
Darel berjalan ke pintu, saat menekan handdle pintu ternyata di kunci.
"Di kunci Omah." ucap Darel.
Di coba di ketuk namun tidak ada jawaban akhirnya Membuka dengan kunci cadangan.
Saat di buka ternyata Tasya Masih tidur.
"Itu karena dia pulang larut malam sehingga tidak Bangun jam segini, Cucu kesayangan omah." ucap Omah sambil duduk di pinggir kasur menarik selimut yang menutupi wajah Tasya.
"Tasya! Bangun dong ini sudah jam sembilan raya sama Stevan nungguin kamu." ucap Omah sambil mengelus kepala Tasya.
Namun seketika Omah terkejut merasakan badan Tasya yang panas.
"Badan Tasya kok panas?" ucap Omah.
Darel yang mendengar itu ikut panik dan langsung memeriksa suhu badan Tasya dan benar saja badan nya sangat panas.
Mereka berusaha membangun kan Tasya namun dia tidak bangun akhirnya di bawa ke rumah sakit terdekat.
Setelah di periksa Suhu badan Tasya sangat tinggi.
Dokter memasang infus. sementara Darel dan anak-anak serta Omah dan Opah menunggu di luar sampai Tasya selesai di periksa.
"Bagaimana dok keadaan istri saya?" tanya Darel.
"Seperti nya pasien Mabuk karena minuman keras di tambah lagi masuk angin Serta seperti mengalami ketakutan dia menahan tangis. Mata nya sedikit bengkak karena tak kunjung berhenti menangis." ucap dokter.
"Ya ampun Tasya kok bisa sih." ucap Omah, Opah memeluk istrinya.
"Pasien sudah bisa di jenguk ke dalam namun jangan membuat keributan sehingga mengganggu istirahat pasien." ucap dokter.
"Baik Dok! Terimakasih banyak." ucap Omah dan Opah mereka langsung masuk.
Ternyata Tasya sudah bangun dia tersenyum melihat Raya berlari ke arah nya dan Stevan di gendong oleh Opah.
Namun Tasya melihat Darel yang berdiri di dekat pintu.
"Pergi! Pergi! Kakak pergi!" ucap Tasya.
"Tasya! Tenang sayang, tenang." ucap omah.
"Aku gak mau melihat Kak Darel aku gak mau." ucap Tasya badan nya sudah gemetar.
Darel tidak mengeluarkan kata-kata dia memilih untuk keluar. Setelah dia keluar Tasya menangis Omah memeluk nya.
"Aku gak mau melihat Kak Darel lagi Omah, aku gak mau." ucap Tasya sambil menangis.
"Apa yang terjadi? Apa yang dia a lakukan sama kamu? Kasih tau Omah." ucap Omah.
__ADS_1
Tasya mengingat betapa Menakutkan Wajah Darel tadi malam. Bahkan menceritakan nya saja dia tidak bisa.
Selama ini dia tidak pernah merasakan kekerasan dia benar-benar sangat di lindungi oleh omah dan opah nya walaupun dia di benci orang tua nya, dia sangat membenci Kekerasan.
"Udah jangan di ceritakan lagi kalau belum mau cerita." ucap Omah.
Darel duduk di kursi taman rumah sakit itu.
Dia mengusap kepala nya dengan kasar.
"Kenapa kamu sangat bodoh Darel? Kamu menyiksa Tasya hanya karena Cemburu. kamu bodoh! bodoh." ucap Darel sambil memukul-mukul kepala nya.
"Aaarggghh!! Aku sudah membuat Tasya takut pada ku, aku benar-benar sudah gila." ucap Darel.
Dia bingung harus melakukan apa saat ini.
Di sore hari Omah dan Opah baru saja keluar dari ruangan tempat Tasya di rawat.
"Darel! kamu Masih di sini?" tanya Opah, Darel yang duduk termenung sambil menunduk kan kepala nya langsung berdiri.
"Iyah opah, bagaimana keadaan Tasya?" tanya Darel.
