Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 87


__ADS_3

"Yah Kak mana bisa gitu! Lihat kami semua sudah siap-siap bahkan sudah mencari bunga yang sangat banyak, pakaian kami juga sudah siap, Bibik dan suster ikut juga." ucap Tasya langsung.


Darel melihat ke arah bunga dan semua orang sudah siap-siap ternyata.


"Aku pikir berjiarah lebih penting dari pada kerjaan kakak yang itu!" ucap Tasya.


"Ini sangat penting." ucap Darel.


"Kakak tega banget mengecewakan anak-anak kak." ucap Tasya.


"Huff baik lah kita jadi berangkat, kakak akan membatalkan ini dulu." ucap Darel Membuka handphone Nya dan seperti membalas pesan.


Tasya yang sudah tau hanya bisa tersenyum girang karena suami nya memilih untuk pergi dengan mereka.


Darel mengirimkan pesan langsung di baca oleh Sinta dan ternyata langsung di telpon oleh nya.


Darel berjalan keluar untuk menjawab telepon.


"Halo!" ucap Darel.


"Kamu apa-apaan sih rel? Kita sudah sepakat hari ini mau jalan-jalan bareng. Aku juga sudah siap-siap!" ucap Sinta marah.


"Aku minta maaf. Tapi aku sudah terlanjur janji untuk Jiarah hari ini bersama anak-anak." ucap Darek.


"Ya udah kalau begitu aku juga ikut! Aku tidak mau tau!" ucap Sinta.


"Aku juga belum ada jiarah ke makam almarhum istri kamu!" ucap Sinta.


"Ya sudah kalau begitu aku tunggu kamu yah." ucap Darel. Sinta tersenyum sambil menginyakan.


"Ayo kita berangkat kak." ajak Tasya yang sudah menggendong Stevan.


"Tunggu sebentar yah Sinta kata nya mau ikut. Dia juga mau kesana." ucap Darel.


Tasya menarik nafas dan membuang Nya dengan cepat.


"Ngapain dia Malah ikut sih!" batin Tasya.


Alhasil mereka menunggu.


Tidak beberapa lama Sinta datang. Tasya melihat penampilan Sinta Membuat nya tersenyum meledek.


"Maaf yah Rel aku lama, kalian pasti nunggu nya lama!" ucap Sinta.


"Udah gak apa-apa kok, ayo kita berangkat." ajak Darel.


"Aku gak apa-apa kan pakai pakaian seperti ini, soal nya aku buru-buru." ucap Sinta.


"Humm biar aku minta tolong sama Bibik cariin baju Amel untuk kamu." ucap Darel.

__ADS_1


"Bik Tolong ambil kan yah." ucap Darel. Bibik langsung mengangguk


"Raya cantik! Apa kabar sayang?" tanya Sinta Namun tiba-tiba Raya langsung menghindar bersembunyi di belakang Tasya.


"Stevan! Ayo sama Tante yok." ajak Sinta.


"Kamu tukar pakaian dulu." ucap Darel dengan lembut pada Sinta.


Sinta tersenyum sambil mengangguk.


"Hufff manja sekali!" ucap Tasya.


Setelah selesai mereka pun berangkat.


Namun Tasya mau duduk di kursi paling depan di dorong oleh Sinta dia Langsung menerobos masuk ke dalam mobil tepat duduk di samping Darel yang menyetir.


"Sudah gak apa-apa non Duduk di sini saja sama kita." ucap Bibi tau kalau Tasya sedang kesal.


Darel seperti tidak memperdulikan nya dia malah sangat asik di depan berbicara dan Stevan juga sudah di pangkuan Sinta.


"Bibi pergi saja dengan mereka, aku akan membawa mobil sendiri." ucap Tasya.


"Kalau begitu Bibik sama suster ikut non Tasya saja." ucap Suster lagi.


Mereka pun tidak jadi masuk, Raya di bawa oleh Tasya.


