
Tasya terisak-isak. Riski menghapus air mata Tasya.
"Kak Alex sudah tau pernikahan Mbak, dan dia menyemangati mbak. Mbak hanya terharu dan memeluk nya." ucap Tasya Seketika dia menyesal melakukan itu karena Alex benar-benar sangat mengerti pada nya.
Di Tempat lain Alex baru saja di Hajar oleh orang suruhan Darel sampai babak belur namun masih sempat-sempatnya dia menghubungi Tasya menanyakan keadaan nya karena sangat khawatir.
"Semoga saja tidak terjadi apa-apa sama kamu Tasya," ucap Alex berusaha untuk bangun perut dan semua badan nya sakit.
Darel duduk di pinggir kasur sambil mengingat kembali video yang masuk ke handphone nya.
Dia melihat ke arah pintu karena tidak mendengar suara Tasya. Darel memutuskan untuk membuka nya.
Ternyata Tasya tidak lagi ada di sana.
"Ibu!! Ada apa? Kenapa Riski tadi meminta Ayah pulang cepat?" tanya Suami Bu Adel yang baru saja pulang bekerja.
"Kamu lihat kelakuan Tasya sekarang! Dia diam-diam bertemu dengan pria lain dan berpelukan, yang selama ini Ibu khawatir kan sudah terjadi."
Pak Ahmad Menghela nafas panjang.
"Lebih baik kita tidak perlu ikut campur, yang di katakan Riski benar." ucap pak Ahmad.
"Ayah sama saja membela Tasya! Pokoknya Ibu tidak setuju dia masih bersama Darel." Bu Adel pun langsung pergi meninggalkan Suami nya.
Malam hari nya Tasya baru saja keluar dari kamar Riski. Dia melihat rumah sangat sepi.
"Eh Non Tasya sudah bangun? Makan dulu yah Non." ucap Bibik.
Tasya berjalan perlahan.
"Raya sama Stevan mana Bik? Riski mana?"
"Oohhh mereka sedang ke rumah orang tua non Tasya. Bu Adel meminta Den Riski membawa mereka ke sana."
Tasya terdiam seketika dia langsung khawatir.
"Boleh hubungi Riski untuk membawa kembali mereka?"
"Tunggu sebentar yah Non."
"Kak Darel masih di kamar nya? Dia belum keluar?"
"Pak Darel dari sore sudah pergi tanpa mengatakan apapun Non."
Tasya duduk di sofa.
"Malam ini mereka akan menginap di rumah Bu Adel Non." ucap Bibi.
Tasya menghela nafas panjang.
"Non Tasya yang sabar yah, percaya lah yang benar akan selalu menang." Tasya tersenyum sambil mengangguk.
__ADS_1
Tidak terasa sudah larut malam. Darel baru saja pulang namun melihat Tasya yang ketiduran di depan pintu.
Darel mau mengabaikan nya namun Tasya terbangun karena suara Engsel pintu.
"Kakak sudah pulang?" ucap Tasya langsung berdiri.
Darel mengangguk dan langsung masuk.
"Tunggu sebentar kak, kita harus bicara dengar kan aku Dulu."
Darel tidak perduli dia mengabaikan Tasya, Tasya mengikuti nya masuk.
"Dengar kan aku dulu kak."
"Tidak ada yang perlu di dengar kan lagi! Kamu sendiri yang memeluk pria itu, bagaimana bisa aku percaya dengan kamu!" menepis tangan Tasya.
"Itu sebab nya dengar kan aku dulu kak, tenang kan diri kakak dulu."
"Kakak Capek. Lebih baik kakak istirahat, kakak tidak mau membahas apapun, jangan membuat kakak marah besar sama kamu."
"Aku ijin kan kakak marah sama aku sampai puas, tapi aku mohon percaya sama aku."
Darel mengangkat dagu Tasya.
"Kamu serius mengijinkan kakak melakukan apapun menghilangkan amarah ini?"
