
"Mungkin selama ini Buk Adel menyimpan ini sendirian sehingga di depresi dan akhirnya seperti ini." ucap dokter.
Tasya hanya diam.
"Kalau mbak Tasya tidak mau menemui buk Adel tidak masalah, saya mengerti kok." ucap dokter.
"Saya mau menemui nya Dok." ucap Tasya. dokter itu tersenyum dia segera mengantarkan Tasya ke sana.
Tidak beberapa lama sampai di ruangan ICU. Ruangan yang sangat dingin.
"Tidak ada kemajuan pada buk Adel. Kami tidak bisa menjamin kesembuhan Buk Adel." ucap dokter.
Tasya mendekati buk Adel, dokter pun meninggalkan mereka di dalam.
Tasya duduk di kursi sambil memandangi wajah ibu nya, Air mata nya keluar.
"Aku rindu ibu, aku ingin mendengar suara ibu, bangun buk." ucap Tasya memegang tangan ibu nya.
"Maafin aku buk, aku menyesal tidak datang melihat ibu sebelum operasi, maafkan aku." ucap Tasya.
Dia benar-benar menyesal karena tidak datang melihat ibu nya.
Dia memeluk ibunya.
"Maaf kan Aku, maaf kak ayah maafin Buk Mita yang sudah membuat ibu seperti ini." ucap Tasya.
Dia mencium pipi Ibunya. Air mata nya membasahi pipi buk Adel. "Mbak Tasya waktu jenguk nya sudah habis." ucap Suster. Tasya memegang tangan Ibu nya.
"Aku tidak marah pada ibu, aku selalu mengkhawatirkan ibu di sini, cepat sadar dan sembuh buk." ucap Tasya mencium punggung tangan Ibu nya dan setelah itu keluar.
Tasya duduk di kursi luar melihat semua isi kotak itu.
"Sekarang hanya mbak Tasya yang bisa memutuskan bagaimana jadinya. Buk Adel percaya kalau mbak Tasya bisa menyelesaikan nya sendiri " ucap dokter.
Tasya mengangguk sambil tersenyum.
"Baiklah dok, terimakasih banyak. Saya permisi." ucap Tasya.
Tasya meninggalkan rumah sakit dan pulang ke rumah nya.
Namun baru saja sampai di rumah tiba-tiba dokter menghubungi nya mengabari kalau Buk Adel merespon Obat yang masuk ke badan nya, bahkan tangan nya sudah mulai bergerak.
Tasya sangat senang mendengar nya.
"Assalamualaikum!" Darel baru saja pulang.
__ADS_1
"Walaikumsalam Kak." ucap Tasya.
"Ada apa? Kenapa kamu kelihatan nya senang sekali?" tanya Darel. "Ibu! ibu kak, dia sudah menggerakkan jari nya." ucap Tasya.
"Apa kamu datang ke rumah sakit?" tanya Darel. Tasya mengangguk.
"Apa itu arti nya kamu sudah menerima barang yang di titip kan pada dokter?" tanya Darel. Tasya mengangguk. Darel Terdiam dia juga bingung kenapa istri nya biasa saja.
"Aku sadar kalau ini tidak sepenuhnya Salah ibu, dan juga salah Ayah. Mungkin kalau aku di posisi Ayah aku akan melakukan hal yang sama, begitu juga dengan ibu, dia memperjuangkan perasaan nya." ucap Tiara.
Darel langsung memeluk istrinya. Dia merasa terharu dengan sifat dewasa istri nya.
"Kakak selalu mendukung kamu dalam ha apapun, apapun keputusan kamu itu adalah yang terbaik untuk kamu " ucap Darel. Tasya tersenyum.
"Jadi sekarang bagaimana?" tanya Darel. Tasya menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak tau harus memulai dari mana kak, masih ada Rasa kecewa pada Ayah dan buk Mita." ucap Tasya.
"Rasa kecewa pasti ada, tapi percayalah mereka sangat mencintai kamu, mana ada orang tua yang tidak sayang pada anak nya." ucap Darel.
