
"Ya udah kalau begitu aku sendiri saja yang membawa nya Servis." ucap Tasya.
"Kalau kamu pergi bagaimana dengan Stevan?" tanya Darel langsung.
Tasya Menghela nafas panjang.
"Ya sudah aku bawa Stevan." ucap Tasya.
"Kamu hanya memikirkan Stevan saja? Bagaimana dengan kakak?" tanya Darel lagi.
Tasya menatap Darel dengan tatapan tajam.
"Kakak mau nya apa Sih? aku jadi bingung." ucap Tasya ucap Tasya dengan kesal, mendengar Tasya marah Darel menatap Tasya.
Dia melihat wajah Tasya terlihat sangat kesal pada nya.
"Kakak sendiri yang Ngomong kalau mobil ku akan di urus oleh supir, namun sekarang kakak Malah seakan tidak mau tau." ucap Tasya.
Darel diam dia menundukkan kepalanya.
Tasya memerhatikan Darel hanya diam menunduk kan kepala nya Membuat nya merasa bersalah.
Tasya menghela nafas panjang. ?
Darel mengangkat kepalanya memandang ke arah Tasya yang sudah diam.
"Kamu kenapa marah?" tanya Darel dengan suara yang seperti takut.
"Bagaimana aku tidak marah, kakak seperti anak kecil saja!" ucap Tasya.
Darel menatap Tasya dengan tatapan seperti meminta belas kasihan.
"Kakak tidak memikirkan bagaimana aku, bagaimana perasaan aku!" ucap Tasya.
"Aku tidak paham apa yang kakak mau, kalau kakak seperti ini aku juga bingung." ucap Tasya.
Darel mendekati Tasya.
"Kakak minta maaf!! Jangan marah-marah seperti itu membuat kakak takut saja." ucap Darel.
Tasya Menatap Darel.
"Baiklah lupakan saja." ucap Tasya. Tasya langsung pergi ke kamar.
Darel melihat Tasya pergi Membuat nya terdiam. Dia menelpon supir.
"Permisi pak, apa bapak memanggil saya?" tanya supir yang baru saja datang.
"Tolong bawa mobil istri saya servis. Ganti semua nya yang perlu di ganti." ucap Darel.
"Baik pak, saya akan membawa ke bengkel!" ucap Supir itu dia pun segera pergi keluar meninggalkan bos nya.
__ADS_1
Darel berusaha berdiri namun dia tidak memiliki kekuatan untuk berdiri. Bibi datang membantu nya.
"Bapak tidak apa-apa?" tanya Bibi, Darel menggeleng kan kepala nya.
"Saya mau keruangan kerja saya," ucap Darel.
"Baik pak biar saya bantu." ucap Bibi dia membantu membawa Darel keruangan kerja nya.
Di ruangan kerja nya dia melihat laporan perusahaan nya, sudah Lama dia tidak memantau perusahaan nya dia menyerah kan semua nya pada sekretaris nya.
Di dalam kamar Tasya merapikan tempat tidur sementara Stevan Sibuk dengan mainan nya.
Setelah semua nya sudah bersih Tasya membawa Stevan tidur Siang.
Tidak beberapa lama Stevan tidur dengan nyenyak setelah minum susu. Tasya melihat jam sudah jam dua belas lewat tiga puluh Waktu nya Suami nya minum obat.
"Kak Darel kemana sih? Dia kenapa tidak masuk ke kamar yah." batin Tasya. Dia pun keluar.
"Bi! Bik." panggil Tasya karena tidak melihat ada suami nya di ruang tamu.
"Iyah Non ada apa?" tanya Bibi.
"Kak Darel mana yah Bik?" tanya Tasya.
"Oohh pak Darel ada di ruangan kerja nya." ucap Bibik.
"Apa dia bisa berjalan sendiri ke sana?" tanya Tasya.
"Ya sudah kalau begitu aku melihat nya Dulu yah Bik." ucap Tasya langsung naik ke Atas.
