Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 111


__ADS_3

"Maaf yah ibu belum bisa datang lihat kamu ke rumah Darel, kamu datang ke rumah aja yah."


"Tapi Bu."


"Ibu Sudah masak makanan kesukaan kamu. Ibu tunggu.


Riski sedikit keberatan karena dia rencana nya Besok mau ke sana akhirnya dia pun menginyakan tidak ingin membuat Ibu nya kecewa.


"Huff gagal deh, lebih baik turutin kemauan ibu Dulu deh." ucap nya kembali keluar.


Dia menghubungi Tasya mengabari kalau dia Akan kembali ke rumah orang tua nya.


"Kamu nelpon siapa?" tanya Darel pada Tasya yang berdiri di depan pintu.


"Riski Kak, dia mau ke rumah Ibu sama Ayah sekarang dan dia hanya ijin saja."


"Oohh ya ayo masuk." Tasya mengikuti Darel masuk.


"Assalamualaikum Bik, anak-anak mana?" tanya Tasya.


"Walaikumsalam Non Tasya, Bapak. Mereka sedang tidur siang di kamar anak-anak Non." jawab Bibik.


"Kakak duluan ke kamar yah." ucap Darel dan pergi.


"Ada masalah apa Non kenapa tumben sekali pulang cepat dan bersama sama bapak, Bibik jadi khawatir." ucap Bibik.


"Tidak perlu khawatir Bik, ini hari Sabtu jadi tidak terlalu padat jadwal nya. Masalah CCTV ternyata CCTV nya lagi rusak."


"Huff bagus lah, kalau begitu Bibik bisa lega." ucap Bibik.


"Kelihatan nya Bibik sangat trauma, apa pernah sesuatu terjadi dulu?" tanya Tasya.


"Non Tasya harus tau ini agar jadi pelajaran juga dan kita harus lebih hati-hati."


"Ada apa bik?"


"Dulu waktu Almarhum Bu Amel mengandung anak pertama dia dekat dengan Pria lain dia membawa nya ke rumah, Bapak tau kalau ternyata istri nya membawa pria lain namun awalnya tidak keberatan. Namun sudah Lama hubungan Ibu dengan pria itu semakin sering juga pria itu datang Bapak pun mulai curiga diam-diam dia pulang cepat dari kantor dan melihat Bu Amel sedang berciuman dengan Pria itu." ucap Bibik.


Tasya mendengar itu sangat terkejut dia menutup mulutnya syakhing tidak menyangka.


"Hubungan bapak dengan Ibu tidak baik dari mulai saat itu, kalau bukan karena Hamil pada saat itu mungkin Sudah Berpisah." ucap Bibik.


"Ini memang tidak baik untuk di ceritakan namun Bibik ingin non Tasya lebih tau Seperti apa Bu Amel dulu dan juga Bapak seperti apa." ucap Bibik.


"Tidak mungkin Mbak Amel seperti itu," ucap Tasya.


"Terserah Non Tasya percaya atau tidak. Dari masalah itu lah Bapak jadi melarang Bu Amel membawa Teman nya ke rumah, namun Bu Amel tidak mendengar kan sama sekali dia terus melanjutkan hubungan dengan pria asing itu."


"Apa lagi yang Bibik tau?" tanya Tasya.

__ADS_1


"Sangat banyak namun tidak mungkin sekarang Bibik memberi tahu non Tasya karena ada bapak di rumah." ucap Bibik.


"Tasjgya!" panggil Darel dari atas.


"Nah kan Sudah Bibik bilang, lebih baik amankan dulu." ucap Bibik.


"Iyah kak?"


"Stevan bangun." ucap Darel. Tasya melihat Stevan yang anteng di gendongan Darel.


"Aku ganti baju dulu." ucap Tasya masuk ke kamar setelah itu menyusul suami nya ke kamar nya.


Dia melihat Darel berbaring sambil mengelus badan Stevan.


dia duduk di pinggir kasur melihat Darel, namun Darel menepuk kasur seperti meminta Tasya untuk ikut tidur.


