Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 270


__ADS_3

"Lagian bukan nya kamu sama pak Candra sudah bersama? Kamu sudah menerima cinta nya." ucap Tiwi.


"Aku memang sudah bersama dengan pak Candra, tapi awalnya kami hanya berjanji untuk menjalani nya saja. Aku akan mencoba untuk membuka hati namun nyatanya sampai sekarang aku tidak bisa, aku hanya bisa menganggap dia sebagai kakak laki-laki ku, tidak lebih." ucap Tasya.


Tiwi tersenyum.


"Aku paham kok bagaimana perasaan kamu. Jangan terlalu di paksain karena itu juga tidak baik." ucap Tiwi.


"Aku bingung berbicara pada Candra Tiwi. Ini semua adalah salah ku, awalnya aku berfikir tidak bisa Jauh dari nya karena aku mencintai dia, namun ternyata aku salah." ucap Tasya.


Tiwi tersenyum. "Kalau kamu berbicara langsung pada nya itu justru lebih baik. Agar suatu saat nanti tidak ada salah paham apapun." ucap Tiwi.


"Tapi aku tidak mau aku jadi kehilangan Pak Candra. Aku sangat menyanyangi dia sebagai kakak laki-laki ku yang selalu perduli pada ku." ucap Tasya.


Tiwi menghela nafas panjang. "Jangan membuat seseorang bingung dengan kamu memperlakukan mereka Tasya. Kalau benar kamu tidak mencintai Pak Candra kamu Bisa berbicara langsung pada nya. tidak perlu sungkan atau takut apapun." ucap Tiwi.


"Kamu benar sih, tapi apa kamu yakin kalau Candra tidak Akan marah?" tanya Tasya.


"Aku tidak bisa menebak nya marah atau tidak, tapi aku bisa memastikan kalau dia akan sangat kecewa sekali." ucap Tiwi.


"Karena siapa pun yang melihat perlakuan Pak Candra sama kamu bisa tau kalau dia sangat mencintai kamu." ucap Tiwi.


"Dan di saat di rumah sakit. Dia sangat mengkhawatirkan kamu, namun karena ada Suami kamu dia hanya bisa memantau dari jauh saja. Mungkin dia sadar kalau kamu dengan dia belum ada ikatan apapun." ucap Tiwi.


Tasya diam. "Itu dia yang membuat aku ragu untuk berbicara pada nya Wi, aku takut kalau dia kecewa." ucap Tasya.


"Lebih kecewa lagi kalau dia sadar kalau kamu tidak menganggap nya, kamu tidak mencintai dia seperti kamu mencintai nya." ucap Tiwi.


"Kamu benar juga." ucap Tasya. Tiba-tiba pintu terbuka.


"Pak Candra sudah datang?" ucap Tiwi Berdiri. Candra tersenyum tipis dia tidak datang sendiri melainkan anak laki-laki yang pernah di lihat oleh Tasya di taman.


Sampai sekarang dia belum tau anak itu siapa dan Candra juga telah tidak menceritakan apa pun tentang anak dan perempuan itu.


"Aku keluar buat teh dulu. Kalian berbicara lah." ucap Tiwi. Tasya dan Candra mengangguk.


"Nino kenalin ini namanya Tante Tasya yang sering papah cerita kan, ini dia Dedek yang baru lahir." ucap nya pada Nino.


Nino menyalim tangan Tasya. Dia melihat Radit sambil tersenyum.


"Sebelum nya aku belum menceritakan kan tentang Nino." ucap Candra. Tasya mengangguk.

__ADS_1


"Dia adalah keponakan ku. Dia di tinggal oleh Ibu dan ayah nya bersama dengan orang tua saya. Dan wanita yang kaku lihat hari itu di taman adalah Kakak perempuan saya yang merawat Nino." ucap Candra.


Tasya terdiam. Ternyata dia sudah salah paham pada Candra.


