
"Kamu ulang tahun?" tanya Candra, Tasya mengangguk.
"Kalau begitu selamat ulang tahun yah, saya tidak punya kado apa-apa untuk kamu, bagaimana kalau saya traktir kamu makan saja ." ucap Candra.
"Sebelum nya terimakasih banyak pak, tapi saya buru-buru." ucap Tasya.
"Anggap saja ini sebagai hadiah ulang tahun saya untuk kamu." ucap Candra.
"Tuh kan apa aku bilang, Tasya itu akhir-akhir ini dekat sama Pak Candra aku yakin dia memoroti Pak Candra agar bisa membeli mobil dan barang-barang mahal." ucap dosen yang tidak suka pada Tasya.
"Secara Pak Candra kan sangat kaya dia memiliki perusahaan yang besar usaha di mana-mana."
"Mau yah? Terserah mau makan di mana saja." ucap Candra seperti sedikit memaksa.
"Humm tapi saya buru-buru pak. Bagaimana kalau lain kali saja."
"Justru karena hari ini adalah hari ulang tahun kamu ajakan saya sangat bermakna."
"Gimana yah Pak."
"Emang kamu mau kemana?"
"Aku mau menemui saudara ku Pak."
"Mau yah sebentar saja di restoran dekat sini, kebetulan saya belum makan siang."
Akhirnya Tasya mau karena tidak enak hati.
Di ruangan Darel dia melihat jam sudah hampir jam 12 siang.
"Tasya kemana yah jam segini kok belum datang juga."
Dia mencoba menelpon namun Tasya tidak menjawab nya.
"Permisi Pak." sekretaris Darel datang.
"Iya ada apa?" tanya Darel.
"Pihak restauran sudah mengirimkan laporan makan siang sudah di siapkan sesuai permintaan Bapak." ucap Ajeng.
"Baiklah." ucap Darel.
"Humm kalau boleh tau Bapak mau pergi dengan siapa yah?" tanya Ajeng karena tidak biasa nya bos nya memesan resturan khusus seperti itu.
"Dengan is... maksud saya dengan teman wanita saya." ucap Darel.
"Oohhh."
"Oh iya saya mau bertanya sesuatu sama kamu."
"Iyah Pak ada apa?"
Ajeng berdiri tidak jauh dari Darel.
"Menurut kamu saya sudah lama sendiri tiba-tiba mengumumkan Pernikahan apa itu terdengar sangat aneh?"
"Humm cukup aneh sih Pak, karena mendingan Ibu Amel baru meninggal sekitar Enam bulan tiba-tiba Bapak mengumumkan Pernikahan orang-orang akan berfikir negatif."
Darel terdiam.
__ADS_1
"Semua orang yang peduli pada bapak yang mengenal Serta pengusaha-pengusaha besar sudah mengatakan kalau mereka ingin Bapak fokus pada Raya dan Stevan." ucap Ajeng.
"Dan lagi seluruh orang yang di perusahaan ini sangat ingin Bapak untuk tidak menikah lagi."
"Humm kamu benar sekali."
"Tapi itu semua tergantung pada bapak sendiri, kami sebagai pihak lain tidak berhak untuk melarang keputusan Bapak." ucap Ajeng.
Darel diam.
"Apa Bapak berniat akan menikah lagi?"
Darel menatap Ajeng.
"Sudah lah lupakan saja."
Ajeng Menghela nafas panjang.
"Bapak kalau ada sesuatu yang mengganjal Hati Bapak bisa bicara pada saya, saya bisa menjadi pendengar yang baik kalau saya bisa kasih saran saya akan kasih saran." ucap Ajeng.
"Saya sudah percaya dari dulu sama kamu terima kasih sudah mau mendengar kan keluh kesah saya." ucap Darel.
Ajeng tersenyum.
"Assalamualaikum kak, maaf yah aku telat." ucap Tasya yang baru saja datang masuk Tampa mengetuk pintu dan dia terkejut melihat ternyata sekretaris Darel lagi di dalam.
Mereka berdua menatap Tasya.
"Baiklah Pak kalau begitu saya permisi dulu, kalau ada yang penting bisa hubungi saya segera."
