Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 151


__ADS_3

"Mereka sama sekali tidak mau mengucapkan selamat pada kita kak, aku sangat malu jika seperti ini."


"Sudah biarkan saja, kita juga sudah minta maaf pada mereka tadi kan, terserah mereka mau melakukan apa." ucap Darel hanya tidak ingin hati istri nya sedih karena dia juga memiliki perasaan yang sangat sedih.


Pernikahan nya kali ini berbeda dengan pernikahan pertama.


Pernikahan pertama memang hanya sederhana namun keluarga yang lengkap dan kompak, sementara ini mewah sekali, Tamu juga sangat banyak namun orang tua mereka memilih menjadi tamu.


Setelah acara pernikahan selesai, keluarga besar Darel maupun keluarga besar Tasya menginap di hotel yang ternama di Kota itu.


"Sayang! Kamu belum mandi?" ucap Darel pada Tasya yang duduk di pinggir kasur.


Tasya menoleh ke arah Darel.


"Belum kak, aku tidak bisa membuka baju ku." ucap Tasya.


Darel duduk di samping Sophia.


"Kamu baca komen-komen orang?" ucap Darel.


"Aku hanya memosting foto kita, namun mereka semua beranggapan aneh." ucap Tasya.


"Sudah jangan di ambil hati, inti nya kita tidak seperti itu." ucap Darel mengelus punggung Tasya.


"Tok!! Tok!! Tok!!" suara ketukan pintu.


"Siapa itu?" tanya Tasya.


"Gak tau, biar kakak aja yang bukain." ucap Darel.


Setelah di buka Darel dan Tasya langsung terkejut melihat Bela, Tiwi dan Riski serta teman kuliah Tasya.


"Loh kalian pada ngapain?" tanya Tasya pada teman nya.


"Berhubung ini adalah malam pertama bagi kalian setelah menikah, kami akan menemani nya." ucap Tiwi.


"Apa? Oh itu tidak mungkin." ucap Darel.


Semua nya tertawa mereka langsung menerobos masuk.


"Heh! Heh apa-apaan ini sangat ribut?" Omah datang.


"Ini loh omah, teman-teman Tasya mau mengganggu malam pertama kami." ucap Darel.


"Jangan seperti itu dong anak-anak, biar Omah sama Opah aja di sini." Semua nya langsung tertawa karena Omah dan Opah nya juga ikut iseng.


"Kami juga ikut dong." teman-teman Darel datang.


Seketika Tasya dan Darel memegang dahinya. Tasya dan Darel cukup terhibur dengan mereka semua.


Alhasil mereka semua tidur di kamar pengantin yang begitu luas.


Omah dan Opah tidur di kasur bersama Raya dan Stevan sementara Tasya bersama wanita yang lain, begitu juga dengan Darel bersama rombongan Pria.


Bu Adel dan juga Bu Tima melihat tingkah mereka Seketika menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


"Huff tidak habis pikir apa yang telah mereka lakukan." ucap Bu Tima.


"Kalau seperti ini kita semakin sulit menjauh kan mereka." ucap Bu Adel.


"Ini sudah kesalahan kita dari awal mau menikah kah mereka." ucap Bu Adel lagi.


"Kalian lagi ngomongin apa sih? Lebih baik pergi istirahat!" ucap Pak Ahmad.


Kedua wanita itu dengan Kesal meninggalkan pintu kamar Darel.


Pak Ahmad Menghela nafas dia melihat Tasya sambil membuka pintu.


"Eh Ayah! Kenapa Ayah belum tidur?" Tanya Tasya.


Pak Ahmad tersenyum.


"Ayah belum ngantuk, tadi mau melihat Omah sama Opah kamu, ternyata mereka di sini." ucap pak Ahmad.


Tasya keluar menyusul Ayah nya ke pintu.


"Mereka semua iseng mau tidur di sini Ayah." ucap Tasya.


Pak Ahmad tersenyum.


"Kamu kenapa belum tidur? Kamu pasti capek."


"Tidak bisa tidur karena perut ku tiba-tiba sakit." ucap Tasya.


"Apa tiap malam sakit?"


