Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 244


__ADS_3

Tasya memeluk Ibu nya.


"Aku mohon Ibu juga Jangan tinggal kan aku, aku takut." ucap Tasya.


"Gak Akan nak, ibu Akan selalu ada di samping Mita. Ibu janji." ucap Bu Mita.


"Aku akan ke kampus nanti siang sebentar Bu, gak apa-apa kan? Sekalian juga ngundang Semua teman-teman ku." ucap Tasya.


"Iyah gak apa-apa nak, pergilah. Jangan lupa beri tahu Pak Candra juga." ucap Bu Mita.


"Seperti nya Pak Candra tidak Akan datang karena dia orang yang sangat super sibuk Bu, setelah dia datang ke rumah aku tidak pernah bertemu dengan nya lagi. Mungkin dia Keluar kota." ucap Tasya.


"Oohh." ucap Bu Mita. Tasya pun segera siap-siap.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga di kampus. Dia langsung ke kelas karena mahasiswa nya pasti sudah menunggu.


Tasya tidak lama di mata pelajaran yang pertama hanya memberikan tugas saja. Dia juga mengundang mereka yang mau datang ke acara pernikahan Ibu dan ayah nya.


Mereka sedikit kaget karena ibu nya baru saja meninggal namun Ayah nya sudah mau menikah saja.


Tasya menjelaskan agar semua mereka tidak salah paham. Setelah mereka paham mereka pun berjanji Akan datang.


Tasya sangat senang mereka mau datang. Dia tidak bisa berfikir lagi akan seramai apa acara pernikahan itu, karena keluarga besar dari Bandung datang. Teman-teman kuliah Tasya juga datang semua nya.


Mereka datang menghargai mereka yang berdukacita dan yang senang bersukacita.


Tasya juga mengundang dosen-dosen yang ada di universitas itu, banyak juga yang mau datang. Tasya merasa terhormat karena mereka mau datang.


"Tasya-Tasya." panggil Tiwi.


"Iyah ada apa Wi?" tanya Tasya.


"Aku boleh minta tolong gak?" tanya Tiwi.


"Minta tolong apa?" tanya Tasya.


"Pak Candra sedang di Bandara, aku janji untuk menjemput nyawa, tapi seperti nya tidak bisa karena aku masih ada kelas." ucap Tiwi.


"Jadi kamu mau aku mengganti kan kamu untuk menyiapkan kelas kamu?" tanya Tasya. Tiwi mengangguk.


"Aku tidak bisa Tiwi." ucap Tasya.


Tiwi seperti sangat khawatir.


"Ya udah deh biar aku saja yang jemput ke Bandara, kebetulan aku juga mau lewat sana." ucap Tasya.

__ADS_1


Tiwi tersenyum.


"Terimakasih yah Tasya. Aku hanya memiliki kamu." ucap Tiwi memeluk Tasya.


Tasya pun segera Menuju ke bandara. Tidak beberapa lama akhirnya sampai dia menghubungi nomor Candra namun tak juga di jawab.


"Pak Candra." ucap Tasya mengangkat tangan nya agar kelihatan di keramaian.


Candra melihat Tasya dia segera mendekati Tasya.


"Kenapa kamu bisa di sini? mau jemput Suami kamu yah?" tanya Candra.


Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Saya mau jemput bapak ke sini, seharusnya Tiwi tapi dia tidak bisa meninggal kelas mengajar nya akhirnya d


saya yang Menganti kan nya." ucap Tasya.


Candra sedikit termenung. "Kamu serius menjemput saya?" tanya Chandra. Tasya mengangguk.


"Terimakasih sudah mau repot-repot. Seharusnya Tiwi bilang kalau dia tidak bisa, saya bisa menelpon supir saya." ucap Candra.


"Ya udah kita langsung pulang saja." ucap Tasya, mereka pun meninggalkan bandara itu.


"Akhir-akhir ini bapak sering pergi jauh-jauh yah. Bahkan sudah jarang ke kampus." ucap Tasya.


