Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 127


__ADS_3

"A-aku di rumah Kak." ucap Tasya.


"Kakak akan segera pulang, kamu jangan kemana-mana."


Darel langsung tancap gas pulang ke rumah.


"Dia sama sekali tidak mengerti cara menghargai pasangan. Bahkan sudah saling berjanji dan dia juga belum paham sama Suami sendiri." batin Darel sangat emosi.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah Darel terkejut melihat ada mertua nya, dia sedikit segan mau marah namun mertua perempuan nya langsung angkat bicara.


"Akhirnya kamu pulang juga nak, kamu duduk dulu!" ucap Bu Adel. Tasya sudah sangat takut dia memegang kedua tangan nya sambil menatap Darel yang sama sekali tidak menatap nya.


"Kamu pasti sudah tau apa yang terjadi di luar tadi kan?" tanya Bu Adel karena dia juga mengirimkan pesan pada Darel.


"Aku bisa jelasin buk, itu tidak seperti apa yang Ibu pikirkan." ucap Tasya.


"Kamu jangan mencoba berbohong lagi! Kamu memang tidak pantas jadi istri Darel dan kamu lebih cocok jadi wanita liar." ucap Ibu nya yang membuat hati Tasya sangat sedih.


"Ibu mau kamu memberikan ketegasan pada Tasya! Sifat kamu berbeda jauh dengan Amel!"


"Kak aku bisa jelasin, itu tidak seperti apa yang kakak fikir kan," Tasya memohon kepada Darel sampai jongkok di kaki Darel.


Namun tiba-tiba Darel berdiri.


"Kakak tidak mau dengar penjelasan kamu, karena semua nya sudah ada di sini." ucap Darel sambil menunjuk kan Video yang ada di ponsel nya.


Tasya kebingungan dari mana Darel mendapatkan Vidio itu sampai membuat nya salah paham.


"Coba dengar kan penjelasan ku dulu kak, Kakak bisa membawa Kak Alex ke sini dan bertanya apa yang terjadi, kami hanya berpelukan karena kak Alex sudah menyemangati aku."


"Siapa yang akan Percaya sama kamu! Kalau dari dasar nya wanita murahan tetap lah murahan." ucap Bu Adel langsung.


"Ada apa ini?" Riski baru saja datang bersama anak-anak dan melihat Tasya menangis berjongkok di lantai.


Dia langsung membantu Tasya berdiri.


"Apa yang terjadi?" tanya Riski.


"Jangan kamu belain mbak kamu yang tidak tau diri, bisa-bisa nya dia bertemu dengan pria lain." ucap Bu Adel.

__ADS_1


Darel tidak mengatakan apapun dia pun langsung pergi ke kamar.


"Kak! Kak aku mohon percaya pada ku."


"Heh! Asal kamu tau yah jangan berharap kamu bisa menggantikan posisi Amel di rumah ini walaupun dia tidak ada dan kamu harus tetap harus sadar diri! membuat malu Saja!" ucap Bu Adel.


"Udah buk! Kenapa Ibu selalu memperbesar masalah kecil, lagian dengar kan penjelasan mbak Tasya dulu!" ucap Riski.


"Penjelasan apa lagi? Sudah jelas mbak kamu sendiri yang gatal memeluk pria yang bukan suaminya."


"Lebih baik ibu pulang sekarang! Biar mbak sama kak Darel mengurus urusan nya sendiri."


Ibu nya seperti tidak mau karena belum puas memarahi Tasya.


"Aku akan mengantar kan ibu pulang, mbak tenang kan dulu hati Mbak." ucap Riski membawa Ibu nya keluar.


"Ingat yah kamu bukan siapa-siapa di keluarga ini." ucap Bu Adel namun Riski langsung membawa keluar.


"Kamu adalah anak Ibu, bahkan masih Ibu yang membiayai kamu namun kamu masih membela Tasya." ucap Bu Adel di dalam mobil.


"Sudah lah buk jangan ikut campur dengan urusan mereka, itu adalah Masalah rumah tangga mereka."


"Bagaimana ibu tidak ikut campur? Ibu tidak pernah setuju dengan pernikahan mereka."


"Seharusnya seorang Ibu, Ibu harus menganyomi, mendukung dan memberikan nasehat pada mereka, bukan malah mengadu domba seperti nya ni."


"Jadi menurut kamu Ibu mengadu domba? Justru Darel berterima kasih karena ibu sudah membongkar rahasia Tasya berhubungan dengan pria lain."


Riski menghela nafas panjang. Dia pun memilih diam mendengarkan Ibu nya terus marah-marah.


Tasya meminta Bibi membawa anak-anak nya ke kamar karena memeluk nya seperti ikut merasa sedih dan takut.


Tasya langsung ke kamar.


"Kak! Buka pintu nya kak, dengar penjelasan ku dulu." ucap Tasya mengetuk pintu namun pintu sama sekali tidak di buka. Tasya menangis di balik pintu sambil jongkok.


"hiks!! hiks!!! hiks!! kenapa semua orang tidak percaya pada ku." batin Tasya memegang kepala nya.


Sementara di dalam Darel juga berdiri di depan pintu mau membuka nya namun perasaan marah nya Masih sangat kuat.

__ADS_1


Dia tidak bisa melupakan di saat Tasya memeluk Alex karena Darel sangat cemburu pada Alex dari awal.


"Maaf kan kakak Tasya! Kita lebih baik seperti ini dari pada aku menyakiti perasaan kamu." ucap Darel.


Karena kalau dia tidak bisa menahan emosi dia bisa melakukan apa saja yang membuat emosi nya hilang dan pasti nya Tasya tersakiti dia tidak mau mengulangi kesalahannya di waktu rumah omah dan Opah.


"Aku mohon dengar kan aku mbak, itu tidak seperti yang mbak lihat." Tasya terus meminta buka pintu sambil menangis.


Tiba-tiba Riski datang dia membantu Tasya berdiri.


"Sudah mbak kangan sedih lagi, suatu saat nanti kebenaran akan datang berhenti memohon pada orang yang tidak pernah percaya." ucap Riski.


Dia sangat tidak terima dengan perlakuan kakak ipar nya.


karena dia sangat yakin Tasya tidak akan melakukan hal seperti yang mereka katakan dia paham saudara nya seperti apa.


"Ibu sama kak Darel tidak percaya sama mbak Ki," ucap Tasya menangis. Riski memeluk nya.


"Aku percaya sama Mbak, kita pergi dari sini jangan menjadikan nya beban." ucap Riski.


Dia pun membawa Tasya ke kamar nya.


"Sudah jangan nangis lagi mbak, percuma mbak menangis."


"Kalau kak Darel tidak percaya itu terserah dia, kalau tentang Ibu dia memang seperti itu. Dari awal dia sudah tidak setuju dengan hubungan ini." ucap Riski.


Tasya terisak-isak. Riski menghapus air mata Tasya.


"Kak Alex sudah tau pernikahan Mbak, dan dia menyemangati mbak. Mbak hanya terharu dan memeluk nya." ucap Tasya Seketika dia menyesal melakukan itu karena Alex benar-benar sangat mengerti pada nya.


Di Tempat lain Alex baru saja di Hajar oleh orang suruhan Darel sampai babak belur namun masih sempat-sempatnya dia menghubungi Tasya menanyakan keadaan nya karena sangat khawatir.


"Semoga saja tidak terjadi apa-apa sama kamu Tasya," ucap Alex berusaha untuk bangun perut dan semua badan nya sakit.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


Biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2