
Tasya menatap Darel.
"Kenapa menatap kakak Seperti itu?" tanya Darel. Tasya menggeleng kan kepala nya.
"Oh iya nanti sore kamu di jemput sama supir yah, kakak telat pulang." ucap Darel sambil menatap wajah Tasya.
"Gak apa-apa kok, aku minta anterin sama teman ku." ucap Tasya.
"Siapa? Apa itu Pria?" tanya Darel. Tasya menggeleng kan kepala nya.
"Aku yakin pasti wanita gemuk yang berbadan pendek itu, aku percaya pada nya, kakak tidak Masalah kamu pulang dengan dia." ucap Darel.
Di sore hari Tasya sedang menunggu Tiwi mengeluarkan mobil dari parkiran.
"Ayo buruan naik!" ucap Tiwi, Tasya berlari masuk ke dalam mobil duduk di samping Tiwi.
"Beri tahu jalan ke rumah kamu!" ucap Tiwi.
"Ayok jalan saja, nanti kalau ada jalur dua kita putar ke balik." ucap Tasya.
Sesampainya di rumah Tiwi menggeleng kan kepala nya tidak menyangka kalau rumah Tasya sebesar itu.
"Rumah kamu sangat besar Tasya!" ucap Tiwi.
"Huff ini rumah kakak ipar aku. Aku di sini hanya menumpang saja." ucap Tasya.
"Dia kan sudah jadi suami kamu? Kenapa kamu mengatakan hal seperti itu?" tanya Tiwi.
"Lebih baik kita masuk deh entar kamu paham sendiri." ucap Tasya. Mereka pun masuk.
"Assalamualaikum!" salam Tasya.
"Walaikumsalam! Mamah! ucap raya berteriak dan berlari ke arah Tasya.
Tiwi hanya bisa terdiam. Raya memeluk Tasya dan Tasya menggendong Stevan.
"Mamah pulang sama siapa?" tanya Raya melihat Tiwi.
"Kenalin ini namanya Tante Tiwi, dia adalah teman mamah di tempat kerja." ucap Tasya.
Tasya dengan sopan menyalim tangan Tiwi yang gembul di ikuti oleh Stevan.
"Nama aku Raya Tante dan ini adik ku namanya Stevan." ucap Raya.
"Waahh cantik sekali dan sangat pintar, senang bisa kenalan sama kalinya." ucap Tiwi mencubit pipi Raya.
"Tante Tiwi jangan jauhi Mamah karena sudah punya Anak yah, Mamah jarang punya teman wanita hanya karena Papah." ucap Raya.
Tiwi menoleh ke arah Tasya.
__ADS_1
"Kak Darel sangat posesif, aku juga memang sangat jarang memiliki teman perempuan." ucap Tasya.
Mereka pun masuk.
"Raya sama Stevan kalau mau main sama Suster gak apa-apa kok, Mamah mau ngobrol dulu sama Tante Tiwi." ucap Tasya.
"Kamu yakin nih gak apa-apa kamu membawa orang lain ke kamar?" tanya Tiwi.
"Sudah tidak apa-apa! Lagian Ini kamar aku dengan anak-anak kok." ucap Tasya.
"Loh kamu sama suami kamu pisah ranjang? Apa kalian bertengkar di waktu masih pengantin baru?" tanya Tiwi.
"Masuk dulu!" ucap Tasya Tiwi pun masuk.
"Aku dengan kak Darel tidak saling mencintai, kami menikah karena permintaan terakhir kakak ku, dan aku mempunyai tugas dan kewajiban menjaga anak-anak nya." ucap Tasya.
"Oke-oke sekarang aku pahami. Kalau sekarang kamu dengan suami kamu lagi bingung tentang hubungan kalian?" ucap Tiwi.
Tasya mengangguk.
"Kak Darel mengakui kalau dia suka pada ku beberapa bulan lalu namun aku menolak nya, sudah sangat banyak masalah yang kami hadapi." ucap Tasya.
"Tapi kenapa kemarin aku melihat kalian sangat romantis?" tanya Tiwi yang kurang percaya.
