Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 64


__ADS_3

Di ruangan ICU.


"Amel... A..mel.." panggil Darel dengan suara yang sangat Lemas. Suster yang mendengar itu memeriksa keadaan Pasien.


"Tasya... Tasya..." panggil Darel lagi.


Suster menyuntikkan Obat ke badan Darel agar bisa lebih baik.


"Bagaimana dengan Anak kami dok?" tanya Papah Darel.


"Pasien sudah sadar dari Obat bius dan obat tidur nya, namun pasien selalu memanggil nama Amel dan juga Tasya, kalau boleh mereka siapa yah? seperti nya pasien sangat merindukan mereka." ucap Suster.


Papah Darel dan Ayah Tasya saling menatap.


"Itu adalah almarhum istri nya dan Istri nya, dia sedang ada di Pekanbaru," Ucap Papah Darel.


"Mungkin bisa menghubungi nya meminta dia berbicara dengan pasien." ucap suster. Mereka tidak keberatan Dan langsung menelpon Tasya.


Tasya yang baru saja sampai rumah mendadak mendapatkan telepon dari mertua nya.


"Hallo! Assalamualaikum." sapa Tasya.


"Walaikumsalam; Kamu tidak sibuk nak?" tanya papah mertua nya.


"Nih baru saja sampai rumah Pah, ada apa?" tanya Tasya.


"Darel tidak berhenti memanggil nama kamu, apa kamu bersedia membawakan nya berbicara sebentar?" tanya Papah mertua nya.


Tasya mengangguk.


Setelah handphone di arahkan ke kuping Darel yang belum sadar, Tasya mulai memanggil Namanya.


"Kak Darel!! Kak Darel bagaimana keadaan nya?" tanya Tasya. Namun Darel tidak menjawab nya.


"Kakak harus cepat sembuh." ucap Tasya.


"Aaarggghh. Tasya!" panggil Darel.


"Iyah kak aku di sini." ucap Tasya.


"Sakit...!!" ucap Darel dengan suara yang sangat serak.


Bu Tima keluar dan mendengar suara Darel dia juga mendengar kan nya, cukup lama karena Suster sudah datang telepon pun berakhir.


"Jangan sedih Nak, Darel pasti sembuh kita harus banyak berdoa." ucap Bu Tima memeluk Tasya yang menangis.


"Mamah.....!!! Mamah pulang..." ucap raya mengejar Tasya ke depan.


Tasya langsung menghapus air mata nya memeluk Raya.

__ADS_1


"Mamah dari mana saja sih kenapa pulang nya lama sekali." ucap Raya menatap wajah Tasya.


"Mamah di Kampus mengurus beberapa banyak pekerjaan, jangan marah yah, Mamah juga minta maaf tidak bisa pulang cepat." ucap Tasya.


"Bubu... bubu..." ucap Stevan yang berlari mengejar Tasya. Stevan gantian di gendong.


Bu Tima yang melihat mereka sangat senang mamah nya pulang dia pun ikut senang.


"Kenapa belum mandi? Ini sudah sore." ucap Tasya.


"Mereka tidak mau mandi kala tidak sama Non Tasya." ucap Suster.


"Huff ya udah kalau begitu kita mandi yah." ucap Tasya.


"Buk aku bawa mereka mandi dulu yah." ucap Tasya mereka pun langsung pergi ke atas.


"Papah kapan pulang nya mah?" tanya Raya setelah selesai mandi melihat pakaian Darel yang di rapikan oleh Tasya.


"Semoga saja papah nya cepat pulang biar bisa main bareng lagi sama kita." ucap Tasya.


Raya mengangguk. Stevan hanya diam saja. Dan untung saja Stevan anak yang baik dan pengertian.


Di malam hari nya Tasya menghampiri Mertua nya duduk dan ruang tamu sendirian sambil minum Teh. Dan juga anak-anak sudah tidur.


"Kaya nya seru banget nih bum." ucap Tasya duduk di samping mertua nya.


