Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 283


__ADS_3

"Ya udah kalau setelah ini ada masalah lagi, ibu harap kamu Sabar, kamu harus ada di pihak suami kamu, membela nya selalu menyemangatinya." ucap Bu Mita.


Tasya tersenyum.


"Pasti Bu." ucap Tasya.


"Bagus lah nak, kalau begitu Ibu dengan Ayah siap-siap mau mengantarkan kan Raya dulu yah, tadi Ibu Sudah bilang sama Bibik untuk mengantar kan makanan Sama kamu." ucap Bu Mita.


Tasya mengangguk. Setelah Ibu nya pergi Tasya bangun Memeriksa ponsel nya.


"Alhamdulilah ya Allah di posisi yang sekarang ini engkau memberikan ibu yang sangat baik kepada ku, Ayah yang sangat perduli." ucap Tasya.


Darel baru saja sampai di rumah nya. "Assalamualaikum Mah." ucap Darel melihat Mamah nya yang duduk di ruang tamu.


Bu Tima melihat Darel langsung berdiri dia mendekati Darel.


"Aku minta maaf Mah. Aku tau mamah di sini dari Tasya." ucap Darel namun Bu Tima langsung menampar wajah Darel.


Darel langsung terdiam.


"Anak kurang ajar! Mamah tidak pernah mengajari kamu kabur seperti ini!" ucap Bu Tima.


"Apa karena perempuan itu? Kamu lebih memilih wanita itu?" tanya Bu Tima.


"Kapan sih mamah berhenti membenci Tasya? dia tidak salah mah, apa yang dia perbuat sehingga mamah dan Papah membenci dia?" tanya Darel.


"Owh kamu sudah membela dia sekarang yah? Kenapa? Apa keluarga nya mengancam kamu?" ucap Bu Tima dengan nada yang sangat marah sekali.


"Mamah jangan pernah menyalah kan keluarga mereka Mah, apa yang telah mereka lakukan sama mamah sehingga Mamah seperti ini?" ucap Darel.


"Mereka tidak pantas menjadi bagian dari keluarga kita. Tasya juga anak haram. Mamah tau kok." ucap Bu Tima.


"Tasya bukan anak haram mah, mamah tidak tau apa-apa." ucap Darel.


"Mamah tidak mau tau, pokoknya secepat nya kamu harus segera menikah dengan Tania, Mamah dan papah sudah malu karena kamu." ucap Bu Tima.


"Aku tidak bisa Mah. Aku tidak mencintai Tania, aku harus kembali kepada Tasya karena aku mencintai dia, anak ku sudah tiga aku tidak akan meninggalkan mereka begitu saja!" ucap Darel.


Tiba-tiba mamah nya menarik kerah baju anak nya.

__ADS_1


"Coba ulangi apa yang kamu katakan? Kamu berani membantah Mamah sekarang?" ucap Bu Tima.


"Aku mohon mah mengerti aku mah, Cucu Mamah juga harus bahagia." ucap Darel. "Mamah tidak perduli. Mamah hanya ingin kamu menikah dengan Tania. Mamah ingin memiliki Besan dari keluarga yang jelas." ucap Bu Tima.


Darel melepaskan tangan mamah nya dari baju nya.


"Aku tidak akan pernah mau menjadi budak mamah lagi, aku tau yang terbaik untuk ku sendiri mah, aku mohon mengerti pada ku kalau Mamah benar-benar mencintai ku." ucap Darel.


"Tidak bisa! Mamah ingin kamu menikah dengan Tania. Segera!" ucap Bu Tima.


"Pikirkan Raya, Stevan dan juga Radit mah, mereka yang akan menanggung imbas nya dari keinginan Mamah ini. Aku minta restu mamah untuk aku dengan Tasya." ucap Darel.


Bu Tima tertawa. "Mamah sudah melahirkan kamu, menjaga kamu sampai dewasa. Dan akhirnya kamu menikah dengan perempuan yang tidak Mamah setujui. Setelah itu kamu menikah lagi dengan Adik nya. Mamah ingin kamu menikah dengan pilihan Mamah." ucap Bu Tima.


"Kenapa Mamah lebih sayang kepada Tania? apa yang telah dia berikan pada Mamah?" ucap Darel.


"Dia adalah wanita yang baik, dari keluarga baik-baik juga." ucap Bu Tima.


"Alasan Mamah sungguh tidak masuk akal. Aku tau yang baik untuk jadi istri ku Mah." ucap Darel.


"Jadi menurut kamu Tasya yang lebih baik untuk kamu?" tanya Bu Tima.


"Kalau kamu tidak menikah dengan Tania Mamah akan bunuh diri saja." ucap Bu Tima sambil mengambil pisau buah yang ada di atas Meja.


"Sadar mah, aku mohon. Ini bukan Jalan keluar nya." ucap Darel. "Mamah tidak berguna lagi untuk hidup. Mamah ingin mati saja." ucap Bu Tima.


Darel sangat takut sekali. "Aku mohon letak kan pisau itu mah." ucap Darel.


"Sekarang pilih kamu menikah dengan Tania atau mamah mati." ucap Bu Tima. Darel terdiam ia sudah sangat berkeringat sekali.


"Mamah belum tau seperti apa Tania. Aku mohon mamah cari tahu dulu seperti apa Tania. sebelum Mamah meminta ku untuk menikah dengan dia." ucap Darel.


"Mamah mengenal Tania sudah lama." ucap Bu Tima.


"Aku akan menikah sama Tania kalau mamah sudah tau seperti apa Tania." ucap Darel.


Tiba-tiba Tania datang.


"Ada apa ini Tante?" tanya Tania yang melihat Bu Tima memegang pisau.

__ADS_1


Bu Mita langsung menurunkan pisau. Tania menatap Darel.


"Aku permisi mah, anak dan istri ku pasti menunggu di rumah." ucap Darel. Dia pun meninggalkan rumah itu.


Bu Tima tiba-tiba duduk dan menangis. Tania memeluk nya.


"Ada apa Tante? kenapa Tante membiarkan Darel pergi begitu saja?" tanya Tania.


Bu Tima hanya diam saja. Setelah itu Tania membawa Bu Tima ke kamar untuk istirahat menenangkan diri nya.


"Maafin aku Mah. Namun pilihan mamah sekarang sudah salah. Aku akan membiarkan kalian menemukan nya sendiri." ucap Darel.


Dia pun mengendarai mobil nya pulang. Di tempat lain di perusahaan Pak Yuda.


"Selamat Sore pak." Ayah nya Tania datang menemui Pak Yuda.


"Bapak di sini? ada yang bisa saya bantu?" tanya pak Yuda.


"Tidak ada kok, saya datang hanya membahas soal Anak kita." ucap Ayah nya Tania.


"Ada apa yah Pak?" tanya pak Yuda.


"Saya sarankan agar anak kita cepat menikah, putri saya sudah cocok untuk menikah. Dia juga sudah dewasa mereka sudah Cocok." ucap Ayah nya Tania.


"Tolong kasih waktu yah Pak." ucap pak Yuda.


"Baiklah saya mengerti. Kalau begitu bagaimana kerjasama kita akhir-akhir? tanggapan bapak seperti apa?" tanya Ayah nya Tania.


Karena mereka sudah lama kerja sama. Bahkan Keponakan Ayah nya Tania yang menjadi sekertaris pak Yuda.


"Seperti biasa Pak. Sangat lancar sekali, saya sangat beruntung bisa bekerjasama dengan perusahaan bapak. Kalau bukan bantuan Bapak mungkin tidak bisa sesukses ini." ucap pak Yuda.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2