"Aku juga bingung dengan perasaanku akhir-akhir ini, kami sudah berbaikan dan menganggap semua nya sudah dan sudah sepakat untuk menjadi kakak Adik. namun semakin ke sini aku tidak tahan melihat nya saat bersama wanita lain. aku merasakan emosi aku tidak suka dia di sentuh oleh wanita lain." ucap Tasya.
Tiwi tersenyum.
"Aku berfikir sih tidak, aku seperti ini karena aku benci mantan kekasih nya sekarang berusaha mendekati kak Darel!' ucap Tasya.
"Ini sungguh saingan yang berat untuk kamu Tasya! Kalau kamu terus mempertahankan gengsi kamu, maka siap-siaplah kehilangan suami kamu." ucap Tiwi.
Tasya terdiam.
"Aku tidak mencintai nya. Aku hanya salut pada kebaikan dan kesabaran nya menghadapi aku." ucap Tasya.
"Kamu berbicara seperti itu namun hati kamu lain. Aku tau itu Tasya jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari." ucap Tiwi.
"Tapi aku belum yakin kalau aku benar-benar mencintai Kak Darel." ucap Tasya.
"Hubungan kalian adalah hubungan yang sedang di sembunyikan, kalau kamu benar-benar tidak memiliki perasaan kamu tidak akan beritahu dan cerita seperti ini." ucap Tiwi.
"Humm coba saja kamu berkencan dengan pria yang kamu bilang senior kami yang kamu sukai dari dulu. Jika saat bersama nya kamu tidak memikirkan suami kamu itu artinya kamu tidak mencintainya, namun jika kamu memikir kan suami kamu bisa jadi kamu mulai mencintai nya." ucap Tiwi...
"Assalamualaikum!" kedua nya langsung menoleh ke arah pintu kamar yang dari tadi terbuka.
Dan ternyata itu adalah Darel.
"Walaikumsalam!" ucap Tasya langsung berdiri.
__ADS_1
"Kakak sejak kapan berdiri di sini?" tanya Tasya.
"Baru saja!" ucap Darel.
"Ini sudah jam tujuh kenapa kamu belum mandi?" tanya Darel melihat Tasya Masih memakai baju kerja.
"Hah! ini sudah jam tujuh? Tasya! Aku harus segera pulang Yah." ucap Tiwi Terburu-buru tidak terasa mereka berbicara sangat Lama.
"Saya permisi Pak." ucap Tiwi pada Darel, Darel mengangguk kan kepala nya.
"Makasih yah Wi sudah nganterin aku pulang." ucap Tasya.
"Sama-sama!" ucap Tiwi dan pergi Tampa menoleh ke belakang.
"Kenapa kamu belum mandi?" tanya Darel dengan lembut menatap wajah Tasya.
"Hummm.. Eeeee... Aku akan mandi, kakak bisa pergi." ucap Tasya langsung menutup pintu.
Tasya langsung ke kamar mandi.
Sementara Darel masuk ke kamar nya sambil senyum-senyum sendiri.
"Apa mungkin kalau aku mencintai kak Darel? Jantung ku berdetak cepat saat dekat dengan nya." ucap Tasya berdiri Depan cermin kamar mandi.
Beberapa menit kemudian Tasya sudah selesai mandi Pintu kamar di ketuk dia meminta orang tersebut untuk masuk saja.
"Kak Darel!" ucap Tasya melihat Darel masuk.
"Ini untuk kamu!" ucap Darel memberikan Paper bag di atas meja tepat di depan Tasya.
"Apa ini kak?" tanya Tasya.
Darel duduk di meja rias tepat di depan Tasya.
"Buka saja dulu!" ucap Darel. Tasya pun membuka nya.
Tasya langsung membuka nya dengan penuh penasaran. Setelah membuka nya dia langsung tersenyum.
"Mukenah?" ucap Tasya pada Darel, Darel mengangguk.
"Mukenah yang kamu pakai adalah milik almarhum kakak kamu, kamu pasti kurang nyaman, ini untuk kamu." ucap Darel.
Tasya tersenyum.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya jika ada saran tulis di kolom komentar ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***