Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 124


__ADS_3

"Ya ampun yang di katakan Tiwi benar yah kalau Pak Candra ganteng banget apalagi kalau dia tersenyum kegantengan nya bertambah." batin Tasya.


"hus aku Mikir apa sih? ingat suami sama anak di rumah." Tasya menepis pikiran nya namun dia benar-benar tidak bisa mengalihkan pandangannya dari ketampanan Candra.


fisik nya nyaris sempurna. Candra adalah tipe Tasya sekali hidung mancung, Gigi rapi dan juga rambut yang rapi. Badan Candra tinggi dan kekar. mata nya sangat bersih wajah yang mulus terawat.


"Kamu kenapa menatap saya seperti itu? Ada yang sesuatu di wajah saya?" tanya Candra melihat layar handphone nya.


"Enggak kok pak." ucap Tasya langsung.


Candra melihat Tasya seketika membuang pandangan nya.


"Ya sudah kalau begitu saya permisi yah Pak, bentar lagi kelas saya akan mulai." ucap Tasya.


Candra mengangguk sambil tersenyum.


"loh kok kamu cepat banget?" tanya Tiwi yang dari tadi duduk di depan kampus.


"Kamu sendiri kenapa malah ninggalin aku?" ucap Tasya kesal.


"Maaf Tasya, soalnya aku gak enak jadi pengganggu antara kamu dan juga Pak Candra," ucap Tiwi.


"Tapi jangan ninggalin aku juga kali." ucap Tasya.


"Sudah ah lebih baik kita masuk saja, lagian kamu juga sudah meninggal kan pak Candra."


Mereka pun masuk bersama ke dalam. Sementara Candra dia baru saja mau pergi dari meja kantin itu namun melihat dompet yang tertinggal di atas bangku.


"Ini dompet siapa?" batin Candra sambil mengambil dompet yang berwarna biru campur Hitam itu.


Dengan sedikit tidak enak dia mencoba membuka dompet biar tau siapa pemilik asli. Ternyata itu adalah dompet Tasya. Dompet nya ketinggalan mungkin karena terburu-buru.


Dia melihat foto Tasya waktu masih Kuliah di dompet tersebut.


"Ternyata dia lebih cantik waktu masih polos yah." batin Candra melihat Foto yang tidak bermake-up sama sekali.


Di kantor Darel sedang sibuk di ruangan nya berkutat dengan laptop di depan nya.


"Tok!! tok!! tok!!


"Permisi Pak." Ajeng datang.


"Ada apa?" tanya Darel.


"Tadi mbak Sinta menghubungi saya dan marah-marah karena bapak sama sekali tidak menjawab telepon nya dan meminta saya datang ke sini." ucap Ajeng.


Darel menghela nafas panjang..


"Kamu lihat sendiri kan saya sedang apa? saya sangat sibuk!"


"Tapi Pak mbak Sinta tidak berhenti menghubungi saya."

__ADS_1


"Blokir saja nomor nya."


Ajeng yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya diam saja.


Tidak beberapa lama handphone Darel berdering. Sebelum menjawab telepon nya dia menghela nafas kasar seperti keberatan untuk menjawab nya.


"Iyah Halo ada apa?" tanya Darel nada yang sangat dingin.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu? Dari kemarin aku nelpon dan tanya kabar kamu namun kamu tidak perduli sama sekali." ucap Sinta langsung yang membuat Darel menjauh kan Ponsel dari telinga nya.


"Aku sedang sibuk bekerja, lagian kamu sudah janji untuk tidak menggangu ku."


"Hiks..hiks..hiks.. Kamu tega banget bilang seperti itu, aku kangen sama kamu, tapi kamu tidak perduli." ucap Sinta.


Mendengar Sinta menangis Darel harus menahan rasa kesalnya karena dari kemarin Sinta tidak berhenti menelpon nya.


Bahkan dia merasa tidak nyaman dengan kelakuan Sinta.


"Sudah jangan nangis lagi, aku baik-baik saja kamu jaga kesehatan di sana titip salam buat mamah sama papah.' ucap Darel.


"Aku sangat merindukan kamu." ucap Sinta.


"Iyah aku tau, tapi aku harus lanjut kerja lagi." ucap Darel.


"Kamu tidak perduli lagi sama aku! Kamu seperti nya sudah tergila-gila dengan Adik ipar kamu itu." ucap Sinta.


"Kamu ngomong apa Sih? Justru dia adalah istri ku." ucap Darel.


Sinta Tampa mengatakan apapun dia langsung mematikan sambungan telepon terlebih dahulu.


Darel Menghela nafas panjang.


"Aku sudah mengatakan beberapa kali pada nya agar tidak terlalu berlebih berteman kembali." ucap Darel.


Darel membuka ponsel nya yang diletakkan nya dengan kasar tadi mendengar notifikasi masuk dia pun membaca ternyata dari istri nya.


Seketika senyuman terukir di wajah nya.


"Tasya mengirimkan foto apa ya? Tidak biasa nya seperti ini." ucap Darel.


Setelah membuka di tersenyum karena Tasya mengirimkan foto nya sendiri.


"Aku sangat lelah kak, Wajah ku sudah puat karena sangat lelah, jemput aku yah." Tasya dengan manja nya mengirimkan pesan.


Darel tersenyum.


"Ya udah kalau begitu kamu tunggu suami kamu di sana yah." Darel membalas pesan Tasya.


"Ajeng tolong rapikan meja saya yah." ucap Darel pada Ajeng yang ada di depan ruangan nya.


"Loh pak,. Bapak mau kemana?" tanya Ajeng.

__ADS_1


"Ada urusan penting." ucap Darel sambil berjalan dengan cepat dengan wajah ceria tidak seperti tadi.


"Tadi kata nya sangat sibuk, lalu sekarang pergi meninggalkan Kantor. Seperti nya meeting hari ini di batalkan." ucap Ajeng..


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di depan Kampus Tasya.


Darel melihat Tasya yang duduk di tangga sambil meletakkan kedua Kepala nya di atas dengkul nya.


Karena keadaan kampus sepi Darel mendatangi Tasya.


"Tasya!" panggil Darel mengelus kepala Tasya.


"Kak Darel!" ucap Tasya langsung. Darel tersenyum.


"Iyah ini kakak, kamu kenapa di sini? Nunggu di mobil kamu aja tadi." ucap Darel.


"Aku sangat mengantuk dan capek." ucap Tasya menatap wajah suaminya.


"Ya udah ayo kita pulang." Darel membantu Tasya berdiri.


Dari jauh Candra melihat Darel dan Tasya. Dia memegang dompet Tasya.


"Siapa pria itu? Kenapa dia sangat dekat dengan Tasya?" batin Candra.


Dia mengejar mobil Darel karena dia sangat penasaran.


Setelah sampai di depan rumah Darel dia parkir tidak jauh dari gerbang masuk.


"Tasya tinggal di rumah sebesar ini dan terlihat sangat kaya namun masih mau menjadi Dosen, ini sangat aneh." ucap Candra.


"Tapi aku penasaran Siapa pria itu, apa dia adalah kakak laki-laki Tasya? Namun laki-laki itu memperlakukan Tasya seperti kekasih nya."


"Mamah! Papah." panggil Raya.


Tasya yang di bantu berjalan sama Darel hanya diam saja sambil tersenyum.


"Mamah nya kecapean biar istirahat dulu Yah." ucap Darel pada anak-anak nya.


"Iyahh Pah." jawab Raya.


"Kamu ada kegiatan apa sih di kampus sampai kamu kelelahan." ucap Darel sambil membaringkan istri nya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2