
"Tidak baik seperti itu pak. Mereka adalah orang tua bapak." ucap Ajeng. "Bapak pasti berfikir kalau istri Bapak Akan membenci bapak kalau membantu orang tua bapak kan?" tanya Ajeng. Darel terdiam.
"Saya yakin Bu Tasya Bukan wanita seperti itu, dia adalah orang yang baik, dia pasti sangat kefikiran tentang orang tua bapak." ucap Ajeng.
"Kamu benar Ajeng." ucap Darel.
"Ya sudah kalau begitu saya permisi Dulu Pak." ucap Ajeng.
Ajeng pun Keluar dari ruangan itu.
"Seandainya Mamah dan papah bisa menghargai Aku, aku mungkin tidak akan membiarkan ini terjadi, namun Mamah sama papah tidak pernah menghargai aku." ucap Darel.
Di sore hari nya Darel baru saja pulang.
"Assalamualaikum." ucap Darel.
"Walaikumsalam kak." ucap Tasya menyambut suami nya.
Darel mencium kening istrinya.
"Radit mana?" tanya Darel.
"Ada di kamar sama Ibu kak." ucap Tasya.
Darel membuat sepatu nya. Dia membuka Jas nya dia menatap istrinya yang menatap nya juga.
"Kenapa?" tanya Darel dengan lembut pada istri nya.
"Kakak yakin mau mengabaikan Mamah? Lebih baik kakak membantu nya. Aku tidak ingin kakak di anggap jadi anak yang tidak mengenang jasa orang tua hanya karena masa lalu saja." ucap Tasya.
"Apa kamu tidak Marah kepada mamah?" tanya Darel. Tasya Menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak bisa marah kepada mertua ku sendiri kak, aku hanya bisa melupakan semua nya, mengikhlaskan apa yang sudah terjadi." ucap Tasya.
Darel terdiam.
"Ibu dan ayah sudah memaafkan Mamah dan papah. Mereka meminta kakak untuk menyusul mereka dan membantu nya, kasihan mereka." ucap Tasya.
"Terimakasih sudah mau memaafkan orang tua kakak." ucap Darel langsung memeluk Tasya.
Tasya pun tersenyum dia membalas pelukan suaminya.
"Sama-sama kak, aku ingin memiliki keluarga yang akur bahagia. Aku ingin juga Kakak sama orang tua Kakak baik-baik saja." ucap Tasya.
Malam nya Darel dan juga Tasya dan orang tua nya membicarakan soal keberangkatan Darel ke Dubai. "Ya udah kalau begitu saya akan berangkat besok pagi ayah, ibu, saya menitipkan Tasya dan anak-anak, saya akan segera kembali." ucap Darel.
"Baiklah nak, kamu jangan mengkhawatirkan mereka. Di sini kamu bisa percaya pada kamu." ucap pak Ahmad.
__ADS_1
Setelah selesai berbicara Darel dan Tasya masuk ke kamar.
"Sus, kamu boleh keluar." ucap Darel pada suster yang di suruh menjaga Radit sebentar.
"Anak papah gak apa-apa kan Papah pergi sebentar. Kamu di sini jagain mamah jangan Buat Mamah kecapean Jangan rewel juga." ucap Darel.
Tasya tersenyum dia juga naik ke kasur.
"Iyah Pah, aku janji." ucap Tasya. Darel tersenyum dia mengelus pipi Radit.
"Kamu jangan nakal yah nak." ucap Darel. "Kakak kerja di luar dulu, kamu tidur kan dulu Radit." ucap Darel, Tasya mengangguk.
Setelah Radit tidur. Tasya memindahkan nya ke dalam Box. "Apa dia sudah tidur?" tanya Darel sambil meletakkan laptop nya di atas Meja.
Tasya mengangguk dia bersandar ke sandaran Kasur.
"Ayo istirahat saja kak, istirahat cukup bisa membuat kakak lebih tenang di perjalanan besok." ucap Tasya.