Tasya tersenyum dia mengangguk. Darel mengelus perut istri nya.
"Kamu harus memaafkan semua orang yang jahat pada kamu dan semua yang terjadi lupakan, ayo pikirkan ke depan rumah nya." ucap Darel.
Tasya tersenyum bahagia dia tidak bisa lagi bisa menyembunyikan rasa lega nya. Sekarang pikiran nya sangat plong.
keesokan harinya Mereka sama-sama ke rumah sakit melihat keadaan Ibu nya. Hanya Tasya yang bisa masuk.
"Ibu aku datang lagi, ibu jangan menyerah yah aku akan selalu datang." ucap Tasya memegang tangan Ibu nya.
Namun tiba-tiba tangan nya di genggam oleh Ibu nya.
"Ibu bangun? Ibu! Ibu." panggil Tasya.
Suster langsung memeriksa.
"Seperti nya Ibu Adel merespon mbak Tasya." ucap suster.
Tasya terus membangun kan Ibu nya, perlahan Air mata buk Adel Keluar. Tasya menghapus nya.
"Aku di sini buk. Ibu jangan khawatir, aku akan selalu menunggu ibu sampai bangun." ucap Tasya.
Perlahan mata buk Adel terbuka.
Dokter yang melihat itu sangat senang karena keajaiban terjadi pada buk Adel. Tidak biasa nya ada pasien yang sadar begitu cepat setelah koma.
Tasya menangis melihat Ibu nya membuka mata. Tangan Tasya semakin di genggam Erat oleh buk Adel. Dia mau berbicara namun sepertinya belum Kuat. Dia hanya bisa menangis menatap Tasya.
__ADS_1
Tasya memeluk Ibu nya. "Aku rindu ibu, cepat sembuh buk." ucap Tasya.
Buk Adel tetap menatap wajah Tasya seperti menandakan sebuah penyesalan dan meminta maaf pada anak nya itu.
"Bagaimana keadaan ibu kamu sayang?" tanya Darel setelah istrinya Keluar. "Sudah bangun kak, tapi ibu belum bisa di katakan sembuh itu hanya respon nya saja saat aku ada. Dan tidak beberapa lama ibu tegang lagi." ucap Tasya.
Darel langsung memeluk istrinya.
"Kita harus banyak berdoa. Kamu jangan putus asa, ibu pasti sembuh." ucap Darel.
Namun tiba-tiba Pak Ahmad dan buk Mita datang.
"Apa yang terjadi pada Ibu?" tanya pak Ahmad.
Tasya melihat ke Arah mereka berdua.
"Ibu Sudah sempat bangun namun tiba-tiba dia tegang, dokter mengambil tindakan lagi." ucap Darel. Pak Ahmad terlihat sangat cemas.
Tasya mendekati buk Mita yang hanya menunduk di belakang pak Ahmad. Seketika Darel dan juga pak Ahmad terdiam melihat Tasya mendekati buk Mita.
Buk Mita melihat kaki Tasya mendekati nya.
"Tatap aku Buk." ucap Tasya. Buk Mita mengangkat pandangan nya. Dia melihat wajah Tasya yang sudah menangis.
"Denger kan ibu dulu Tasya, ibu akan menjelaskan nya. Ibu mohon." ucap buk Mita. Namun tiba-tiba Tasya memeluk buk Mita dengan sangat Erat.
Semua orang Terdiam. Buk Mita juga kaget.
"Aku minta maaf buk, aku sudah berbicara kasar tanpa mau mendengarkan penjelasan ibu. Aku k
menyesal." ucap Tasya.
Buk Mita mengeluarkan air mata nya. "Ibu akan menjelaskan yang sebenarnya." ucap buk Mita.
"Ini semua salah ibu, Maaf kan ibu nak, ibu yang salah seharusnya ibu yang merasakan sakit yang kamu alami." ucap buk Mita.
Tasya menggeleng kan kepala nya.
"Aku yang minta maaf buk, aku sudah menyalah kan Ibu atas semua yang aku alami, aku minta maaf." ucap Tasya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***