Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 167


__ADS_3

Raya seketika langsung memasang wajah meledek.


"Mamah ada janji di luar sana mbak Tiwi, kamu sama Adik di rumah dulu yah." ucap Tasya.


"Humm palingan mamah mau pergi belanja." ucap Raya.


Tasya tersenyum.


"Kamu sok tau banget sih," ucap Tasya mencubit pipi Raya.


"Buruan kamu berangkat gih, jangan pulang terlalu malam." ucap Omah.


"Oke Omah, Titip anak-anak yah." Tasya menyalim tangan Omah dan Opah setelah itu pergi.


Dia sudah berjanji bertemu dengan Tiwi di cafe dekat mall kota itu.


"Akhirnya kamu datang juga," ucap Tiwi. Tasya tersenyum.


"Kamu gak sabaran banget sih, kamu tau sendiri aku harus mengurus orang yang di rumah dulu." ucap Tasya.


"Iyah-iyah aku tau, kamu mau minum dulu atau langsung ke tempat spa nya?" tanya Tiwi.


"Istirahat dulu deh, aku sangat mudah lelah mungkin karena lagi hamil." ucap Tasya. Tiwi langsung memesan minuman segar untuk Tasya.


Yah seperti yang kalian baca mereka akan ke tempat spa.


Hari ini Tasya dan Tiwi akan melakukan perawatan. Tasya yang mau tampil cantik dan wangi saat menyambut suami nya pulang sementara Tiwi yang ingin cantik.


"Hay!" seseorang menyapa mereka. Tasya dan Tiwi menoleh ke arah pria itu.


"Pak Candra!"


"Pak Candra!"


Secara bersamaan mereka sangat terkejut dan langsung berdiri melihat ada Candra di sana.


"Apa kabar kalian? Boleh saya ikut bergabung?"


"Silahkan pak, kabar kami baik-baik saja." ucap Tiwi.


Mereka duduk.


Candra menoleh ke arah Tasya.


"Bagaimana kandungan kamu Tasya?" tanya Candra.


"Alhamdulillah sehat Pak."


"Alhamdulillah kalau begitu. Kalian tidak makan? sekali-kali kita bertemu seperti ini saya akan membayar nya." ucap Candra.


Sedikit canggung jadi nya tapi mereka tetap harus menghargai Candra.


"Ada acara apa hari ini pak, kenapa bapak sangat rapi?" tanya Tiwi.


"Oohh saya ada rapat di sini." ucap Candra.

__ADS_1


Tidak beberapa lama rombongan pria-pria pengusaha datang.


"Nah itu dia yang saya tunggu, kalian lanjut minum saja." ucap Candra.


"Wahhh ganteng banget sih Pak." ucap Tiwi melihat Candra seperti melihat pangeran.


"Nah aku ada ide nih sama kamu Wi, bagaimana kalau kamu jadiin pak Candra motivasi kamu. Aku tau kalau kamu sangat mengangumi dia, dan siapa tau kamu tambah semangat." ucap Tasya.


"Huff mana mungkin pak Candra mau sama aku." ucap Tiwi.


"Nah itu dia Tiwi, kalau kamu sudah cantik siapa sih yang gak suka sama kamu." ucap Tasya.


"Ide Bagus juga sih, tapi bantuin aku yah." ucap Tiwi. Tasya mengangguk.


Mereka pun mau melanjutkan misi mereka hari ini. Setelah menghabiskan waktu di spa mereka langsung lanjut ke salon.


Tasya memperbaiki rambut, perawatan wajah dan juga membersihkan semua tubuh nya.


Tidak terasa sudah malam hari Tasya dan Tiwi sedang berjalan santai mau keluar dari mall tersebut.


"Eh Sya! Ngomong-ngomong kamu sudah punya baju andalan pengantin baru belum?" tanya Tiwi.


"Maksud kamu?"


"Baju seragam untuk melakukan tugas di malam hari." ucap Tiwi dengan pelan.


Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Melihat nya saja aku geli, aku tidak ada berfikir untuk membeli nya sama sekali." ucap Tasya.