"Loh kok gak jadi masuk sih?" ucap Darel melihat mereka masuk ke dalam mobil Tasya. Darel turun dari mobil nya menghampiri Tasya.


"Bukan itu lebih bagus? kakak bisa berduaan dengan mbak Sinta." ucap Tasya langsung menutup pintu.


Di dalam mobil Stevan Malah menangis. Sinta berusaha menenangkan nya namun Stevan sangat rewel.


"Bubu..bubu.." ucap Stevan sambil menunjuk mobil Tasya.


"Dia kenapa?" tanya Darel yang baru saja datang.


"Gak tau! Tiba-tiba saja menangis." ucap Sinta.


"Kamu tenangin dulu yah, Tasya sama Raya naik mobil sendiri." ucap Darel.


Mereka pun Mengikuti mobil Tasya dari belakang.


Stevan tak kunjung diam sehingga membuat kedua nya pusing.


"Non Tasya gak suka yah sama mbak Sinta?" tanya Bibik. Tasya mengangguk kan kepala nya.


"Selama aku tidak pulang Dia ada ke rumah?" tanya Tasya.


"Humm setelah non pergi dia datang dan juga menginap di rumah." ucap Bibik.

__ADS_1


"Huff aku tidak salah duga lagi kalau mereka memiliki hubungan yang spesial." ucap Tasya.


"Seperti nya seperti itu sih Non, tapi mbak Sinta benar-benar sangat keganjenan." ucap Bibik.


"Dulu dia yang meninggal kan Pak Darel karena pria lain, sekarang malah dekat-dekat karena Pak Darel tajir. Bahkan kemarin pak Darel habis beliin tas branded untuk Mbak Sinta." ucap Bibik.


"Maksud bibik apa?" tanya Tasya.


"Sebelum pak Darel menikah dengan Bu Amel dia juga sempat pacaran dengan Teman Bu Amel yaitu mbak Sinta mereka cukup lama menjalin hubungan sekitar setahun lebih gitu." ucap Bibik.


Tasya terdiam.


"Kalau mereka benar-benar mempunyai hubungan dulu tidak heran kalau sekarang CLBK lagi." ucap suster.


Tasya tetap diam seperti memikirkan sesuatu, entah mengapa kata-kata suster mengenai CLBK Membuat merasa ketakutan.


"Non Tasya baik-baik saja kan?" tanya Bibi pada Tasya yang hanya diam saja.


"Iyah Bik aku baik-baik saja kok." ucap Tasya.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai.


Stevan langsung pada Mamah nya. mereka berdua memegang tangan Tasya sambil berjalan ke arah makam Amel.


"Assalamualaikum Kak. Keinginan kakak sudah aku kabulkan untuk membawa anak-anak kakak datang ke sini melihat kakak. Maafkan aku telat membawa mereka ke sini." ucap Tasya.


"Raya! Stevan! ini adalah makam Mamah Amel." ucap Tasya.


"Mamah! Aku datang mah, Mamah Kenapa gak bangun? Aku sudah datang aku sangat merindukan Mamah." ucap Raya. Darel jongkok di samping Raya yang menangis.


"Kakak yang tenang yah di sana! Kami selalu mendoakan yang terbaik untuk kakak." ucap Tasya.


Tasya Tidak bisa menahan air mata nya sehingga Raya dan Stevan juga menangis.


Bibik dan suster juga ikut menangis. Sementara Sinta yang melihat semua orang sedih dia pun memaksa kan diri nya untuk menangis.


Setelah selesai menaburkan bunga dan juga membasuh wajah dengan Air bawaan mereka tadi. Saat nya membaca doa.


Mereka semua mengelilingi makam itu. Darel yang terlihat sangat Sedih Sinta mengelus punggung nya.


Dan setelah selesai jiarah Tasya meninggalkan Darel dan Sinta di sana. Dia menggendong Stevan dan memegang tangan Raya dia benar-benar sangat kesal melihat kedekatan Darel dengan Sinta.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2