
"Baik Omah." ucap Darel.
"Kalau Omah mendengar Tasya menangis karena kamu, Omah Akan jemput dia lagi." ucap Omah.
Darel terdiam.
"apa kamu mengerti?" tanya Omah.
"Baik Omah! Aku janji Akan menjaga Tasya dan tidak Akan Membuat nya sedih." ucap Darel.
"Omah pegang kata-kata kamu, awas saja kalau kamu membuat nya menangis." ancaman Omah.
Darel menatap Tasya dengan wajah melas seperti anak kecil yang di marahin.
"Baik Omah." ucap Darel dengan suara yang sangat lembut.
"Dan kalau kamu marah-marah sama Anak-anak kamu mereka pasti semakin nakal dan membenci kamu!" ucap Omah.
Darel terdiam.
Tasya mengambil handphone dari tangan Darel karena tidak tega mendengar Omah nya mengancam Suami nya Terus.
"Ya udah Omah ngomong sama aku aja yah, Kak Darel ada urusan." ucap Tasya Membuat alasan.
"Huff sangat beruntung dia mempunyai istri seperti Cucu Omah." ucap Omah. Darel mendengar nya terdiam.
"Sudah lah Omah, kak Darel juga sudah minta maaf." ucap Tasya.
"Bagaimana bisa sudah? Dia menyakiti Cucu kesayangan Omah. Omah gak suka seperti itu, dan sekarang pasti kalian belum membicarakan masalah itu kan." ucap Omah lagi.
"Omah.... Sudah dong marah-marah nya. Stevan dan Raya juga mendengar nya." ucap Tasya.
"Kamu selalu seperti ini terlalu polos dan baik." ucap Omah Tasya diam.
"Ya udah Omah berhenti marah nya, kamu jangan bawa hati Omelan Omah. Omah hanya khawatir saja. Kamu istirahat lah. Omah Akan selalu berdoa agar kamu dan suami kamu baik-baik saja dan anak-anak menyanyangi kamu." ucap Omah.
"Amin... Makasih yah Omah." ucap Tasya.
"Iyah sama-sama." ucap Omah.
Panggilan pun di akhiri. Tasya melihat Darel sudah termenung di atas sofa menemani anak-anak nya main.
Tasya menghela nafas dia turun dari kasur membawa piring kotor keluar.
"Papah kena marah sama omah yah?" tanya Raya. Darel mengangguk. Raya memeluk Papah nya.
"Maka nya Papah jangan marah-marah sama Mamah Tasya. Dulu Papah gak pernah marah sama Mamah, kenapa sekarang suka marah." ucap Raya.
__ADS_1
Darel memeluk Raya.
"Papah gak suka Mamah dekat-dekat sama Om Alex." ucap Darel.
"Lalu kenapa Pah kalau mereka dekat? Om Alex orang yang baik dia sayang sama Aku, adik dan juga mamah." ucap Raya.
"Kamu anak kecil belum paham sayang." ucap Darel.
"Aku bukan anak kecil Papah." ucap Raya.
"Lantas kalau bukan anak kecil, anak apa?' tanya Darel.
"Anak papah sama Mamah dan juga Mamah Tasya." ucap Raya.
Darel tersenyum.
"Humm anak cantik papah bisa aja, cium papah dong." ucap Darel.
Raya menggeleng kan kepala nya.
"Gak mau ah Papah Belum cukur kumis. Papah kalau seperti ini sama kaya om-om." udah Raya langsung melepaskan pelukannya dan pergi main.
"Ya udah kalau kamu gak mau papah cium adek aja." ucap Darel mengendong Stevan mencium nya namun Stevan mengawas kan Waja Darel dia Malah merengek namun Darel terus memaksa nya sehingga Raya yang melihat nya menatap dengan tatapan seperti malas dan meledek.
Stevan yang terus di paksa cium langsung menangis.
Tasya langsung mengambil nya.