"Iyah sayang." ucap Darel mencium kening Tasya. Tasya tersenyum. Darel berbaring dan Tasya ikut memeluk Darel.
"Aku tidak tau berapa lama besok kakak di Dubai. Aku rasa tidak akan Cepat, aku pasti akan sangat merindukan kakak." ucap Tasya.
Keesokan harinya Tasya baru saja menyiapkan semua barang-barang suami nya. "Semoga saja kakak di sana sehat selalu. setelah semua nya selesai kakak harus pulang ke sini." ucap Tasya.
Darel memeluk istrinya. "kakak janji. Kamu juga di sini jaga kesehatan yah." ucap Darel. Tasya mengangguk.
"Papah pamit dulu yah." ucap Darel.
"Papah Masih pulang ke sini kan? Papah gak boleh lama-lama di sana." ucap Raya.
"Iyah nak, papah gak akan bohong lagi." ucap Darel.
"Kak Darel mau kembali ke Dubai? ada apa?" tanya Riski. Dia tidak sengaja mendengar percakapan mereka.
"Ibu, Ayah ku pamit dulu yah." ucap Riski menyalim tangan mereka. bergantian menyalim tangan Tasya. Dia melihat Darel dia juga menyalim nya.
Mereka yang melihat itu tersenyum.
"Hati-hati." ucap Tasya. Riski mengangguk dia pun akhirnya pergi.
Setelah itu mereka pun akhirnya mengantarkan Darel ke bandara. Tasya sangat sedih namun ini juga demi kebaikan bersama.
"Ayo Pulang nak, kasihan Radit di rumah." ucap Bu Mita. Tasya tersenyum sambil mengangguk.
Mereka pulang ke rumah.
Di kampus Riski tengah bersantai di kelasnya karena sudah selesai. Dia melihat ponsel nya dia baru tau kalau keluarga kakak iparnya itu terkena musibah.
__ADS_1
"Oohh mungkin kak Darel kembali ke Dubai untuk membantu orang tua nya." ucap Riski.
"Kamu lagi ngapain? Kenapa kelihatan nya sangat serius?" tanya ayu yang berdiri di depan pintu.
"Eh Ayu." ucap ucap Riski.
"Hayo lagi Chatan sama siapa?" tanya Ayu mendekati Riski.
"Enggak ada kok, hanya kau satu-satunya sekarang. Aku hanya melihat berita tentang keluarga kak Darel." ucap Riski.
"Ngomong-ngomong kamu sudah baikan belum? Tidak baik loh mendiamkan orang tua seperti itu. Kamu mempunyai Keponakan banyak, bagaimana mereka nanti kalau Paman nya seperti ini." ucap ayu.
Riski tersenyum.
"Aku hanya ingin melihat seperti apa kak Darel kedepannya, aku sudah bisa melihat kalau dia benar-benar ingin berubah dan akan tegas." ucap Riski.
Ayu tersenyum. "Aku tau kamu pasti memikirkan tentang Mbak kamu, tapi tetap saja kamu tidak boleh seperti ini pada Pak Darel." ucap Ayu.
"Aku akan mencoba lagi." ucap Riski. Ayu tersenyum.
"Aku sangat lapar, aku ingin ke kantin, ayo Makan ke kantin sama-sama." Ajak Ayu. Mereka ke kantin sama-sama.
Namun tidak sengaja bertemu dengan Tiwi.
"Riski.. Akhirnya kita bertemu disini juga." ucap Tiwi.
Riski tersenyum.
"Ayu kenapa kamu bisa di sini?" tanya Tiwi.
"Biasa lah Bu," ucap Ayu. Tiwi tersenyum.
"Ibu sendiri kenapa bisa di sini?" tanya Ayu.
"Oohh ibu tadi ada urusan di sini. Kalian mau kemana? sudah Makan belum? Ajakin ibu Makan sama-sama dong." ucap Tiwi.
"Ya udah Bu sekalian saja dengan kita. Kita juga mau ke kantin kok." ucap Riski.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1