"Kamu yakin gak mau menyambut suami kamu dengan cara yang baik? Aku yakin seketika penat nya langsung hilang melihat kamu menyambut nya." ucap Tiwi.


"Apa dengan cara seperti ini belum cukup? aku sudah menghabiskan uang banyak hari ini."


"Ayolah ini demi suami kamu. Dan kelanggengan hubungan kalian, aku yakin dia tidak akan terpikat pada pelakor sialan itu." ucap Tiwi.


Seketika Tasya langsung mau dia membeli warna merah.


"Kamu harus menyambut suami kamu dengan senyuman, dan kamu harus menggoda nya seperti yang aku ajarin kemarin." ucap Tiwi.


"Iyah Tiwi, aku harus segera pulang sekarang dari tadi Omah sudah menelpon ku." ucap Tasya.


"Aku anterin yah." ucap Tiwi. Tasya mengangguk.


"Oh iya kamu gak pernah bawa mobil lagi, kenapa? Sayang loh mobil baru kamu di anggurin terus." ucap Tiwi.


"Kak Darel tidak mengijinkan aku bawa mobil sendiri, dia takut aku kenapa-kenapa." ucap Tasya.


Tiwi tersenyum.


"Humm suami yang sangat perhatian."


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah.


"Makasih yah sudah nganterin pulang, aku masuk dulu." Tiwi mengangguk.

__ADS_1


"Sampai ketemu di kampus. Bye..." ucap Tasya melambai kan tangan dan setelah itu Tiwi pergi.


"Tasya kamu baru pulang nak?" tanya Pak Ahmad yang duduk di depan rumah.


"Eh Ayah!" Tasya menyalim tangan ayah nya duduk di kursi depan meja.


"Iyah ayah mumpung hari libur aku mau cari hiburan, Bosan di rumah saja." ucap Tasya.


"Gak apa-apa nak, tapi kata Omah sudah dari tadi pagi kamu gak boleh kecapean dan pulang Malam." ucap Pak Ahmad.


"Iyah Ayah aku tau kok. Tapi Ayah kenapa belum tidur? Di luar sangat dingin." ucap Tasya.


Pak Ahmad menggeleng kan kepala nya.


"Ya udah kamu masuk gih ke dalam, Ayah masih ingin di sini." ucap pak Ahmad.


Tasya menghela nafas panjang.


"Sudah seminggu lebih Ayah tidak pulang ke rumah. Dan Ibu juga tidak nyariin Ayah. Apa Kalian sedang marahan?"


Pak Ahmad menggeleng kan kepala nya sambil tersenyum.


"Gak apa-apa kok nak, ayah hanya ingin di sini jagain kamu dan omah." ucap pak Ahmad. Tasya beranjak dia mendekati Ayah nya dan memeluk nya dengan erat.


"Kalau ayah ada masalah cerita sama aku yah, aku gak mau melihat Ayah sedih seperti ini." ucap Tasya.


"Iyah nak, makasih yah sudah perduli sama Ayah." pak Ahmad mencium kening Tasya.


"Ya udah aku masuk yah." Tasya masuk namun ternyata Omah nya sudah menunggu nya.


"Assalamualaikum Omah."


"Walaikumsalam!"


"Maaf Omah aku tidak dengar Omah nelpon,"


"Omah sudah bilang jangan pulang malam kenapa masih pulang malam? Kamu membuat Omah khawatir." ucap Omah nya.


"Ya maaf Omah, tadi aku makan dulu, berbincang-bincang." ucap Tasya.


"Sama Omah kamu selalu melawan seperti ini, nanti Omah kasih tau sama suami kamu." ancam Omah.


Tasya langsung memeluk Omah.


"Jangan dong Omah, emang Omah pengen Cucu kesayangan Omah ini di marahin sama kak Darel? Lagian aku sudah pulang dengan selamat." ucap Tasya.


Omah tidak bisa marah lama-lama dia langsung luluh ketika Tasya mencium pipi nya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2