
Tasya menghela nafas panjang.
"Ya udah deh ayo kita pulang." ajak Tasya. Dia berjalan kembali ke Dekat mobil.
"Pelan-pelan Jalan nya sayang, kasihan perut kamu keguncang." ucap Darel.
Tasya memelan kan cara berjalan nya dan masuk ke dalam mobil. "Buruan kak ayo pulang, aku udah gerah banget." ucap Tasya.Tapi Darel menatap Tasya.
"Kenapa Kakak melihat ku seperti itu?"
"Sabuk pengaman nya jangan ketat-ketat, di kasih ruang untuk perut kamu." ucap Darel langsung membenarkan sabuk pengaman Tasya.
Tasya menghela nafas panjang sambil melonggarkan perut nya.
"Kasian anak kita sesak di dalam." ucap Darel.
"Segitu nya banget sih. Kasian anak kakak, kasian dia kejepit kasian dia keguncang, perhatian nya hanya sama yang di perut aku doang." ucap Tasya.
Darel tersenyum.
"Kamu cemburu yah? Kalau cemburu bilang aja." ucap Darel sambil menghidupkan mobil.
"Enggak! Ngapain aku cemburu kan memang dari dulu kakak tuh gak Sayang sama aku." ucap Tasya. Darel tersenyum dia memegang tangan Istrinya.
"Kamu seperti nya sedang mengalami hati yang tidak tenang, ada apa? Apa yang sedang mengganggu fikiran kamu? Apa karena kurang tidur?" ucap Darel.
Tasya memukul lengan Darel.
"Jangan bahas itu lagi, aku malu." ucap Tasya. Darel tersenyum dia mengelus kepala Tasya.
"Coba ngomong apa yang sedang kamu pikirkan? Apa karena masalah di kampus tadi? Mereka masih mengganggu kamu?" tanya Darel.
Tasya menatap Darel.
"Coba cerita apa yang kamu khawatir kan." ucap Darel.
Tasya menghela nafas lagi dan melihat ke depan.
"Apa pun yang kamu pikirkan coba cerita sama kakak, kalau belum mau di ceritakan nanti kalau sudah siap yah, jangan terlalu banyak berfikir seperti itu." ucap Darel dengan lembut.
Tasya pun mengangguk.
"Omah sama Opah dua hari lagi mau pulang ke Bandung kak, aku mau beliin mereka hadiah kenang-kenangan." ucap Tasya.
"Ya udah kita belanja kemana?" tanya Darel.
Seketika Tasya langsung menyebut nama tempat mereka belanja. Sekalian juga membeli kado untuk ulang tahun Stevan.
Cukup lama mereka belanja sudah malam, namun sebelum pulang mereka makan dulu tidak lupa membawa pulang juga.
"Akhirnya kalian pulang juga, omah sudah sangat khawatir." ucap Omah.
__ADS_1
"Maaf yah Omah, kami mencari hadiah untuk Stevan dan juga untuk Omah." ucap Tasya memberikan paper bag besar pada Omah dan Opah.
"Ini adalah kenang-kenangan dari kami berdua kalau Omah udah pulang ke Bandung." ucap Tasya.
Omah dan Opah menerima nya tidak lupa mengucapkan terimakasih.
"Terimakasih banyak yah, Omah tidak memiliki apa-apa untuk jadi kenangan-kenangan." ucap Omah.
Tasya dan. Darel tersenyum.
"Gak apa-apa kok Omah. Stevan sama Raya mana?" tanya Tasya.
"Oohh mereka sudah tidur dari tadi. Karena kelelahan bermain." ucap Omah.
"Oohh ya udah kalau begitu kalian istirahat lah. Kamu pasti l kelelahan." ucap omah pada Tasya.
"Darel bawa istri kamu ke kamar." ucap Omah pada Darel.
Di kamar Tasya baru saja selesai membersihkan diri bergantian dengan Darel.
"Huff kaki ku Kenapa sangat cepat sakit seperti ini yah, padahal dulu mengelilingi Mall biasa saja." ucap nya.
