
"Kak aku pinjam ponsel kakak dong." ucap Tasya.
"Untuk apa?" tanya Darel.
"Udah sini aja, kepo banget sih." ucap Tasya langsung mengambil dari saku Darel.
"Tumben-tumbenan banget sih." ucap Darel.
"Udah diam saja." ucap Tasya sambil mengambil jari Darel untuk membuka ponsel.
Tasya penasaran Siapa yang mengirimkan pesan pada Suami nya dan juga foto nya bersama Candra. "Nomor yang tidak di kenal." batin Tasya. Dia menyamakan nomor Tiwi dengan nomor itu namun salah, namun tiba-tiba Tasya mengingat kalau Tiwi mengunakan dua nomor dia mencocok kan lagi ternyata sama, seketika dia menghela nafas panjang dan memberikan ponsel pada suami nya.
"Kamu kenapa sayang? Tadi wajah nya biasa saja, sekarang sudah cemberut aja." ucap Darel. Tasya tetap diam.
Darel menatap istrinya kebingungan.
"Kamu kalau ada masalah cerita sama kakak, Jangan di pendam sendiri." ucap Darel, tapi Tasya hanya menggeleng kan kepala nya saja.
"Ya udah kalau gak mau cerita tapi jangan cemberut gitu dong, kamu lapar? Kamu mau makan apa lagi?" tanya Darel. Tasya tetap diam.
"Seperti nya kakak salah yah? Kakak minta maaf yah, lagian kamu cek ponsel kakak untuk apa? Kakak tidak Akan selingkuh." ucap Darel.
"Bukan itu kak, ternyata yang mengirimkan foto itu sama Kakak adalah Tiwi. Waktu itu dia juga ikut namun tiba-tiba pergi duluan saat mau pulang." ucap Tasya.
"Dari mana kamu tau? Kakak menyimpan nomor nya sementara yang mengirimkan foto itu nomor yang tidak di kenal." ucap Darel.
"Nah itu dia kak, dia mempunyai nomor dua." ucap Tasya.
"Kenapa dia berusaha menfitnah kamu seperti itu? Apa jangan-jangan kamu sama dia bertengkar?" tanya Darel.
"Enggak Kak, kami tidak pernah bertengkar sama sekali namun sudah beberapa hari ini dia mendiam kan aku." ucap Tasya. "Menurut kamu karena apa? Padahal kalian sangat lah dekat." ucap Darel.
"Apa karena aku dekat dengan pak Candra dia cemburu? Tapi dia pernah bilang kalau dia tidak terlalu menyukai pak Candra." ucap Tasya.
"Nah itu bisa jadi, mungkin dia gengsi atau malu mengakuinya." ucap Darel, Tasya menghela nafas panjang.
"Tapi gak seharusnya seperti ini juga kak, dia hampir saja merusak hubungan aku dengan kakak." ucap Tasya.
"Kalau sudah Cemburu orang akan melakukan apapun untuk membalas rasa kesalnya." ucap Darel.
__ADS_1
"Padahal aku tidak berniat apa-apa, dia juga tau kalau aku sudah punya suami bahkan aku dengan pak Candra sudah dekat dari dulu." ucap Tasya.
"Besok kalian bicarakan baik-baik yah, kalau Kalian tidak menyelesaikan nya pasti pertemanan kalian rusak." ucap Darel.
"Dia dong yang harus mengajak aku berbaikan kak, dia yang mengambil foto kami diam-diam dan mengirim nya pada kakak dan setelah itu mendiam kan aku." ucap Tasya.
Darel mengelus kepala Tasya.
"Percayalah seseorang yang minta maaf duluan bukan berarti dia salah, itu Artinya dia bertanggung jawab dia mengalah demi sebuah pertemanan." ucap Darel.
"Ya udah besok deh, tapi aku tidak yakin kalau dia akan merespon ku dengan baik." ucap Tasya..
"Kalau dia tidak mau minta maaf juga sama kamu, ya sudah biarkan saja dia, itu artinya dia tidak mempunyai hati sama sekali." ucap Darel.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah.
"Mamah, Papah akhirnya datang juga, ayo segera bertemu Nenek." ucap Raya.
Tidak masuk ke rumah mereka pun akhirnya pergi kerumah sakit, sesampainya di Rumah sakit mereka membeli beberapa makanan dulu baru naik ke atas.
"Hay nenek." Ucap Raya langsung masuk. Dan ternyata Riski sama Ayu Masih di dalam.
"Loh kamu masih di sini yu?" tanya Tasya pada Ayu. Ayu mengangguk sambil tersenyum.
"Nenek kapan pulang ke rumah? Apa Nenek tidak Bosan di sini? Di sini sangat dingin dan juga Bau Obat." ucap Raya naik ke tempat tidur.
"Nanti kalau Nenek sudah sembuh, temenin aku sama Adik main-main yah." ucap Raya. Buk Adel tersenyum sambil mengangguk.
"Darel, buk Tima apa tidak datang ke Indonesia? Dia berjanji akan datang menjenguk ibu." ucap buk Adel.
"Mungkin mereka masih sangat sibuk Buk, mungkin Minggu depan mereka Akan datang." ucap Darel.
"Oohh begitu yah nak." ucap buk Adel.
Darel mengangguk.
"Buk dua hari lagi kami ijin mau ke Bandung dulu yah buk, ada acara teman Tasya di sana." ucap Darel..
"Apa kalian semua pergi?" tanya buk Adel.
__ADS_1
"Aku di sini kok buk, ibu jangan khawatir yah." ucap Riski.
"Maksud ibu apa kamu akan membawa anak-anak juga?" tanya buk Adel.
"Iyah Buk, tidak mungkin mereka Tinggal, mereka juga tidak akan mau tinggal." ucap Darel.
"Ibu jangan khawatir, kamu hanya pergi beberapa hari saja buk, kami segera pulang." ucap Tasya.
"Gak apa-apa kok, ibu hanya khawatir bagaimana dengan pekerjaan kalian nanti." ucap buk Adel.
Tasya dan Darel tersenyum.
"Tumben sekali ibu khawatir tentang pekerjaan kami? jangan di pikirkan buk, semua nya baik-baik saja." ucap Tasya.
Buk Adel seperti nya sedang tidak fokus sehingga membahas soal yang lain.
"Apa kata dokter tentang kesehatan Ibu tadi Dek?" tanya Tasya pada Riski.
"Belum ada kemajuan mbak, malah ibu sangat sulit untuk bergerak sekarang." ucap Riski. Tasya menoleh ke arah buk Adel.
"Ibu sebenarnya memikirkan apa sih buk? Apa yang membebani fikiran ibu sehingga membuat keadaan ibu sangat buruk." ucap Tasya.
Buk Adel menggeleng kan kepala nya.
"Ibu cerita kan saja buk, mungkin dengan cara itu Ibu bisa lega, ibu menghilangkan semua beban yang ada pada pikiran ibu." ucap Tasya.
"Iyah buk, coba cerita apa yang sebenarnya terjadi, kami sama sekali tidak paham." ucap Riski memegang tangan Ibunya.
Buk Adel seperti orang gugup dia jadi kebingungan dia menatap wajah Tasya dengan Riski.
"Ibu hanya tidak ingin kalian kecewa nak, ibu takut menceritakan nya." batin buk Adel. "Kamu akan selalu ada untuk ibu, apa ada seseorang yang menganggu ibu?" tanya Tasya. Buk Adel menggeleng kan kepala nya.
Tasya dan Riski terus memaksa buk Adel untuk menceritakan semua nya, namun tiba-tiba kepala buk Adel pusing...
...----------------...
Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
. Like komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