"Sudah mulai baik." ucap Opah.
"Omah sama Opah mau pulang bawa anak-anak kamu, kamu jagain Tasya yah." ucap Omah.
"Tapi Omah!" ucap Darel.
"Sebenernya apa yang terjadi?" tanya Omah.
"Maafin aku Omah aku sudah kasar pada Tasya malam itu." ucap Darel.
"Kasar? Kenapa kamu kasar pada nya?" tanya Opah.
"Aku Cemburu melihat Dia dekat dengan Alex, dan malam itu Alex memeluk Tasya saat pulang malam dalam keadaan Tasya mabuk." ucap Darel.
"Aku sangat emosi aku tidak bisa mengendalikan nya, aku menyiram Tasya di kamar mandi." ucap Darel namun tiba-tiba Omah menampar pipi Darel.
Darel diam dia menundukkan kepalanya.
"Maafkan aku Omah." ucap Darel.
"Kamu suami kurang ajar! Saya yang sudah membesar kan Cucu saya tidak pernah berbuat seperti itu, kamu baru empat bulan menikah Sudah seperti itu, saya tidak habis pikir Sama kamu." ucap Omah.
"Maafkan aku Omah." ucap Darel berlutut.
"Tidak! Cucu saya sangat terlihat tertekan bersama kamu dan sekarang dia ketakutan karena kamu. Omah tidak bisa memaafkan kamu." ucap Omah.
"Maafin aku Omah!" ucap Darel.
__ADS_1
"Tidak! Sekarang bawa anak kamu pulang biar Omah sama Opah yang menjaga Tasya di sini." ucap Omah.
"Omah, aku gak mau sama Papah." ucap Raya.
Omah hanya diam saja.
Akhirnya Darel memilih untuk membawa anaknya pergi dari pada Membuat Omah sama Opah semakin marah.
"Omah! Kenapa kamu berbicara seperti itu pada Darel?" tanya Opah.
"Itu pelajaran sama dia opah, dia harus bisa menghargai Tasya Agar Tasya juga menghargai nya." ucap Omah.
"Tapi bukan seperti itu cara nya." ucap Opah.
"Opah! Omah tidak ingin Tasya di sakiti oleh siapapun, maupun orang tua nya, Suami nya, Omah tidak rela." ucap Omah langsung masuk kembali ke dalam.
Di dalam mobil perjalanan pulang ke rumah Darel hanya diam Saja. Mereka menggunakan taksi untuk pulang. Dia melihat ke arah anak-anak nya juga ikut diam.
Seketika dia memeluk anak nya.
Tampa mengatakan apa-apa .
Sesampainya di rumah Darel masuk ke kamar. Dia merapikan semua barang-barang anak-anak nya dan barang-barang nya.
"Pah! Papah kenapa mengumpulkan semua itu?" tanya Raya.
"Kita pulang ke Pekanbaru ya Sayang." ucap Darel.
Raya diam.
Raya paham kalau Papah nya sedang kena marah sama omah.
"Kita tidak bisa bertemu dengan Mamah Tasya lagi yah Pah?" tanya Raya. Darel menoleh ke arah Tasya dan duduk dia memangku Raya dan Stevan.
"Maafin papah yah, ini semua karena Papah." ucap Darel.
Raya menghapus air mata Darel.
"Aku juga minta maaf sama papah sudah membuat Papah marah tadi malam." ucap Raya.
Darel mencium kening Raya sambil tersenyum.
"Enggak kok, papah gak marah sama raya, jutsru Papah yang minta maaf sama Raya dan Stevan. Papah sayang kalian berdua." ucap Darel memeluk mereka Erat sambil menangis.
Tidak tau kenapa sekarang dia tidak dewasa seperti dulu, semenjak kehilangan istri nya dia tidak bisa seperti biasa, dia benar-benar sangat takut kehilangan orang yang di cintai nya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan yA.
__ADS_1
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.biar author tambah semangat lagi. Terimakasih 🙏***