Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 160


__ADS_3

"Aku tidak tau kalau kakak akan berangkat hari ini, aku sama sekali tidak menyiapkan barang-barang kakak."


"Tidak apa-apa." ucap Darel sambil mengelus pipi Tasya.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di depan kampus.


"Jangan berkendara sendiri, supir Akan menjemput dan mengantar kamu." ucap Darel. Tasya mengangguk.


"Terimakasih sudah mengantarkan aku ke sini kak. Kakak hati-hati di jalan dan kabari aku kalau sudah sampai di sana." ucap Tasya


Darel memeluk Tasya yang menangis.


"Kakak pasti sangat merindukan kalian." ucap Darel.


Darel pun meninggalkan kampus, Tasya melambaikan tangan nya ke arah mobil Darel yang semakin jauh.


"Kasihan sekali, baru saja menikah tapi sudah di tinggal keluar kota saja." sindir teman Tasya yang tidak suka pada nya.


Namun Tasya diam saja, dia memilih mengabaikan mereka dan masuk, anak-anak pasti sudah sangat menunggu nya.


"Cihh sok kecantikan banget sih, dia sudah menggoda pak Candra tapi dia malah membuat nya patah hati."


"Bukan nya Bagus yah kalau Pak Candra dan Tasya tidak jadi bersama? Kamu bisa bebas mendekati Pak Candra."


"Huff tapi aku tidak suka dia yang menyakiti hati Pak Candra."


"Apa kabar anak-anak?" sapa Tasya setelah masuk ke kelas.


semua mahasiswa menunggu nya dan menyambut nya dengan sangat senang.


"Baik Buk, ibu apa kabar nya?"


"Alhamdulillah baik juga kok."


"Kami semua merindukan Ibu, nilai pelajaran matematika kami Seketika berkurang karena tidak belajar dengan Ibu." ucap salah satu mahasiswa.


"Ah kalian bisa saja, itu yang salah Kalian tidak menangkap apa saja yang di ajarkan." ucap Tasya. mereka tertawa.


"Ya udah kita lanjut yah."


Mereka pun belajar dengan sangat tenang mendengar kan Tasya yang menjelaskan di Depan.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai.


"Oh iya buk. Ibu tau kalau pak Candra sedang keluar negeri?" tanya Ketua kelas itu.


Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Dengar-dengar gosip nya pak Candra ke luar negeri untuk menenangkan hati nya yang patah hati karena buk Tasya memilih dengan orang lain."


"Hus ngomongin apa sih? Itu tidak mungkin karena kami tidak ada hubungan apa-apa."


"Tapi gosip nya seperti itu buk, semua orang di universitas ini yang mengenal Pak Candra pasti berfikir seperti itu."

__ADS_1


"Sudah lanjut mengerjakan tugas nya," Tasya mengalihkan pembicaraan.


Sementara di rumah Darel merapikan pakaian nya sendiri ke koper nya. Setelah selesai dia menarik nya keluar.


"Kalau pekerjaan kamu sudah pulang di sana cepat pulang yah Darel." ucap Opah.


"Baik Opah."


"Papah mau kemana?" tanya Raya.


"Mau kerja sayang, papah akan lama pulang nya, kamu sama adek jagain Mamah yah di rumah."


"Iyah Pah."


Darel pun menyalim tangan dan setelah itu berangkat. Baru saja berangkat dia sudah sedih dan merindukan istri nya.


Tasya sedang fokus membaca buku tapi tiba-tiba handphone nya berdering.


"Kak Darel." ucap Tasya.


"Bentar yah, ibu jawab telepon dulu." Tasya keluar.


"Halo kak. Apa ada yang ketinggalan?" tanya Tasya.


"Enggak kok, kakak hanya ingin pamitan sekali lagi. kakak sudah di perjalanan."


"Bagus lah kalau begitu, kakak hati-hati yah."


"Hummm."


"Baiklah." ucap Darel memberikan kis dan setelah itu menutup telepon.


Setelah selesai bekerja Tasya langsung pulang.


"Tasya!" panggil Tiwi.


"Iyah ada apa Wi?" tanya Tasya.


"Kan hari ini kita gajian nih, bagaimana kalau kita minum-minuman sama dosen-dosen yang lain di luar?" tanya Tiwi.


"Aku gak ikut dulu deh, aku tidak bisa lama-lama kena angin dan juga raya sama Stevan di rumah."


"Yahh kan kita jarang-jarang seperti ini, anggap saja ini perayaannya dua bulan kamu bekerja di sini." ucap Tiwi lagi.


"Aku tetap gak mau Tiwi, kamu saja yah yang pergi."


"Kamu lupa kalau aku sedang ngisi, jadi bawaan nya gak nyaman."


"Oh iya ,aku lupa ya udah deh aku pandai deh bilang alasan nya sama Dosen yang lain." ucap Tiwi.


"Makasih yah Wi, ya udah aku pulang." Tasya sudah di tunggu oleh supir di depan kampus.


"Sebelum pulang singgah di supermarket dulu yah pak." ucap Tasya pada supir.

__ADS_1


Tasya pun sampai di sana, dia minta tolong di temanin pak supir untuk belanja.


"Humm mumpung kak Darel tidak di rumah aku harus beli makanan yang aku inginkan selama ini tidak boleh oleh nya. Ini adalah pembalasan ku." ucap Tasya.


Dia langsung mendorong keranjang belanjaan ke arah sususan jajan-jajanan dan juga segala jenis makanan.


Isi keranjang belanjaan itu hanya makanan saja, pak Supir yang melihat nya hanya menggeleng kan kepala nya. Namun dengan baik hati Tasya juga membeli kan untuk anak-anak Supir itu.


"Huff akhirnya selesai juga, ayo kita pulang Pak." ajak Tasya.


Setelah sampai di rumah Tasya membawa semua belanjaan masuk ke dapur.


"Bik tolong di susun yah. Kalau mau di Makan juga gak apa-apa kok. Pokoknya jangan berserak karena Omah gak suka." ucap Tasya.


Ternyata Omah sudah berdiri di depan pintu dapur.


"Suami kamu melarang untuk membeli makanan seperti itu, kenapa kamu masih membeli nya." tanya Omah.


"Jangan bilang kak Darel yah Omah, aku pengen ini."


Omah menggeleng kan kepala nya.


"Terserah kamu deh, asalkan jangan berbahaya saja untuk janin kamu."


"Sebelum makan itu, makan dulu nasi dulu." ucap Omah.


"Baik Omah, jangan khawatir." ucap Tasya.


"Stevan sama Raya mana Omah?" tanya Tasya.


"Mereka ada di kebun belakang bersama Opah. Kata nya memperbaiki taman."


"Hah memperbaiki taman? Bunga mbak Amel gak di apa-apain kan Omah?"


"Hanya di rapikan sama Opah agar terlihat terawat." ucap Omah.


"Huff syukur deh, nanti kak Darel akan marah besar kalau itu rusak." ucap Tasya.


"Enggak kok, Omah sama Opah juga tau kok. Ya udah kamu Makan dan setelah itu ganti baju anak-anak kamu tuh belum mandi." ucap omah.


Tasya mengangguk karena dia lapar dia makan terlebih dahulu, setelah itu dia ke kamar untuk menukar pakaian nya.


Sampai di kamar tiba-tiba dia melihat foto Ibu dan Ayah nya di dalam laci.


"Aku masih bingung kenapa Ibu terlihat sangat membenci ku, sementara ayah sangat merasa bersalah." batin Tasya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih***


__ADS_2