
Keesokan harinya Tasya terbangun karena mual dia berlari ke kamar mandi. Darel karena kecapean dia tidak sadar istri nya sudah muntah-muntah di kamar mandi.
"Kak! Kak!" panggil Tasya membangun Darel.
"Iyah sayang kenapa?" tanya Darel dengan suara serak pada Tasya yang membangun kan Darel di atas kasur.
"Perut ku sangat keram dan kepala ku juga pusing kak."
Darel Langsung bangun.
Dia mencari minyak kayu putih mengoleskan ke perut Tasya dan memijat kepala nya karena masih sangat pagi Darel membawa Tasya ke kepelukan nya.
"Lanjut tidur aja Tasya biar enakan badan nya." ucap Darel sambil mencium kening Tasya.
"Aku gak bisa tidur kak, aku selalu Kefikiran bagaimana tanggapan orang tua kita nanti." ucap Tasya.
"Sudah jangan di pikirkan, kalau kamu tidak siap mendengarkan nya kamu bisa di kamar saja."
"Tapi aku mau mendengar keputusan mereka." ucap Tasya.
Darel membuka mata nya dia menoleh ke arah Tasya.
"Kamu gak percaya sama kakak?"
Tasya diam dia menyembunyikan wajahnya di dada Darel.
"Bukan nya aku tidak percaya kak,"
"Lalu kenapa kamu selalu takut seperti ini? Justru karena kamu seperti ini membuat kakak khawatir!" ucap Darel.
Tasya diam.
"Jangan marah kak," ucap Tasya karena nada Darel sedikit tinggi. Darel menghela nafas panjang.
"Kamu tidak perlu takut, kalau kita jodoh pasti ada jalan nya." ucap Darel. Tasya pun mengangguk sambil minta maaf.
Di pagi hari Tasya sudah sibuk membantu Bibi di dapur.
"Selamat pagi Bu." sapa Tasya pada Bu Tima yang baru saja bangun.
"Pagi! Kamu tidak kerja hari ini?"
Tasya menggeleng kan kepala nya.
"Bagus deh, sekarang acara kumpulan keluarga karena mau memperkenalkan calon untuk Darel."
Tasya seketika terdiam.
"Buk aku sedang hamil, bagaimana ibu bisa menjodohkan suami ku dengan orang lain." ucap Tasya.
"Loh kok kamu marah? Suami? Kamu menikah dengan Darel hanya karena Amel. Dan jangan berfikir kalau Kalian Akan menikah resmi dan bersama selama nya."
"Kenapa ibu sangat tega? Aku mengandung Cucu Ibu."
__ADS_1
"Bukan Ibu yang tega Tasya, tapi kamu sudah tau dari awal kalau pernikahan kalian hanya sekedar permintaan dari almarhum Istri Darel."
"Aku tidak percaya ibu seperti ini, aku pikir ibu akan mendukung hubungan kami." ucap Tasya.
"Maafkan ibu nak, tapi semua keluarga ibu tidak setuju, kalau orang tau Darel menikah dengan Adik ipar nya sendiri itu akan membuat malu."
"Letak malu nya di mana buk? sebelum nya kami sudah menikah, banyak di luaran sana kakak ipar sama adik ipar menikah." ucap Tasya.
"Kamu mau tau alasan sesungguhnya?" tanya Bu Tima seketika ruangan itu senyap.
"Kamu tidak di terima jadi menantu sah di keluarga kami karena...." Tiba-tiba Bunyi bel rumah.
Kata-kata Bu Tima terpotong.
"Mah! Mamah Bibi sama Paman sudah datang." ucap Darel dari ruang tamu.
Tasya di tinggal kan begitu saja oleh Bu Tima.
Tidak beberapa lama juga Keluarga Tasya datang.
"Bu bagaimana kabar ibu?" tanya Tasya menyalim tangan orang tua nya.
"Ibu dengar kamu hamil apa benar?" tanya Bu Adel.
"Alhamdulillah Iyah Bu." ucap Tasya.
