
"Kamu benar, dan saya telah memutuskan untuk menentang permintaan orang tua saya untuk menikah dengan Tania dan akan mempertahankan rumah tangga saya." ucap Darel. Ajeng mendengar itu tersenyum.
"Bapak percaya lah itu tidak akan membuat orang tua bapak menderita." ucap Ajeng. Darel mengangguk.
Setelah cukup lama berbincang-bincang Ajeng pun keluar dari ruangan itu.
"Sayang kenapa kamu sangat lama di dalam? Apa yang sedang kalian bahas?" tanya Roki. "Kamu curiga kalau Aku dengan pak Darel?" tanya Ajeng.
"Huff Pak Darel baru saja memuji kamu tadi. Siapa yang tidak Cemburu kekasih nya si puji oleh Pria lain." ucap Roki.
Ajeng Tersenyum.
"Lebih baik kamu kembali ke ruangan kamu, sebelum ada yang melihat kita." ucap Ajeng.
Di rumah Tasya baru saja selesai memandikan Radit.
"Assalamualaikum ganteng." ucap Tiwi masuk membuka pintu.
"Walaikumsalam ante Tiwi." jawab Tasya.
"Wahh Wangi banget, baru siap mandi yah?" ucap Tiwi mendekati Tasya.
Tasya tersenyum. "Lihat nih Tante bawain kamu apa?" ucap Tiwi sambil mengangkat mainan khusus untuk bayi. dan ada juga baju.
"Ya ampun Tiwi, kamu selalu membawa yang seperti ini, aku takut ini akan membebankan kamu." ucap Tasya.
"Aku tidak terbebani sama sekali." ucap Tiwi.
"Ngomong-ngomong kamu cantik banget." ucap Tasya melihat penampilan Tiwi sudah berbeda sekarang.
"ah masa sih? seperti nya biasa saja." ucap Tiwi.
"Badan kamu sudah Cocok dengan tinggi kamu, kulit kamu sangat bersih seperti nya kamu menghabiskan uang tabungan kamu untuk ini semua." ucap Tasya.
"Enggak kok tenang saja, tabungan ku masih utuh." ucap Tiwi. "Lalu kalau tidak dengan uang kamu, uang siapa?" tanya Tasya.
"Biasa lah." ucap Tiwi. Tasya bingung. Tiba-tiba pria datang.
"Permisi." ucap nya berdiri di depan pintu. Tasya langsung menoleh ke arah Tiwi.
"Aku tunggu kamu di ruang tamu yah." ucap pria itu.
"Tunggu dulu, kenalin dulu ini namun Tasya, apa kamu tidak ingin melihat bayi nya?" tanya Tiwi.
__ADS_1
Pria yang berbadan tinggi, kekar berotot mendekati mereka.
Tasya tersenyum dia menatap heran.
"Sebelum nya kita sudah pernah bertemu, senang bisa bertemu lagi, selamat atas kelahiran anak nya." ucap pria itu.
"Nama saya Ivan." ucap nya. Tasya tersenyum.
Ivan mencolek pipi Radit. "Karena tidak enak dia di sana akhirnya dia memutuskan untuk keluar saja.
"Gila kamu yah Tiwi! Itu adalah pemilik Gym tempat kamu olahraga kan?" ucap Tasya.
Tiwi tersenyum. "Dia sendiri yang mengejar ku, aku tidak tau kenapa." ucap Tiwi.
"Humm ternyata teman ku sudah sangat cantik sehingga Coco kaya mengejar nya." ucap Tasya. Tiwi tersenyum.
"Jadi selama ini kamu bersama dia? Karena dia juga kamu bisa move on dari Pak Candra?" tanya Tasya.
"Sebenarnya gak seperti itu sih Tasya. Aku sadar aku tidak mencintai pak Candra melainkan hanya mengangumi nya saja." ucap Tiwi. Tasya tersenyum.
"Aku salut sama kamu sekarang, kamu sangat percaya diri, sekarang kamu sudah menemukan jati diri kamu sendiri." ucap Tasya.
