Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 233


__ADS_3

Semua orang Terdiam. Buk Mita juga kaget.


"Aku minta maaf buk, aku sudah berbicara kasar tanpa mau mendengarkan penjelasan ibu. Aku k


menyesal." ucap Tasya.


Buk Mita mengeluarkan air mata nya. "Ibu akan menjelaskan yang sebenarnya." ucap buk Mita.


"Ini semua salah ibu, Maaf kan ibu nak, ibu yang salah seharusnya ibu yang merasakan sakit yang kamu alami." ucap buk Mita.


Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Aku yang minta maaf buk, aku sudah menyalah kan Ibu atas semua yang aku alami, aku minta maaf." ucap Tasya.


Buk Mita memeluk erat-erat putri nya untuk pertama kalinya.


"Kamu tidak salah nak, ibu yang salah, ibu minta maaf pada kau." ucap Buk Mita.


Tasya tidak mau melepaskan pelukannya dari Ibu nya. "Sekarang kamu sudah memaafkan ibu kan nak? Ibu janji tidak Akan pernah meninggalkan kamu lagi." ucap buk Mita.


Tasya mengangguk. "Iyah buk. Aku menyanyangi ibu." ucap Tasya. Darel dan juga pak Ahmad melihat itu tersenyum mereka juga ikut bahagia. Pak Ahmad ikut memeluk anaknya.


Buk Mita melihat Darel hanya tersenyum mereka pun mengajak nya ikut bergabung. "Permisi Mbak Tasya. Buk Adel bangun dan mencari Mbak." ucap suster.


Tasya melihat ke wajah Ibu nya. "Pergilah." ucap buk Mita, dia pun masuk ke dalam.


Dia masuk namun ternyata Buk Mita juga masuk ke dalam.


"Peluk Ibu." ucap buk Adel. Tasya langsung memeluk nya. Setelah itu melepaskan nya.


Buk Adel melihat ke arah Buk Mita. Buk Adel seperti mengode agar Buk Mita dekat pada nya.


"A-aku minta Ma-maaf sama kamu Mita." ucap Buk Adel dengan terbata-bata. Buk Mita memegang tangan Sahabat nya itu.


"Kamu tidak perlu memikirkan itu, aku sudah melupakan nya , aku juga sudah lama memaafkan kamu. Aku juga minta maaf kepada kamu." ucap Buk Mita.


Buk Adel menangis sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Ini salah ku dari awal, aku yang membuat semua nya seperti ini, ini adalah hukuman Untuk ku." ucap buk Adel.


"Kamu harus sembuh Del, kamu mempunyai anak-anak kamu yang menunggu kamu di rumah. cucu dan juga suami kamu." ucap Buk Mita.


Buk Adel menggeleng kan kepala nya.


"Mereka sudah sangat membenci ku, tidak mungkin pulang lagi pada ku." ucap buk Adel.


"Kamu jangan berfikir seperti itu Adel, kamu harus tetap sembuh, kami selalu mendoakan kamu." ucap buk Mita.


Cukup lama berbincang-bincang di Dalam ruangan, buk Adel minta maaf buk Mita juga sudah memaafkan nya dia juga minta maaf karena dia juga sudah salah banyak.


Setelah itu dia keluar meninggalkan Tasya di dalam.


"Ibu pasti sembuh. Aku yakin ibu sembuh, bukti nya sekarang Ibu sudah sadar." ucap Tasya.


"Semoga saja yah nak. Tapi ibu mohon jangan tinggalin ibu. Ibu tidak mau kamu meninggalkan ibu." ucap buk Adel. Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Aku akan selalu di sini untuk Ibu." ucap Tasya. Buk Adel mencium kening putri nya.


"Ibu sangat menyesal sudah berbuat jahat pada kamu." ucap buk Adel.


Tasya dan Juga Ibu, ayah serta suami nya pulang ke rumah karena sudah habis jam jenguk. Buk Adel harus banyak istirahat.


"Kenapa Ibu tidak ikut dengan kita Ayah?" tanya Tasya. Karena Buk Mita membawa mobil sendiri.


"Oohhh rumah dia dengan rumah ayah lain arah." ucap Pak Ahmad. "Loh bukannya ibu tinggal dengan Ayah?" Tanya Tasya.


"Enggak nak, Ibu mu datang ke rumah hanya di saat-saat tertentu saja." ucap pak Ahmad..


"Apa Ayah tidak ingin balikan lagi pada Ibu?" tanya Tasya.


"Huss kamu ngomong apa sih? Kalau Ibu kamu tau dia pasti marah." ucap pak Ahmad memaksudkan buk Adel.


"Siapa bilang Ibu Akan marah? dia janji tidak Akan marah lagi pada ku, dan dia juga yang bilang kalau sebaiknya ayah menikah Resmi dengan ibu. Ibu sama sekali tidak masalah di madu." ucap Tasya.


"Ayah sama sekali tidak kefikiran ke sana, lebih baik kamu pulang karena kamu lagi hamil muda pasti harus banyak istirahat." ucap Pak Ahmad.

__ADS_1


"Humm baiklah Ayah." Akhirnya mereka pulang.


Tasya sepanjang perjalanan Tersenyum.


"Bagaimana perasaan kamu sekarang sayang!" tanya Darel pada istri nya. "Rasanya lega banget kak, aku sangat bahagia, aku bertemu dengan ibu kandung ku dan juga ibu baikan Sekarang Riski sebentar lagi sampai di Pekanbaru, aku sangat senang." ucap Tasya.


Darel tersenyum. "Kakak juga ikut bahagia kalau istri kakak bahagia. Yang terpenting sekarang adalah kamu harus menjaga hubungan ini dengan baik." ucap Darel. Tasya mengangguk.


"Aaaaaaa!!! Terimakasih ya Allah." ucap Tasya berteriak. Darel tersenyum. "Oh iya omah mau datang juga ke Pekanbaru kata nya, kakak lupa Ngabarin kamu tadi, dia menghubungi kamu, tapi tidak bisa." ucap Darel.


"Aku sengaja kak, karena aku sudah bertanya beberapa kali tentang ini pada Omah, tetap saja Omah tidak mau jujur." ucap Tasya.


"Tidak boleh seperti itu sayang, omah tidak memberi tahu kamu mungkin ada Alasan. Seperti dia tidak ingin ikut campur, atau mungkin Ayah sama ibu kamu menyuruh nya untuk tidak memberi tahu agar kamu tidak kefikiran." ucap Darel.


"Bisa jadi sih kak, tapi tetap saja aku marah." ucap Tasya.


"Yakin mau marah sama Omah kamu?" tanya Darel. Tasya diam.


"Tidak baik seperti itu, kualat." ucap Darel. Tasya memukul Darel. "Huff aku akui aku hanya ingin kejujuran saja, tapi seperti yang kakak bilang aku tidak bisa marah pada orang yang sudah merawat ku dengan baik sampai bisa seperti sekarang." ucap Tasya.


Darel tersenyum dia mengelus kepala istri nya.


"Humm kamu memang istri kakak yang sangat baik dan cantik dan juga sangat pintar." ucap Darel, Tasya tersenyum.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.


"Loh itu bukan nya mobil Tiwi? Kok bisa ada disini?" ucap Tasya. Mereka turun dari mobil dan ternyata Tiwi sedang ada di dalam bermain dengan anak-anak nya.


"Mamah pulang, Papah juga pulang." Mereka berdua berlari memeluk kedua orang tua nya itu. "Humm Kalian seperti nya sangat merindukan mamah sama papah walaupun hanya beberapa jam keluar." ucap Tasya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya, jika ada saran tulis di kolom komentar ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2