Pak Ahmad membawa Tasya duduk di sofa dia mengambil kan Air minum hangat untuk Tasya.


"Makasih yah Ayah." Tasya tersenyum.


Pak Ahmad mengangguk.


"Selamat yah nak atas pernikahan kamu dengan Darel." ucap pak Ahmad.


"Ya Allah aku tidak mimpi kan? Ayah mengucap kan selamat pada ku?"


"Kenapa kamu diam? Apa kata-kata Ayah ada yang salah?"


Tasya langsung menghapus air mata nya.


"Loh kok nangis sih? Ayah gak salah kan?" ucap pak Ahmad.


"Makasih yah ayah sudah mau mengucapkan selamat pada ku, walaupun sebenarnya Ayah tidak suka pernikahan ini." ucap Tasya langsung menangis sejadi-jadinya.


"Ssstt siapa bilang Ayah tidak suka? Saat Ayah melihat senyuman kamu di pelaminan tadi justru ayah yang merasa sangat bersalah."


"Kamu mengingat kan Ayah ke almarhum mbak Amel." ucap Pak Ahmad.


Tasya tidak bisa menahan tangisan nya.


"Maafkan Ayah yang tidak bisa mengerti perasaan kamu selama ini, maafkan ayah yang tidak pernah memperdulikan kamu, sekarang Ayah menyesal sudah mengabaikan kamu."

__ADS_1


Tasya langsung turun ke lantai dia memegang kaki Ayah nya..


"Maafin aku Ayah, semua kesalahan ku maafin ya Ayah, aku tidak akan lagi mengecewakan Ayah." ucap Tasya.


"Kamu tidak pernah mengecewakan Ayah nak, kamu adalah anak Ayah paling baik dan paling sabar dan juga cantik. Ayah sudah gagal menjadi Ayah yang baik."


Air mata Tasya tidak berhenti dia semakin menangis, tidak pernah dia mendengar Ayah nya berbicara lembut sampai menangis berbicara pada nya, sekarang dia merasa kan ketulusan Ayah nya pada nya.


"Sini peluk Ayah! Ayah sudah merindukan Anak cantik Ayah." Tasya langsung memeluk erat Ayah nya. Mereka berpelukan.


"Sudah lama Ayah tidak memeluk kamu seperti ini karena ego Ayah yang terlalu tinggi."


"Aku sangat Rindu Ayah, aku mohon jangan membenci ku lagi, aku butuh ayah." ucap Tasya.


"Tidak Akan Nak, Ayah tidak akan mendengar hasutan ibu mu lagi, kamu adalah Anak ayah." ucap pak Ahmad semakin mempererat pelukannya.


Sudah lama berpelukan, pak Ahmad menghapus air mata Tasya.


"Jangan nangis lagi, tuh hidung mancung nya jadi merah."


Tasya tersenyum.


"Aku tadi berfikir kalau semua orang akan marah pada ku, namun ternyata ada satu orang yang aku sayang bahagia melihat ku menikah." ucap Tasya.


Pak Ahmad tersenyum.


"Orang tua mana yang tidak bahagia kalau anaknya bahagia?" ucap Pak Ahmad, Tasya langsung terdiam.


"Percayalah di balik semua sifat ibu dan mertua kamu ada kebahagiaan yang mereka rasakan." ucap Pak Ahmad.


"Aku tidak percaya itu Ayah. Mereka ingin aku segera meninggalkan Kak Darel." ucap Tasya.


"Kamu sedang hamil Muda, jangan terlalu banyak fikiran abaikan saja yang penting kamu bahagia bersama suami kamu."


"Ayah akan selalu ada untuk ku kan?"


Pak Ahmad mengangguk.


"Ayah tidak akan meninggalkan kamu lagi, hanya kamu anak Ayah yang perempuan. Kalau ayah rindu pada mbak Amel Ayah hanya bisa melihat kamu."


"Yah Ayah hanya sayang pada mbak Amel.


"Bukan seperti itu! M


Ayah tetap sayang pada kamu dan mbak Amel, sayang dua-duanya." Pak Ahmad memeluk Tasya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya. jika ada saran tulis di kolom komentar ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2