"Tuh kan Adek aja sampai nangis. Papah tuh harus perawatan dulu." ucap Raya.
Tasya menatap Raya dan melihat ke arah Darel yang memegang kumis nya.
"Ada apa kak?" tanya Tasya.
"Papah mencium Adek sampai nangis Mah, kumis Papah sakit banget." ucap Raya.
"Aku sudah bilang kalau Papah itu jelek kalau ada kumis dan jenggot nya." ledek Raya, Tasya mendengar Raya dia seketika menahan tawa nya.
Darel melihat Tasya tersenyum karena kata-kata Raya.
"Kamu jahat banget sih sama Papah. Ini Papah kamu walaupun jelek." ucap Darel.
"Papah kaya Om-om." ucap Raya. Darel semakin gemes, dia mau mengejar Raya namun Raya langsung kabur ke Belakang Tasya.
"Kenapa kamu senyum-senyum? Ini semua karena kamu." ucap Darel. Tasya langsung merubah wajah nya jadi datar karena keciduk oleh suami nya.
"Humm aku tidak mengajari Raya, dia tau sendiri." ucap Tasya. Darel semakin gemes dia kesal selalu di ejek dia mengejar Raya Sampai dapat, dan akhirnya Tasya juga dan Stevan ikut di kejar.
__ADS_1
Kalau dapat Darel Akan mengoles kan kumis atau Jenggot nya ke Mereka.
Raya sampai menjerit-jerit karena sudah dapat.
"Ampun gak? Ampun gak? kamu harus minta maaf." ucap Darel mengancam Raya sambil terus mengeliti nya.
"Aaaaaa lepasin Pah, lepasin." ucap Raya.
"Minta maaf dulu!" ucap Darel.
"Iyah Pah, ampun! aku minta maaf." ucap Raya menyerah.
Darel tersenyum dia mencium Raya seketika Raya menjerit setelah menang dia mengejar Tasya yang mengendong Stevan.
Tidak butuh Waka lama dia langsung tertangkap, Darel mengoleskan jenggot nya ke lengan Tasya.
"Aaaa sakit Kak, tajam sekali, lepasin." ucap Tasya menjerit.
Darel merasa puas membalas mereka semua.
"Minta maaf dulu! Jangan panggil kakak dengan sebutan Om lagi." ucap Darel. Tasya seperti nya tidak mau minta maaf, Darel semakin mengeliti nya, akhirnya Tasya menyerah dia akhirnya meminta maaf.
"Iyah! Iyah! aku minta maaf kak," ucap Tasya. Akhirnya Tasya menyerah, Darel melepaskan Tasya dia merasa senang.
Dia melihat musuhnya terdiam meringkuk kelelahan di atas kasur Seketika dia tersenyum singkat.
"Om-om perkasa kok di lawan." ucap Darel dengan sombong.
Darel merapikan rambut nya yang acak-acakan.
Dia duduk di sofa sambil membuka laptop nya.
Tidak beberapa lama dia duduk fokus dengan laptop nya dia heran karena keadaan kamar sudah sunyi dia mencuri pandang ke arah kasur.
Seketika dia kaget melihat Tasya tidur sambil bersandar ke sandaran kasur sementara raya tidur berbantalkan paha nya dan Stevan yang tidur di pelukan nya.
Seperti nya mereka benar-benar lelah karena Dari tadi mereka main kejar-kejaran.
Darel meletakkan laptop nya ke atas meja. Di tidak ingin melupakan momen itu dia mengambil gambar betapa nyamannya anak-anak nya di dekat Tasya bahkan istri nya tidak pernah seperti itu bersama anak-anak nya karena jarang juga tidur bersama mereka sudah ada kamar masing-masing.
Setelah selesai mengambil gambar, Darel memindahkan Raya ke tengah-tengah dan mengambil Stevan.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya biar author tambah semangat lagi. Terimakasih 🙏***
__ADS_1