Dia membuka pintu ruangan kerja Darel, dia melihat Darel tidur di sofa.
"Ya ampun Kak Darel kenapa tidur di sini? Ini sangat bahaya bagi dada nya." ucap Tasya. Dia berusaha membangun kan Darel yang terlihat sangat nyenyak.
,"Kak! Kak! Bangun." ucap Tasya, Darel membuka mata nya dia melihat wajah Tasya. Darel mengusap wajah nya.
"Kakak kenapa tidur di sini?" tanya Tasya, Darel menggeleng kan kepala nya.
"Kakak pindah ke kamar! biar aku bantu." ucap Tasya. Darel berusaha untuk bangun dia tidak mempunyai tenaga namun Tasya langsung membantu nya.
"Kakak harus memikirkan kesehatan kakak dan kesembuhan kakak secepatnya." ucap Tasya.
Darel tetap saja diam sambil berjalan ke arah pintu kamar.
"Sebelum istirahat kakak minum obat dulu." ucap Tasya. Darel mengangguk.
Tasya memberikan obat pada Darel, Darel langsung meminum nya.
"Kakak istirahat saja dengan Stevan, aku Akan turun ke bawah." ucap Tasya. tapi tiba-tiba Darel menahan tangan Tasya.
"Di sini saja." ucap Darel. Tasya Tidak ada pilihan Tasya tidak jadi turun ke bawah dia memilih menemani suami dan anak nya.
__ADS_1
Darel tidur di samping Stevan sementara Tasya duduk bersandar di pinggir kasur.
Tidak beberapa lama Darel tidur. Tasya mengelus tangan Darel namun dia kaget karena tangan Darel Panas.
"Loh kenapa badan nya panas yah." batin Tasya dia turun dan langsung memeriksa suhu badan Darel.
"Tidak terlalu panas tapi tidak biasa nya hangat seperti ini." ucap Tasya.
Tasya melihat Darel gelisah tidur, dia berbaring di samping Darel, tapi Darel langsung memeluk nya. Tasya yang di peluk pun langsung kaget.
Namun setelah memeluk Tasya dia langsung tidur dengan tenang, Tasya mengelus kepala Darel dengan lembut. Darel merasa nyaman dan tidur nyenyak. Tasya pun ikut tertidur.
Tidak terasa hari semakin sore, Darel terbangun dia tersenyum melihat Tasya Masih ada di samping nya.
Darel menatap wajah Tasya.
"Humm Maaf kan kakak yang selalu menyusahkan kamu, tapi kakak hanya butuh perhatian kamu, kakak tidak bisa jauh-jauh dari kamu." batin Darel.
tangan nya menyentuh pipi Tasya.
"Kamu sangat cantik dan muda wajar saja jika kamu tidak mencintai kakak." batin Darel.
Dia menarik Tasya kepada nya dan memeluk nya lebih Erat, Tasya terbangun.
"Kak! Kak! Apa yang kakak lakukan? ini sangat sempit." ucap Tasya.
"Jangan bergerak karena kamu Akan menyentuh bekas operasi kakak." ucap Darel.
"Lepaskan kak, aku sangat susah bernafas." ucap Tasya.
Darel melepaskan nya, dia menatap wajah Tasya sambil tersenyum.
Tasya memukul lengan Darel dan duduk. dia mengikat rambut nya karena risih. Darel memandangi Tasya sambil terus tersenyum.
"Apa yang kakak lakukan?" ucap Tasya.
"Kakak hanya ingin memeluk kamu saja! Apa salah nya kakak memeluk istri kakak sendiri." ucap Darel.
Tasya diam, dia memeriksa badan Darel masih panas atau tidak ternyata tidak lagi dia merasa lega.
"Kenapa kakak melihat ku seperti itu?" tanya Tasya karena Darel menatap nya dengan tatapan tidak biasa.
"Kamu cantik kalau ikat rambut, ternyata istri ku sangat cantik." ucap Darel menggoda istri nya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***