
Darel menoleh ke arah Tasya.
"Bagaimana dengan kamu Tasya? apa kamu siap berbicara pada orang tua kita?" tanya Darel.
"Kalau kalian berdua ada di samping aku, aku pasti bisa." ucap Tasya.
Darel menatap Riski.
"Kamu jangan pulang dulu yah Ki, bantu Mbak sama kakak di sini dulu, kamu lihat sendiri Mbak kamu butuh kamu di sini."
"Baiklah ini demi calon Ponakan, aku akan mengundur kepulangan ku." Tasya tersenyum dia langsung memeluk Riski.
"Terimakasih yah dek."
Riski mengelus perut Tasya.
"Akhirnya bertambah satu lagi." ucap Riski.
"Ya udah kalau gitu kakak balik ke kantor lagi yah, makanan yang kamu minta sudah aku bikin di dalam kamu jangan lupa makan." ucap Darel.
Tasya tersenyum sambil mengangguk.
Darel pun pergi meninggalkan Tasya dan Riski.
"Mbak mau masuk ke kelas, kamu tolong bawain barang-barang Mbak yah."
"Emang aku boleh masuk?"
"Boleh kok Lagian mbak hanya sebentar saja." ucap Tasya.
"Oohh ya udah ayok." ucap Riski.
"Tasya! Tasya!" panggil Tiwi. Tasya menoleh ke arah Tiwi.
"Nih ada surat dari kantor untuk kamu!" ucap Tiwi.
"Apa ini?" tanya Tasya.
"Seperti nya surat teguran gitu deh, soal nya kamu tidak datang tanpa ada kabar." ucap Tiwi. Tasya menghela nafas panjang.
"Humm baiklah, terimakasih yah." ucap Tasya. Tiwi mengangguk.
"Keadaan kamu baik-baik saja kan? kamu terlihat sangat pucat." ucap Tiwi.
"Aku baik-baik saja kok, oh iya Pak Candra gak datang yah?"
"Sudah beberapa hari ini dia tidak datang, dia juga sering bertanya kemana kamu, dan dia juga bertanya tentang status kamu masih sendiri atau sudah punya pacar." ucap Tiwi.
"Terus kamu jawab apa?"
"Aku jawab kamu lagi jomblo lah." ucap Tiwi. Tasya terdiam sementara Riski merasa itu bukan urusan nya dia terlebih dahulu masuk ke kelas.
Masuk ke kelas dia melihat Ayu dia langsung tersenyum.
Begitu juga dengan Ayu yang jadi malu-malu, mereka akhir-akhir ini sudah sangat dekat tidak jarang untuk jalan-jalan dan makan bersama.
"Loh kamu gak jadi berangkat pulang ke Surabaya?" tanya Ayu karena Riski mengabari dia akan pulang hari ini.
__ADS_1
"Tiba-tiba ada urusan penting di sini, mungkin empat hari kedepan aku akan pulang." ucap Riski.
"Ekhem-Ekhem!!" Tasya datang dan senyum-senyum melihat Riski dan Ayu.
"Kamu duduk di sudut sana jangan mencoba mengganggu." ucap Tasya pada adiknya. Riski tanpa menolak dia langsung berjalan ke arah sudut Duduk di sana.
"Oh iya jangan hiraukan Adik ibu yang di sudut sana, ayo kita fokus pada pelajaran saja." ucap Tasya.
"Ternyata Bu Tasya sama adek nya sama-sama Tampan dan Cantik yah." ucap perempuan yang duduk di sebelah Ayu.
Riski yang di bilang ganteng sudah sangat kepedean sekali.
Tasya pun menjelaskan di depan sementara Ayu dengan Riski mencuri-curi pandang.
Tidak beberapa lama Tasya dan Riski pulang.
"Kamu sama Ayu pacaran yah?" tanya Tasya.
Riski Menggeleng kan kepala nya.
"Masa Iyah sih? Mbak tau loh kalau kamu sering jalan Sama dia."
"Belum pacaran mbak, hanya dekat saja." ucap Riski.