"Aku belum ngantuk." ucap Tasya.


"Kenapa kamu sangat lama?" tanya Darel.


"Aku sholat sebentar."


Darel bangun.


"Mau kemana?" tanya Tasya.


Tasya langsung menggeleng kan kepala nya.


Setelah dari kamar mandi dia sholat. Sementara Tasya berbaring sambil memainkan handphone nya membiarkan Stevan tidur sendiri.


"Kamu Chatan sama siapa?" tanya Darel memeriksa handphone Tasya. Dan ternyata Tasya Chatan dengan Alex membahas soal kerajaan.


"Kamu masih berhubungan dengan dia?" tanya Darel melempar kan handphone Tasya ke kasur.


"Humm seperti yang kakak tau." ucap Tasya.


"Kalau kamu benar-benar menyukai kakak jauhi dia, kamu adalah istri kakak." ucap Darel.


"Kakak bisa baca hubungan kami sekedar membahas hal pekerjaan dan tidak ada tentang pribadi." ucap Tasya menyakinkan suami nya.


"Aku tau,"


"Lalu apa yang membuat kakak masih Kesal?"


"Kakak tau melupakan sebuah perasaan pada seseorang tidak lah mudah walaupun kamu sudah memiliki yang baru." ucap Darel.


"Kata siapa? Aku bukan orang lain yang bisa menyukai dua orang sekaligus. Sekarang aku sadar aku hanya menyukai Kak Alex karena dia baik dia selalu membantu ku dan karena dia tampan itu sebabnya aku menyukai nya, namun sama kakak aku mencintai kakak jauh dari dalam hati ku." ucap Tasya.


Darel mendengar kata-kata istri nya seketika tersenyum tersipu malu.

__ADS_1


"Apa kamu benar-benar sudah mencintai kakak?" tanya Darel lagi.


Tasya mengangguk sambil tersenyum.


"Aku mencintai kakak tampa alasan jangan pernah tanya apa alasan nya karena cinta tidak perlu alasan." ucap Tasya.


Darel langsung datang ke pelukan Tasya.


"Hati-hati nanti Stevan terbangun." ucap Tasya karena Darel membuat kasur bergoyang.


"Kamu serius sudah membuka hati untuk Kakak?" tanya Darel.


Tasya tersenyum dia mencium bibir Darel.


"Kakak adalah milik ku dan aku adalah milik kakak. Begitu juga dengan hati ku hanya ada kakak." ucap Tasya.


"Kamu wanita yang bermulut manis." ucap Darel tersenyum. dia mengambil tangan Tasya meletakkan nya di dada nya.


"Kamu sudah tau dari lama kalau di hati kakak juga hanya ada kamu." ucap Darel. Tasya tersenyum dia langsung memeluk Darel.


"Aku tidak ingin kita berpisah ataupun salah paham lagi." ucap Darel memeluk erat Tubuh istri nya.


Tasya mengelus kepala suami nya sambil tersenyum.


"Tapi aku minta tolong jangan terlalu marah aku dekat dengan pria, karena kakak tau sendiri di kampus lebih banyak dosen laki-laki." ucap Tasya.


Darel menatap wajah istri nya.


"Aku tidak melihat wanita yang aku sayang dekat ataupun akrab dengan pria lain, aku tidak percaya persahabatan atau pun pertemanan perempuan dan laki-laki." ucap Darel.


Tasya menghela nafas panjang. dia memegang pipi Darel sambil mengelus rambut nya.


"Kita hanya butuh saling percaya satu sama lain." ucap Tasya.


"Tapi kakak tidak bisa, kakak trauma." ucap Darel, mendengar kata trauma Tasya jadi bingung.


"Apa ada kaitannya dengan mbak Amel?" batin Tasya.


"Baiklah kalau begitu aku akan berusaha menjaga jarak dengan pria lain, tapi aku juga ingin kakak menjaga jarak dengan wanita di luar sana yang sering dengan kakak." ucap Tasya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2