
"Aauuhh." Tasya memegang paha nya. Milik nya sekarang terasa sangat sakit.
"Seperti nya kak Darel tidak memberi kan ku ampun tadi malam, aku sama sekali tidak sadar lagi dia bermain terlalu menghanyutkan." ucap Tasya sambil melihat ke arah Darel yang masih tidur memeluk bantal guling.
Perlahan dia berjalan ke kamar mandi, kencing saja sudah terasa sangat perih.
Dia keluar dari kamar mandi jalan sangat pelan, dia melihat jam sudah jam dua belas siang.
"Kak! Kak bangun!" Tasya membangun kan Darel.
"Humm apa sayang? kakak masih sangat ngantuk." ucap Darel dengan suara serak nya.
"Hari ini kita harus pulang ke rumah kak, cepat lah bangun dan sarapan." ucap Tasya.
Darel bangun dari tidur nya.
"Iyah sayang, iya." ucap Darel sambil mengusap mata nya.
"Buruan mandi kak, kakak bau!" ucap Tasya karena Darel mencoba untuk menciumnya.
"Huff kamu istri yang sangat berdosa menolak ciuman dari suami." ucap Darel.
Tiba-tiba handphone Darel berdering.
"Raya kak!" ucap Tasya sambil menjawab nya. Dan ternyata itu adalah Ibu mertua nya.
"Ibu!" ucap Tasya.
"Kalian baru saja bangun?" tanya Bu Tima.
"Humm enggak kok Bu," ucap Tasya.
"Darel mana? Dia lupa yah kalau hari ini nganterin Ibu ke Bandara?" ucap Bu Tima.
"Iyah mah, aku langsung pulang." ucap Darel.
"Ya udah Mamah tunggu, jangan lama-lama."
Panggilan pun terputus.
"Ibu sama Ayah kakak pulang hari ini?" tanya Tasya. Darel mengangguk.
"Otomatis Clara juga pergi dong kak." ucap Tasya. Namun Darel menggeleng kan kepala nya.
"Dia akan lebih lama di rumah." ucap Darel.
"Kenapa kak? Kenapa dia tidak pergi saja? Aku tidak mau dia di rumah." ucap Tasya. Darel hanya diam saja.
Sesampainya di rumah Orang tua nya sudah siap untuk berangkat.
__ADS_1
"Kamu tinggal di rumah jaga anak-anak sambil istirahat yah, biar Darel sama Clara aja yang ngaterin kami ke bandara." ucap Bu Tima.
"Gak apa-apa kok Buk aku ikut sama anak-anak." ucap Tasya.
"Lebih baik di rumah saja, bandara cukup jauh kasihan janin kamu." ucap Buk Tima.
"Ya udah deh Buk, aku di rumah." ucap Tasya.
Tasya menyalami tangan mertua nya.
"Loh kamu gak ikut Tasya?" tanya Omah yang baru Saja datang.
"Biar aja di rumah istirahat Omah." ucap Darel.
"Kenapa kamu malah melarang nya ikut seperti itu? Biar saja dia pergi mengantarkan mertua nya.
Dan Raya sama Stevan pasti mau mengantar kan Nenek Kakek nya." ucap omah.
"Ya udah sana siap-siap bawa juga anak-anak kamu, omah sama Opah juga mau ikut kok, karena tidak baik Pria yang bukan mahram dan bukan mahram nya satu mobil atau pun dekat apa lagi sudah punya istri." ucap Omah menyindir Clara.
Bu Tima langsung menoleh ke arah Clara yang hanya diam saja.
Rame-rame mereka ke bandara.
"Mamah sama papah berangkat dulu yah, kamu jaga baik-baik Anak dan juga istri kamu." ucap Buk Tima pada Darel.
"Iyah mah, mamah kabarin aku kalau sudah sampai di sana." ucap Darel.