"Huff kamu sudah punya pacar sebelum nya lebih baik belajar setia!"
"Hanya teman saja Mbak."
"Mbak tidak percaya sama kata-kata pria jaman sekarang, kata nya hanya satu wanita ternyata Tiap Kota ada." ucap Tasya.
Riski tersenyum.
"Bukti nya Kak Darel gak kaya gitu kok."
"Kata siapa? Bahkan dia sendiri yang cerita kalau dia bisa gonta-ganti cewek tiga kali sebulan." ucap Riski. Tasya mendengar itu seketika dia langsung terkejut.
"Itu hal biasa bagi pria tampan mbak. Yang penting kita tidak merusak nya." ucap Riski.
"Humm bagus deh kalau kamu berfikir seperti itu." ucap Tasya..
"Mbak saja yang ketinggalan jaman, teman-teman mbak sudah pada punya pacar namun mbak setia mengidolakan Kakak kelas kakak itu dan sekarang ternyata mbak menolak dia dan memilih kakak ipar sendiri." ledek Riski.
Tasya memukul Riski.." kamu sangat pandai membuat mbak kesal." ucap Tasya.
"Auh. Tangan Mbak sangat sering memukul ku." ucap Riski, Tasya tersenyum.
"Kamu tau mbak di antara senang dan takut sekarang." ucap Tasya.
"Kenapa seperti itu?"
"karena mbak pasti akan Marah."
"Kenapa Mbak khawatir? Mbak tidak melakukan kesalahan." ucap Riski. Tasya hanya menghela nafas panjang. Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah.
"Loh kamu gak jadi pulang Riski?" tanya Bu Tima.
"Tidak jadi Tante seperti nya akan di undur lagi." ucap Riski.
__ADS_1
"Yeiiiiiii!!! Om Riski sama Mamah sudah pulang." Raya dan Stevan berlarian ke arah Tasya.
Tasya tersenyum, dia menyalim tangan mertua nya. Sekarang dia sudah sangat merasa canggung tidak seperti biasanya walaupun Bu Tima bersifat seperti biasa namun Tasya kurang nyaman.
"Humm kamu sudah makan siang? tadi Ibu sama Bibi masak." ucap Bu Tima.
"Udah kok Bu, makasih yah." ucap Tasya, di pun membawa Anak-anak nya ke kamar."
Sampai di kamar dia menelpon suami nya.
"Kakak di mana? Aku sudah sampai di rumah dan sangat tidak nyaman." ucap Tasya.
"Kenapa? Apa yang terjadi?"
"Aku kefikiran dengan orang tua kita kak."
", Sudah jangan terlalu di pikirkan, kamu istirahat saja dulu."
"Kakak kapan pulang?" tanya Tasya.
"kakak belum tau, sekarang kakak harus meeting di luar."
Tasya menghela nafas panjang.
"Tumben-tumbenan kamu seperti ini, kamu mau nitip apa?"
"Aku mau kakak cepat pulang." ucap Tasya.
"Iyah sebentar lagi yah sayang, Jangan marah seperti itu dong.
"Papah! Papah! Panggil Raya.
"Iyah Nak, ada apa?" tanya Darel melihat Raya.
"Papah cepat pulang yah dan bawa jajan." ucap raya.
Darel tersenyum sambil mengangguk.
"Jagain Mamah di rumah yah, mana Adek?"
"Adek lagi di pangkuan mamah." ucap Raya sambil mengarahkan di kamar ternyata Stevan menyandar ke Tasya sehingga terlihat menekan Perut nya.
"Stevan turun dari pangkuan mamah yah, nanti perut mamah nya keimpit." ucap Darel.
"Gak apa-apa kak, biarin aja lah kak, jangan lebay deh perut aku belum ada isi apa-apa." ucap Tasya.
"Justru di usia yang sangat muda janin kamu harus di jaga." ucap Darel. Tasya menduduk kan Stevan di kasur.
"Perut aku sudah tidak keimpit lagi, kakak puas!" ucap Tasya. Darel hanya tersenyum.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***