"Iyah nih, Ibu lagi suka banget sama film Korea." ucap Bu Tima. Tasya tersenyum.


"Alhamdulillah semua nya lancar Bu, Minggu depan aku sudah bisa aktif mengajar." ucap Tasya.


"Alhamdulillah, Omah sama Opah kamu harus tau, mereka pasti sangat senang." ucap Bu Tima.


"Lebih baik aku mengabari mereka setelah kak Darel sembuh saja Buk, aku juga tidak enak." ucap Tasya.


"Terserah kamu saja kalau begitu nak, Itu juga ide yang bagus." ucap Bu Tima.


"Humm apa saja yang bicarakan Suami kamu tadi?" tanya Bu Tima.


"Dia hanya mengatakan sakit dan kata-kata nya pun tidak jelas Buk." ucap Tasya.


"Huff semoga saja Baik-baik saja." ucap Bu Tima.


"Amin." saut Tasya.


Cukup Lama mereka berbincang-bincang di ruang tamu.


"Ibu Sudah sangat mengantuk, film nya juga sudah selesai ayo kita istirahat." ucap Bu Tima.


"Aku masih mau di sini Buk, ibu istirahat saja dulu an. Selamat Malam." ucap Tasya. Bu Tima tersenyum dia mengelus Bahu Tasya dan pergi.

__ADS_1


Setelah mertua nya pergi dia termenung duduk sendirian di sofa.


Empat hari kemudian. Hari ini Darel sudah bisa pulang ke Pekanbaru. Mereka mendengar kabar gembira itu kalau Darel sudah sembuh sangat senang.


Keluarga Darel mau pun keluarga dari Tasya sudah menunggu nya di rumah karena Siang nanti mungkin sudah sampai.


"Mamah cantik banget pakai baju itu." puji Raya pada Tasya yang memakai dress.


"Makasih sayang." ucap Tasya.


"Humm Mamah sengaja yah tampil cantik biar papah suka." ucap Raya.


"Ah kamu bisa aja, ini tadi Nenek yang minta." ucap Tasya.


"Oohhh. Aku juga mau cantik seperti mamah dong." ucap Raya, Tasya tersenyum dia a pun mendadani Raya.


Mereka juga menggunakan warna baju yang sama, sementara Stevan tidak perduli dengan pakaian apa yang dia pakai.


Dia sangat asik main-main robot-robot.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka turun.."Waaahh Kamu makin cantik aja Yah Tasya!" ucap Tante Darel.


Tasya tersenyum dia menyalim tangan Tamu yang baru saja datang ternyata sudah ramai Saja.


"Tuh kan apa yang Ibu pilih bagus, Darel suka kalau mamah pakai dress apa lagi istri nya " ucap Bu Tima.


Mereka semua terlihat sangat senang, sementara ibu Tasya seperti tidak perduli.


Tasya menghampiri ibunya yang duduk sendirian di ruang tamu.


"Ibu minum dulu!" ucap Tasya meletakkan teh di depan ibu nya.


Bu Adel hanya diam saja.


"Makasih yah Bu, ibu mau datang ke sini walaupun sedang sibuk." ucap Tasya.


"Ibu datang ke sini bukan karena kamu, melainkan karena menantu ibu," Ucap Bu Adel, Tasya terdiam.


"Dan kamu jangan pernah membuat penampilan seperti ini, kamu jangan meniru-niru gaya kakak kamu " ucap Bu Adel.


Tasya terdiam dia baru tau kalau pilihan mertua nya karena Mirip dengan kakak nya, namun mertua nya mengatakan kalau Darel suka ibu nya menggunakan dress.


Tasya pun tidak bisa berkata-kata dia memilih untuk pergi dari sana dia mencari tempat yang sepi menahan sesak di dada nya.


pantesan saja pandangan orang melihat nya seperti sedih namun mereka memaksa untuk tersenyum demi menjaga perasaan nya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.

__ADS_1


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2