bertanya sesuatu boleh?" tanya Darel. Ajeng mengangguk walaupun sebenarnya dia penasaran parah.


"Iyah pak, bisa." jawab Ajeng.


"Silahkan duduk." ucap Darel. Ajeng pun duduk di depan Darel.


"Sebelum nya kamu pernah cerita kan kalau orang tua kamu tidak setuju dengan hubungan kalian berdua, sekarang bagaimana?" tanya Darel.


"Humm masih tetap sama, kami berkencan secara diam-diam, dan kalau ibu sama ayah tau mereka akan marah." ucap Ajeng.


"Alasan nya kenapa?" tanya Darel lagi.


"Humm orang tua saya terlalu gila dengan jabatan Pak, mereka tidak akan pernah setuju saya berhubungan dengan karyawan biasa. Kata nya akan memperburuk nama baik keluarga." ucap Ajeng. Darel terdiam.


...----------------...

__ADS_1


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya biar, author tambah semangat lagi. Terimakasih 🙏***


__ADS_2