Tasya langsung ketakutan melihat tatapan Darel. Dan bau badan Darel bau alkohol.
"Kakak sedang mabuk?"
"Kakak akan melampiaskan marah ini."
"Jangan melakukan hal yang aneh kak, aku mohon."
"Cihh sebenarnya kamu melakukan ini karena kamu takut ketahuan kan kalau kamu sudah tidak perawan dan keperawanan kamu sudah hilang oleh mantan kekasih atau pria itu."
Tasya sangat sakit mendengar kata-kata Darel.
"Aku sangat menjaga tubuh ku kak, jangan mengatakan yang tidak-tidak tentang ku."
Darel tertawa.
"Kalau begitu buktikan." Darel langsung memaksa Membuka baju Tasya.
Dengan kekasaran Darel meraba-raba tubuh Tasya yang sudah menangis. Dia sama sekali tidak berontak namun hati nya begitu sakit.
Darel sudah puas dengan dada Tasya dia membuka celana Tasya. Tampa fikir panjang dia menghabiskan semua pakaian Tasya Tampa sehelai benang pun tersisa.
"Kak aku mohon pikir kan lagi," ucap Tasya.
"Jangan menganggap kakak Pria bodoh, kalau tidak ada terjadi apa-apa kamu tidak perlu takut." ucap Darel.
__ADS_1
Tampa pikir panjang dia Langsung membobol keperawanan Tasya yang di jaga nya selama ini. Air mata mengalir di pipi Tasya, dia seperti manusia yang tidak berdaya dan hanya pasrah Darel melakukan apapun di tubuh nya.
Darel begitu kasar sehingga Tasya merasakan sakit yang begitu hebat namun Darel tidak perduli dia terus mengguncang tubuh Tasya dengan sesuka hati nya.
"Kalau benar ini adalah jalan terbaik aku rela ya Allah, tolong berikan aku kesabaran dan kekuatan."
Tasya tidak bisa melakukan apapun selain berbaring lemas sementara Darel dengan ganas pada tubuh Tasya.
"Opah! Opah!" panggil Omah yang tiba-tiba terbangun dari tidurnya.
"Ada apa Omah?" tanya Opah.
"Aku kefikiran sama Tasya Opah." ucap Omah.
"Sudah lah mungkin Omah hanya rindu saja, dia sudah tidur sekarang Besok saja telpon nya."
Akhirnya Omah dan Opah tidur lagi. Darel sudah kelelahan dia sudah menghabiskan tenaga nya. Dia mengelus wajah Tasya dan mencium kening nya.
Dan tidur di samping Tasya. Sementara Tasya tidak berhenti menangis.
Keesokan harinya Darel bangun.
Dia merabah Kasur sebelah nya namun ternyata tidak ada Tasya dia langsung bangun.
"Kemana dia?" batin Darel sambil melihat jam sudah jam sembilan pagi.
"Mungkin dia sudah berangkat kerja."
Darel beranjak dari kasur, namun tidak sengaja dia melihat bercak merah di sprei putih.
Dia memastikan apa itu.
"Darah?" batin Darel. Dia mengingat kejadian tadi malam dia langsung mencari kenapa bisa ada darah di google
Darel terkejut dengan penjelasan google. Dia sangat ingat apa yang di katakan dan dia lakukan pada Tasya.
"Dia benar-benar menjaga nya, aku sudah mengatakan hal yang tidak benar." ucap Darel.
Dia menghela nafas panjang.
Di tempat lain Riski pamitan pada Ibunya untuk pulang ke rumah membawa anak-anak, namun Bu Adel tidak setuju, Riski yang tidak bisa di larang tidak mendengar kan kata-kata ibu nya membawa Stevan dan Raya.
"Om tadi malam aku mimpi mamah." ucap Raya.
"Kita ketemu Mamah sekarang." ucap Riski memenangkan Raya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***