"Kenapa sampai bisa hamil?"
Tasya terdiam dia bingung harus menjawab apa, dari ekspresi Ibu nya saja terlihat tidak suka akhirnya dia pun memilih diam saja.
"Oh iya sebelum ke pembahasan saya mau mengucapkan terimakasih untuk semua keluarga yang datang ke sini." ucap Darel.
"Maksud saya mengundang semua keluarga besar Tasya dan juga keluarga Saya ingin membicarakan soal rencana pernikahan yang akan saya adakan."
"Hah pernikahan? Secepat itu? padahal Kamu belum bertemu dengan calon kamu." ucap Om Darel.
"Aku menikah dengan Tasya Om." ucap Darel.
Semua menoleh ke arah Tasya.
Sebagian dari mereka belum tau kalau Darel menikah dengan Tasya.
"Kamu mau menikah dengan Tasya adik ipar kamu sendiri?"
"Sebelum nya saya minta maaf Om sudah menyembunyikan semua ini, saya dengan Tasya sudah menikah sirih atas permintaan Almarhum istri saya," ucap Darel.
Semua nya terdiam.
"Dan sekarang Tasya hamil, mau bagaimana pun saya harus menikah dengan dia karena kami saling mencintai."
"Mamah sama papah tidak setuju!" ucap orang tua Darel.
"Ibu dengan ayah juga tidak setuju!" ucap orang tua Tasya.
__ADS_1
"Sampai kapan pun kami tidak menyetujui hubungan kalian. Dan anak yang di kandungan Tasya bukan lah Cucu mamah." ucap Bu Adel.
Tasya menunduk kan kepala nya.
"Kami sudah memilih kan wanita yang tepat untuk kamu." ucap Bu Tima.
"Mamah!" ucap Darel.
"Apa kamu mau melawan Mamah?" tanya Bu Tima mengancam Darel.
Darel melihat Tasya yang sudah menangis namun berusaha untuk menyembunyikan nya.
Tidak beberapa lama datang lah keluarga yang di undang oleh Bu Tima. Wanita yang akan di jodohkan sama Darel
"Assalamualaikum!" Semua nya menjawab.
Wanita cantik berpakaian sopan rambut panjang, wajah yang manis serta badan yang bagus terlihat sekali wanita elegan.
"Clara!" batin Darel.
"Nah ini dia wanita yang mau di jodohkan sama kamu Darel, bagaimana kamu masih ingat dia kan? dia tambah cantik dan sekarang dia melanjutkan usaha Ayah nya." ucap Bu Tima.
Darel hanya diam saja, mata nya hanya fokus pada Tasya yang diam saja.
"Ya Allah kuat kan hati ku, aku sungguh sangat lemah sekarang." batin Tasya.
Mereka berbincang-bincang, semua menyambut Clara dengan sangat baik termasuk Ibu nya dan Ayah nya.
Sementara Bela dan Riski yang berdiri di balik dinding sangat iba melihat Tasya. Darel tidak bisa melakukan apapun sekarang.
"Lalu bagaimana Clara apa kamu cocok dengan Darel? sebaiknya kalian cepat menikah." ucap Bu Adel.
"Jangan terburu-buru dong buk."
"Bagus lebih cepat, tidak baik duda lebih lama dan juga Raya sama Stevan harus mendapatkan sosok ibu baru." ucap Bu Adel.
"Ah Ibu bisa saja, Darel belum tentu mau sama saya." ucap Clara malu-malu.
"Kalian waktu SMA sangat dekat, tidak mungkin Darel tidak mau sama cewek cantik, pintar baik, dan juga dewasa seperti kamu."
Tasya tidak tahan dia melepaskan pegangan Raya dan Stevan dan berdiri meninggal kan ruangan itu dalam keadaan menangis.
"Mamah!" panggil Raya berlari mengejar mamah nya keluar.
Riski dan Bela juga lari keluar, sementara Darel mau mengejar namun di tahan oleh papah nya.
"Jangan coba-coba Membuat papah malu!" ancam Papah nya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***