"Ini semua juga berkat kamu, kamu yang sudah banyak mendukung, membantu aku sampai di titik ini." ucap Tiwi.
"Stevan tidak mau keluar dari kamar nya karena dia merajuk." ucap Tasya.
"Loh kenapa begitu? Tidak biasa nya deh." ucap Tiwi.
"Dia merasa kasih sayang kami hanya untuk Radit dan Raya saja." ucap Tasya.
"Oohh karena itu, itu adalah hal biasa." ucap Tiwi.
"Tapi aku takut dia jadi kecil hati Wi, karena kamu tau sendiri kecil dia sudah di tinggal Kan oleh mbak Amel." ucap Tasya.
"Humm kalau begitu aku akan mencoba membujuk dia." ucap Tiwi. "Tidak perlu Wi, aku takut dia terganggu. Biar kan saja kak Darel yang berbicara pada nya." ucap Tasya.
"Oohh kalau begitu baik Lah." ucap Tiwi.
"Kamu sama suami kamu bagaimana? keluarga nya bagaimana?" tanya Tiwi.
"Yah seperti itu lah, aku juga tidak mau membahas mereka." ucap Tasya. "Semoga saja hati mertua kamu itu terketuk dan mulai menerima pilihan Anak nya, membiarkan anak nya bahagia." ucap Tiwi.
Tasya tertawa kecil.
__ADS_1
"Oh iya Tiwi. Riski sudah di sini, aku mau minta bantuan kamu membantu dia mengurus pendaftaran kuliah nya yah." ucap Tasya.
"Hah! Riski sudah di sini?" ucap Tiwi. Tasya mengangguk.
"Apa dia tau ada suami kamu di sini?" tanya Tiwi.. Tasya mengangguk.
"Sedikit konflik sih, tapi nanti juga dia perlahan mengerti." ucap Tasya.
Tiwi menghela nafas panjang menatap wajah Radit. "Mulai dari dia di kandungan Sampai lahir dia masih di kelilingi oleh masalah orang tua nya." ucap Tiwi.
Tasya tersenyum.
"Dia adalah anak yang Kuat. Dia sangat mengerti keadaan kami sekarang." ucap Tasya.
"Alhamdulillah kalau seperti itu." ucap Tiwi.
"lalu sekarang Riski kemana?" tanya Tiwi. "Mungkin mengurus sebagai surat-surat yang belum lengkap." ucap Tasya.
"Oohh Baiklah-baiklah aku akan membantu dia, semoga kamu cepat sehat yah, anak-anak sudah sangat rindu sama kamu. Mereka mau menjenguk namun Ayah kamu tidak mengijinkan mereka datang." ucap Tiwi.
"Ayah takut aku tidak bisa istirahat kalau di biarkan orang lain masuk ke rumah ini untuk melihat ku." ucap Tasya.
"Kamu benar juga." ucap Tiwi. Cukup banyak mereka berbincang-bincang di kamar.
"Tiwi kamu sudah sangat lama di sini, pacar kamu gak apa-apa sendiri di luar?" tanya Tasya.
"Ya ampun ku kenapa bisa lupa sih." ucap Tiwi.
"Mumpung Radit tidur ayok keluar." ajak Tasya. "lalu Radit bagaimana?" tanya Tiwi.
"Ada suster yang jagain." ucap Tasya. Setelah itu mereka pun keluar.
Dan ternyata Ivan sedang menemani Stevan main.
"Seperti nya anak kamu hanya butuh teman main dan yang selalu ada untuk dia deh Tasya." ucap Tiwi.
"Mau bagaimana lagi wi, aku tidak bisa meninggal Kan Radit, sementara kak Darel bekerja, Raya juga sekolah. Hanya dengan Nenek nya dia juga pasti bosan." ucap Tasya.
"Bagaimana kalau dia ikut ku saja." ucap Tiwi. Tasya Menggeleng kan kepala nya. "Aku bisa kena marah sama kak Darel memberikan Anak nya pada orang lain." ucap Tasya. Tiwi tertawa.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
__ADS_1
Like komen dan vote sebanyak-banyak nya biar author tambah semangat lagi. Terimakasih 🙏***