"Aku minta maaf yah sudah salah paham Sama kamu.'' ucap Tasya. Candra tersenyum.


"Kenapa kelihatan nya kamu sangat pucat? apa Kamu sedang sakit?" tanya Candra. Tasya Menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak bisa tidur semalaman karena Radit sangat cengeng, aku tidak tau kenapa tapi dia tidak mau tidur dengan nyenyak." ucap Tasya.


"Oohhh. Mungkin dia kurang Enak badan." ucap Candra. Tasya menghela nafas.


"Itu adalah hal biasa untuk orang yang punya bayi, percaya lah itu tidak akan lama." ucap Candra. Tasya tersenyum.


Tidak beberapa lama Tiwi datang membawa sarapan untuk Tasya, teh untuk Candra.


"Kamu sarapan dulu. Aku akan membawa Radit di mandiin sama Nenek nya." ucap Tiwi. Tasya mengangguk.


Tinggal hanya Candra, Tasya dan Nino di sana.


"Bagaimana perasaan kamu setelah melahirkan?" tanya Candra. "Rasanya sangat plong banget, aku tidak merasakan sakit lagi. Aku bisa bebas bergerak." ucap Tasya.


Candra tersenyum.


Tasya pun lanjut makan.


Dia menawarkan pada Nino namun Nino tidak mau.


"Nino sangat mirip sama kamu, aku berfikir awalnya dia adalah anak kandung kamu." ucap Tasya.


Candra tersenyum.


"Banyak orang yang berbicara seperti itu. Dia juga Anak yang pendiam ketika bertemu orang baru, butuh waktu yang lama untuk menyesuaikan diri. Tapi kamu jangan khawatir dia anak yang baik kok." ucap Candra.


Tasya tersenyum.


"Oh iya Raya sama Stevan mana?" tanya Candra.


"Seperti nya Raya belum pulang sekolah, kalau Stevan mungkin di kamar opah masih tidur." ucap Tasya.


"Oohhh." ucap Candra.

__ADS_1


Tidak beberapa lama Akhirnya selesai makan makan.


"Aku boleh berbicara dengan kamu membahas soal kita nggak?" tanya Candra.


Tasya terdiam sejenak dia jadi sedikit gugup dia pun mengangguk.


"Membahas apa?" tanya Tasya.


"Saya tidak tau apa status kita sekarang. Mungkin sekarang waktunya untuk membahas soal kita." ucap Candra.


Tasya diam.


"Dari awal kamu bilang untuk menjalani nya terlebih dahulu. Sudah sejauh ini, saya bingung dengan keputusan kamu." ucap Candra.


"Aku minta maaf. Tapi aku rasa aku menganggap kamu sebagai kakak laki-laki yang baik, aku sudah berusaha untuk membuka hati untuk kamu, namun nyatanya tidak bisa." ucap Tasya.


Candra langsung diam. "Aku minta maaf." ucap Tasya..


"Apa saya benar-benar tidak memiliki kesempatan untuk membahagiakan kamu." tanya Candra.


"Kamu bisa bersama ku sebagai seorang kakak laki-laki, karena aku sudah menganggap kakak sebagai kakak laki-laki yang baik untuk ku." ucap Tasya.


"Aku belum bisa melupakan masa lalu ku, aku belum move on. Di tambah lagi status antara aku dengan suami ku belum jelas sama sekali." ucap Tasya.


"Apa kamu berfikir untuk kembali lagi dengan suami kamu? Apa kamu Masih mencintai nya?" tanya Candra.


Tasya diam.


"Kamu tidak perlu sungkan untuk berbicara dengan saya, seperti yang kamu katakan kamu bisa menganggap saya sebagai kakak laki-laki kamu. Saya sudah sangat bahagia kalau kamu mengijinkan saya di samping kamu selalu." ucap Candra.


Tasya tersenyum. "Aku berbohong kalau bilang aku tidak mencintai nya." ucap Tasya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2