"Terimakasih banyak sudah membantu saya." Ajeng mengangguk.
"Sayang kamu kenapa berdiri di depan pintu ruangan aku?" tanya Ajeng pada Pacar nya yang menunggu nya dari tadi.
"Ayo makan siang aku lapar." ajak Roki.
Ajeng tersenyum sambil mengangguk.
"Kamu lama banget di ruangan pak bos, ngomongin apa?" tanya Roki.
"Bahas soal pekerjaan."
"Oohhh tapi tumben-tumbenan yah adik ipar nya datang ke kantor."
"Sudah lah jangan bahas mereka lagi, lagian gak ada untungnya sama kita."
"Tapi kamu tau kan sekarang lagi banyak gosip kalau Pak Darel sedang menjalin hubungan dengan wanita."
"Mereka membicarakan kedekatan Pak Darel dengan mantan kekasih nya. Kak Darel tidak ada hubungan dengan Siapa pun."
"Kamu dari mana saja? dua jam lalu kamu bilang sudah otw ke sini, namun kamu baru sampai sekarang."
"Maaf kak, tiba-tiba atasan ku di kampus ngajak makan siang sebagai pengucapan selamat ulang tahun." ucap Tasya.
Darel menghela nafas panjang.
"Apa kamu sudah makan siang?" Tasya mengangguk.
"Kakak sudah memesan makanan di restauran." ucap Darel. Tasya terdiam.
__ADS_1
Darel mengambil handphone nya menelpon Ajeng.
"Ajeng tolong batal kan makan siang hari ini." ucap Darel.
namun tiba-tiba Tasya menarik handphone Darel.
"Jangan di batalkan aku masih mau makan, aku belum kenyang." ucap Tasya. Darel tiba-tiba tersenyum.
"Huff kamu membuat ku marah tadi namun dengan seperti ini saja aku sangat cepat luluh."
"Karena aku tau Kakak tidak Akan bisa marah lebih lama pada ku." ucap Tasya.
Darel menarik hidung Tasya.
"Ya udah yok kita berangkat." ajak Darel mengulurkan tangannya.
Tasya meletakkan tangan nya di telapak tangan Darel yang besar.
"Tapi kita tidak bisa berpegangan seperti ini keluar kak, aku masuk saja semua karyawan menatap ku dengan tatapan aneh."
"Jangan perduli kan mereka."
Mereka pun keluar namun baru saja keluar lagi-lagi Darel langsung melepaskan tangan nya dari Tasya.
"Pak Bayu!" ucap Darel.
"Haloo!!! Apa kabar kamu?"
Pak Bayu adalah salah satu yang bekerja sama dengan Darel umur mereka hanya beda dua tahun dan mereka sangat akrab.
"Alhamdulillah Baik-baik saja Pak, bapak bagaimana kabar nya?" tanya Darel balik.
"Yah begini lah saya baru saja selesai operasi kemarin, akhir-akhir ini saya sering sakit itu sebabnya kamu kemalangan saya tidak bisa datang."
"Sudah lah pak namanya juga sakit, bagaimana kalau kita berbicara di restoran sambil makan siang?"
"Ide bagus, kebetulan Saya dengan sekretaris saya belum makan siang mengejar waktu agar bisa bertemu dengan kamu."
"Kenalin ini sekretaris saya nama nya Dila."
Wanita muda cantik berbadan tinggi pakaian rapi, dia tersenyum pada Darel.
"Kenalin nama saya Darel, saya sudah bekerja sama dengan bos kamu sangat lama." ucap Darel sambil tersenyum.
"Senang bisa bertemu dengan Bapak, ternyata Bapak jauh lebih Tampan dari pada yang di foto." ucap Dila.
Tasya yang mendengar itu seketika memutar bola matanya apalagi dia sangat kesal melihat cara Dila menatap suaminya.
Kalian pembaca ku yang sangat baik, mampir di cerita baru ku dong tentang anak piatu loh masa gak mau mampir ibarat nya bantu like aja lahπ₯°ππ₯°π
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih π***
__ADS_1