"Seperti nya aku benar-benar sudah tua dan tidak muda lagi.' ucap Tasya. Darel yang baru keluar dari kamar mandi mendengar ucapan Tasya dia tersenyum sendiri.
Dengan iseng dia mengibaskan rambut basah nya pada Tasya.
"Jangan seperti itu dong Kak, basah." ucap Tasya kesal.
Tasya pun mengambil nya.
Darel duduk di karpet sementara Tasya duduk di atas kasur sambil mengusap kepala Darel yang basah.
"Tadi kakak ketemu Clara. Kakak juga meminta nya datang besok ke sini ulang tahun Stevan." ucap Darel.
"Kakak menemui nya kan?" tanya Tasya dengan nada kesal.
"Enggak sayang, kebetulan saja bertemu di Cafe, kamu bisa bertanya pada teman-teman kakak." ucap Darel.
"Huff awas saja bermain belakang!" ancam Tasya.
Darel menggeleng kan kepala nya.
"Kalau kakak mencoba untuk selingkuh atau mendua aku akan pergi membawa anak-anak." ucap Tasya.
"Jangan dong sayang." ucap Darel.
"Maka nya jangan selingkuh!" ucap Tasya sambil dengan sedikit kasar mengusap kepala Darel.
Darel berdiri dia mendorong Tasya agar tidur.
"Apa yang mau kakak lakukan?" tanya Tasya panik.
__ADS_1
Darel tersenyum melihat wajah panik Tasya. Darel menatap mata Tasya.
"Kamu cantik." ucap Darel dan mencium bibir Tasya dengan singkat.
Tasya tersipu malu karena Pujian dari suami nya.
"Kaki kamu pasti sakit-sakit, sini biar kakak pijitin." ucap Darel. Tasya membenarkan tidur nya.
"Kakak istirahat saja, nanti sakit nya pasti hilang sendiri." ucap Tasya.
Namun Darel tidak mendengar kan Tasya dia Malah menarik kaki Tasya ke paha nya.
"Tidak baik untuk menahan rasa sakit, kalau sakit bilang saja." ucap Darel memijit-mijit kaki Tasya. Tasya memandangi wajah Darel.
"Huff sangat beruntung Mbak Amel bisa mendapatkan suami seperti kak Darel di waktu muda, sekarang saja dia sangat Tampan apa lagi dulu waktu muda." ucap Tasya.
"Kamu mengangumi ketampanan suami kamu yah?" tanya Darel, seketika Tasya memalingkan wajahnya.
"Ih apaan sih, aku cuma melihat cara pijitan kakak." ucap Tasya. Darel tersenyum.
"Akui saja," ucap Darel.
"iyah-iyah kakak tampan, tapi sangat berbeda dari sebelumnya waktu pertama bersama. Kakak layaknya seperti kakak ku bukan suami ku." ucap Tasya.
"Sangat jarang kamu memuji kakak, tapi kamu malah sekalian meledek kakak." ucap Darel.
Tasya tersenyum.
"Kakak melakukan perawatan yah? Atau jangan-jangan kakak membuat jampi-jampi agar awet muda?" ucap Tasya.
"Huss ngomongin apa sih? Fikiran kamu sama suami sendiri jahat banget. Justru Bagus Ding kalau kakak awet Muda, kamu juga tidak mau jalan bareng kakak." ucap Darel.
Tasya tersenyum.
"Iyah aku tau kok, tapi aku juga mau perawatan seperti Kakak, agar kakak tidak melirik wanita lain." ucap Tasya.
Darel menatap wajah Tasya.
"Kamu kurang apa lagi sih? bukan nya kamu juga sering perawatan? kamu sudah cantik sayang."
"Tiap kali aku pergi perawatan dengan Tiwi semua pelanggan yang di sana di anterin oleh pasangan mereka masing-masing bahkan melakukan perawatan sama-sama, aku selalu sendiri." ucap Tasya.
"Jadi kamu cemburu? Kamu tidak mau kalah?" ucap Darel. Tasya hanya diam.
...----------------...
Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