Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 287


__ADS_3

Di pagi hari nya. Darel terlebih dahulu bangun.


Dia ke kamar mandi tidak beberapa lama keluar. Tasya sadar suami nya sudah bangun.


"Ini masih sangat pagi kak, kenapa sangat cepat bangun?" tanya Tasya. Darel tersenyum dia duduk di samping Tasya yang berbaring.


Darel mengelus kepala Tasya. Dia juga mencium nya.


"Hari ini saya akan ke kantor. Saya sudah Lama tidak datang ke kantor saya." ucap Darel.


"Oohh. Kalau begitu aku akan menyiapkan pakaian kakak." ucap Tasya. Namun Darel menahan nya, dia meminta Tasya untuk istirahat saja, karena dia bisa sendiri.


Darel merapikan rambut Tasya yang menutupi mata nya. Tasya menatap wajah suaminya.


"Kakak sangat mencintai kamu. Tolong kasih kakak waktu." ucap Darel dengan sangat serius.


Tasya tersenyum dia mengangguk, Darel mencium kening Tasya.


"Terimakasih banyak."' ucap Darel. Dia menoleh ke arah Radit. "Apa tadi malam dia rewel lagi?" tanya Darel.


"Enggak kok kak, hanya cengeng ingin minum saja." ucap Tasya.


"Oohhh begitu, ya udah kakak siap-siap dulu yah, kamu lanjut tidur saja." ucap Darel.


Darel masuk ke kamar mandi, Tasya turun dari kasur, karena di baju suami nya ada di koper dia pun membuka koper suami nya, setelah selesai menyiapkan baju untuk suami nya dia pun keluar dari kamar.


"Selamat pagi anak-anak." sapa Tasya. "Pagi juga Mamah." ucap raya dan juga Stevan yang sedang duduk di ruang tamu bersama Kakek mereka.


Tasya berjalan ke arah dapur.


"Riski belum bangun yah Bu?" tanya Tasya. "Seperti nya belum, dia pasti kelelahan." ucap Bu Mita.


"Oohhh ya udah deh kalau begitu. Aku mau bikin kopi untuk kak Darel." ucap Tasya. "Loh dia sudah bangun?" tanya Bu Mita.


"Sudah Bu, kak Darel mau berangkat kerja." ucap Tasya.


Tiba-tiba Riski keluar dari kamar.


"Pagi mbak." ucap nya melihat Tiara di Meja makan.


"Pagi... Kamu baru bangun?" ucap Tasya.

__ADS_1


"Iyah mbak." jawab Riski duduk di depan Tasya.


"Kamu mau di buatin teh atau kopi?" tanya Tasya.


"Mbak mau bikin kopi untuk kak Darel yah?" tanya Riski.


Tasya mengangguk sambil menoleh ke arah Ibu.


Riski diam. "Kamu pasti suka teh, mbak buatin yah." ucap Tasya. Riski hanya diam saja.


Setelah selesai membuat Kopi dan Teh dia pun membantu Raya untuk menyiapkan baju sekolah nya.


Darel baru saja turun menggendong Radit karena kebangun.


"Tasya mana Bu?" tanya Darel pada Bu Tima di Meja makan. "Dia seperti nya membantu raya, sini biar ibu saja yang gendong Radit." ucap Bu Mita.


Darel melihat Riski yang memangku Stevan di sana.


"Ibu lanjut saja dulu, saya bisa mengendong nya." ucap Darel.


Dia duduk di depan Riski yang memasang wajah datar saja setelah Darel datang, sementara dari tadi Suara dua dan Stevan sangat kedengaran sekali.


"Ini Kopi papah, tadi mamah yang buatin." ucap Stevan.


"Loh dia sudah bangun kak? Maafin aku yah, aku tadi m ngurusin Raya dulu." ucap Tasya. Dia mendekati Radit.


"Dia terbangun sebelum Kakak keluar dari kamar mandi." ucap Darel. "Maafin Mamah yah nak, Mamah fikir tadi gak akan bangun cepat." ucap Tasya.