"Loh siapa dia? kenapa Darel harus memperhatikan dia? seperti nya kamu dan Adel sengaja mendekat-dekatkan Clara dengan darel.'' ucap Omah.
Mereka semua langsung terdiam, sementara Tasya langsung mengelus punggung Omah.
"Omah ini tempat ramai jangan ribut di sini." ucap Tasya.
"Kalian semua harus di kasih paham kalau pernikahan bukan lah main-main, dan lagi ke mertua kamu." ucap Omah.
"Maksud omah apa?"
"Saya hanya ingin kamu menghargai Cucu saya yang sedang mengandung Cucu kamu," ucap Omah.
"Saya menghargai dia! Kurang apa lagi saya? bahkan saya menghilangkan nama baik keluarga saya demi dia bisa menikah dengan anak saya." ucap Bu Tima tidak mau kalah.
"Heh anak kamu yang mau menikah dengan Cucu saya." ucap Omah lagi.
"Sudah mah, sudah Omah, ini tempat ramai jangan membuat kekacauan." ucap Darel.
"Kamu sebagai suami harus tegas Darel! Saya tidak ingin karena kepatuhan kamu terhadap orang tua aturan yang salah kamu Ikuti!" ucap Omah pada Darel.
"Saya sudah tau semua nya dari Ahmad kalau kamu, suami kamu dan juga Adel setuju menjodohkan Darel dengan Clara!" ucap omah.
__ADS_1
"Maksud nya gimana omah? Ini hanya salah paham saja, kak Darel tidak seperti itu." ucap Tasya.
"Kamu masih membela suami kamu dalam Masalah seperti ini? Kamu sungguh wanita yang lugu Tasya, kamu terlalu mudah di bohongi oleh suami kamu yang sudah menyembunyikan semua nya dari kamu."
"Agar kamu tau semua orang berbohong di belakang kamu, mereka semua membuat perjanjian ketika kamu menikah dengan Darel, namun Darel juga harus pacaran dengan Clara, setelah kamu melahirkan Darel menceraikan kamu dan menikah dengan Clara." ucap Omah.
Tasya terdiam dia menatap Darel yang mencoba membujuk nya namun dia sudah tidak Mau di sentuh.
Semua memasang wajah tegang masingmasing.
"Ini karena Cucu Omah tidak cocok dengan anak saya, sangat beda jauh." ucap Bu Tima.
"Jaga mulut kamu yah! Jangan mencoba menghina Cucu saya." ucap Omah.
"Dan buat kamu Darel! Jadi lah pria yang tegas dan berani berkata tidak demi kebaikan rumah tangga kamu!" ucap Omah.
Mertua Tasya harus berangkat sementara pembicaraan belum selesai.
"Udah Omah, lebih baik kita pulang saja." ucap Tasya membawa Omah nya.
"Pembicaraan belum selesai." ucap Omah.
"Kita bicara di rumah saja Omah, jangan di sini." ucap Tasya.
"Tidak bisa!" ucap Omah.
"Sekarang semua tergantung suami kamu, dia memilih untuk mempertahankan istri nya atau menuruti kata-kata Orang tua nya." ucap Omah.
Darel terdiam.
"Jawab kak!" ucap Tasya.
"Kita bicarakan nanti yah, jangan sekarang." ucap Darel. Tasya menghela nafas panjang.
"Itu artinya kakak benar-benar memilih keputusan orang tua kakak, aku tidak apa-apa kok." ucap Tasya langsung meninggalkan bandara.
"Mamah! Mamah!" panggil Raya mengejar.
"Sekali lagi Omah tegas kan sama kamu, jadi lah suami yang tegas, berani memimpin dan juga bertanggung jawab."
Omah pergi menyusul Tasya.
"Bagaimana ini Darel? Aku tidak mau hubungan kita putus begitu saja hanya karena orang tua itu." ucap Clara.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya. Jika ada saran tulis di kolom komentar ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***