"Oh iya besok acara pernikahan Ibu sama ayah kamu kan? saya menyempatkan diri untuk pulang hari ini agar bisa hadir, tidak enak kalau saya tidak datang." ucap pak Candra.


Tasya tersenyum.


"Seharusnya bapak tidak perlu memaksakan untuk datang kalau sedang sibuk. Kami juga paham kok, tapi bapak sudah datang seperti ini saya sangat senang. ibu sama Ayah juga pasti sangat senang sekali." ucap Tasya.


Candra tersenyum. tidak beberapa lama sampai di Parkiran.


"Kamu nyetir sendirian?" tanya Candra sambil memasukkan koper nya ke Bagasi. Tasya mengangguk.


"Kamu hamil seperti itu tidak baik untuk kemana-mana sendiri, kalau saya tau kamu yang jemput saya tidak Akan membiarkan nya. Bagaimana kalau terjadi apa-apa di jalan." ucap Candra.


Tasya tersenyum.


"Aku Sekarang berdiri di depan Bapak itu artinya aku baik-baik saja." ucap Tasya. Candra menghela nafas panjang dia menatap Tasya dengan tatapan khawatir.


"Baiklah-baiklah aku paham kok bapak khawatir kan keselamatan aku, Lagian aku sudah biasa." ucap Tasya.


"Saat sedang hamil kamu pasti kurang konsentrasi saat menyetir, bagaimana kalau saat merasa sakit perut kamu nyetir dan terjadi yang tidak-tidak?" ucap Candra.

__ADS_1


"Bapak terlalu berlebihan, saya baik-baik saja." ucap Tasya.


"Mana kunci mobil nya? biar saya saja yang menyetir." ucap Candra. Tasya memberikan kunci. Candra Membuka kan pintu pada Tasya.


"Kamu sudah Makan belum?" tanya Candra.


"Sudah sih, tapi aku lapar lagi." ucap Tasya. "Pas banget, perut saya juga sangat lapar, kita mencari makanan di dekat sini dulu." ucap Candra.


Tasya mengangguk. Setelah sampai mereka Makan dulu di sana cukup lama setelah itu baru Melanjutkan perjalanan pulang.


"Loh kok ke sini sih pak?" tanya Tasya.


"Saya akan mengantarkan kamu terlebih dahulu setelah itu baru saja di jemput oleh supir." ucap Candra.


"Tidak perlu pak. Aku nganterin bapak dulu baru pulang ke rumah. Lagian aku tinggal di rumah Ayah yang baru bukan di rumah suami ku." ucap Tasya.


"Oohh. " ucap Candra dia langsung putar balik.


"Sebenarnya saya juga mau Singgah membeli beberapa titipan ibu saya, tapi saya takut Bapak lama menunggu." ucap Tasya.


"Ya udah tidak apa-apa, saya akan mengantarkan nya." ucap Candra. Tasya pun menunjuk kemana mereka Akan pergi. Setelah sampai Tasya turun Candra juga ikut turun.


"Bapak tidak perlu ikut aku turun, bapak pasti kecapean." ucap Tasya. Candra tersenyum sambil menggeleng kan kepala.


Setelah selesai belanja dan sudah lengkap mereka pulang.


Setelah sampai di rumah Pak Ahmad. Tasya mengajak Candra masuk ke dalam. Candra membantu membawa semua belanjaan Tasya.


"Wahh dekorasi nya bagus banget yah." ucap Candra m Tasya tersenyum sambil mengangguk.


"Hal-hal seperti ini adalah sekali seumur hidup jadi jadi menyia-nyiakan nya." ucap Tasya.


Candra tersenyum.


"Tapi kalau ayah ku sudah dua kali, dia sangat beruntung mempunyai dua wanita yang baik dan juga cantik." ucap Tasya.


"Suami kamu juga beruntung memiliki istri seperti kamu." ucap Candra. Tasya tersenyum.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2