Darel dan Tasya tertawa melihat Radit yang berceloteh. Mereka terlihat sangat bahagia sekali. Riski memerhatikan mereka. Sementara Stevan hanya diam saja melihat itu.


"Ayo sarapan Dulu semua nya, setelah itu baru berangkat ke tujuan masing-masing." ucap Bu Mita.


Mereka berkumpul di Meja makan. Makan penuh dengan kehangatan.


"Ternyata Tasya jauh lebih beruntung memiliki keluarga yang sangat hangat seperti saat ini. Semoga saja keberuntungan ini bertahan lama." batin Darel.


"Raya hari ini papah yang anterin ke sekolah yah." ucap Darel.


"Oke papah." ucap Raya. Mereka pun berangkat meninggal kan rumah.


"Ayah berangkat dulu yah, assalamualaikum." pak Ahmad juga berangkat ke kantor nya. "Walaikumsalam Ayah, hati-hati." ucap Tasya.

__ADS_1


"Jadi sepi yah setelah mereka pergi." ucap Bu Mita.


"Oh iya Bu, Ayah tadi meminta ku untuk mengurus beberapa keperluan untuk aku mendaftar kuliah di sini. Menunggu mbak Tasya takut lama nanti, sementara mbak Tasya belum bisa keluar." ucap Riski.


"Mau ibu Temanin?" tanya Bu Mita. "Boleh Bu." ucap Riski. Setelah itu mereka pun siap-siap untuk berangkat. Tasya sangat senang melihat Riski Dekat dengan ibu nya itu.


Tasya duduk di sofa ruang tamu. "Loh Stevan mana Yah?" tanya Tasya.


"Ada di kamar mbak." jawab suster.


"Loh kok bisa di sana? biasanya selalu main di sini." ucap Tasya. "Gak tau mbak, soalnya setelah bapak pergi tiba-tiba Stevan masuk ke kamar dan tidak mau keluar lagi." ucap suster.


"Ya udah kamu lihat Radit dulu yah, saya melihat nya bentar." ucap Tasya. Suster Mengangguk dia pun masuk ke dalam kamar memeriksa Stevan.


Saat membuka pintu Tasya kaget melihat Stevan yang berbaring sambil menangis memeluk foto ibu nya.


Tasya terdiam sejenak, hati nya seketika sangat Sedih.


"Apa yang aku lakukan? Kenapa tiba-tiba Stevan sedih seperti ini?" ucap Tasya dia mencoba mengingat apa salah yang dia lakukan sampai anak nya sedih karena tidak biasa nya.


Dia mengingat saat di meja makan tadi, semua nya hanya fokus pada Raya dan juga Radit, bahkan setiap hari seperti itu, yang dekat pada nya hanya Nenek dan Kakek saja, namun ketika mereka ada kegiatan dia pun sendirian.


"Stevan kenapa sedih?" tanya Tasya mendekati Stevan. Stevan diam dia langsung bangun dan menghapus air mata nya.


"Stevan kenapa Nangis sambil meluk foto almarhum Mamah Amel? Stevan rindu?" tanya Tasya. Stevan hanya diam saja. Dia mengambil foto itu dan meletakkan nya di Atas meja.


Tasya melihat nya saja.


"Mamah gak sayang sama Stevan lagi, mamah gak perduli pada Stevan lagi karena sudah ada adek Radit." ucap Stevan.


"Loh kok ngomong gitu sih nak? mamah tetap sayang sama Stevan." ucap Tasya. "Mamah bohong." ucap Stevan. Tasya menghela nafas panjang dia memegang kedua tangan Stevan.


"Lihat mata mamah, Mamah sangat sayang sama Stevan, maafin mamah dan papah kalau kurang dekat dengan Stevan. Radit Masih sangat kecil, Stevan mengerti kan?" tanya Tasya.


...----------------...


Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏


__ADS_2