Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 109


__ADS_3

"Emm enggak Kok. Kamu masak apa tadi?" tanya Darel.


"Aku bawain ke sini yah." ucap Tasya membawa masakan nya ke meja makan.


Setelah selesai sarapan bersama Tasya langsung ke atas untuk mandi.


Tidak beberapa lama dia keluar dari kamar mandi.


"Loh belum ke kantor juga kak?" tanya Tasya. Darel melihat Tasya memakai handuk keluar membuat nya menelan ludah nya.


"Maaf!" ucap Tasya paham langsung mengambil handuk lain menutup dada nya.


"Nih untuk kamu." ucap Darel memberikan uang pada Tasya.


"Untuk apa kak?" tanya Tasya kaget.


"Kamu pergi dengan Adik kamu tidak mungkin kamu tidak memegang uang." ucap Darel. Tasya melihat uang yang di tangan suami nya.


"Gak usah kak aku masih megang uang kok." ucap Tasya.


"Kenapa kamu gak mau? Apa kurang banyak? Kamu bisa bawa kartu kakak."


"Bukan kak bukan begitu." ucap Tasya langsung.


"Jangan menolak! Ambil saja." ucap Darel meletakkan uang di atas meja.


"Terimakasih kak." ucap Tasya Darel menatap Tasya sambil tersenyum.


"Ya sudah kakak duluan berangkat yah, kamu dan Riski hati-hati jangan kemana-mana Tampa ijin pada kakak." tegas Darel.


Tasya mengangguk. Tasya menyalim tangan suami nya. Darel mengelus kepala Tasya.


"Tunggu dulu kak." ucap Tasya menahan Darel yang hendak pergi. Dia melihat dasi Darel yang kurang rapi.


"Banyak wanita yang suka pria tampan tapi mereka lebih suka dengan pria yang rapi." ucap Tasya sambil tangannya sibuk dengan Dasi Hitam Darel.


"Kamu sendiri bagaimana?"


"Hah, aku?" ucap Tasya.


"Iyah, kamu suka pria yang tampan atau pria rapi?"


"Aku suka pria rapi." ucap Tasya tersenyum setelah dia menyelesaikan dasi Darel.


"Sudah rapi!" ucap nya sambil membenarkan jas Darel.


"Kamu suka?"


Tasya mengangguk.


"Iyah aku suka tetap lah rapi untuk ku." ucap Tasya, Darel seketika Langsung tersipu malu.


"Berhenti lah menggoda kakak seperti ini, kalau seperti ini sulit untuk berangkat ke kantor."


Tasya tersenyum.

__ADS_1


"Kakak tampan dan juga Rapi dan aku suka berangkat lah dan jangan genit-genit dengan wanita di luar sana ingat Anak dan istri di rumah."


"Baik istri ku." ucap Darel mencium kening Tasya setelah itu dia pun pergi.


"Wahhh ternyata Kak Darel sudah membeli mobil baru lagi, bagaimana kalau aku mencoba yang ini." ucap Riski melihat garasi mobil.


"Ini kunci nya Den silahkan." ucap penjaga garasi.


Tasya dan Riski pun sudah siap dan berangkat ke kampus.


"Hay Tasya." sapa Tiwi. Tasya melihat Tiwi yang berjalan ke arah nya.


"Wowww baru pertama kali aku ke sini setelah sekian lama mendengar nama kampus ini." ucap Riski yang baru saja memasuki area kampus.


Setelah dia datang mereka jadi pusat perhatian.


Apalagi wanita-wanita melihat Riski keluar dari mobil membuat mereka menjerit mengangumi.


Namun melihat Tasya keluar dari mobil yang sama membuat mereka semua terdiam.


"Berhenti lah tebar pesona wanita-wanita itu hampir Kehabisan suara menjerit." ucap Tasya.


"Itu karena adik mbak ini sangat tampan." ucap Riski.


"Huff kamu sudah punya pacar jangan ganjen." ucap Tasya.


"Aku jomblo Mbak." ucap Riski.


"Jangan berbohong!" ucap Tasya Riski Langsung tersenyum.


"Pagi juga Ayu," jawab Tasya.


Riski melirik Tasya Seketika dia tersenyum, ayu langsung malu-malu.


Riski dan Tasya pun masuk.


"Tasya.." panggil Tiwi.


Tiwi mengejar Tasya.


"Ooohh ini Pria yang bilang pacar Bu Tasya." ucap Tiwi melihat ke Riski.


"Maksud kamu?" tanya Tasya.


"Mahasiswa sudah sangat heboh apa lagi yang laki-laki mereka semua patah hati Dosen dambaannya membawa pacar ke kampus dan sangat tampan." ucap Tiwi.


Tasya tertawa.


"Seperti nya kamu harus klarifikasi deh." ucap Tiwi.


Tiwi menoleh ke arah Riski.


"Kenalin Buk." ucap Riski menjulurkan tangannya pada Tiwi namun Tiwi langsung kesal di panggil Ibu.


"Tidak perlu kenalan saya sudah tau Siapa kamu, kamu adalah adik Tasya yang paling manja tidak berhenti menelpon mbak mu di saat lagi mengajar." ucap Tiwi.

__ADS_1


Riski memasang wajah kesal sementara Tasya tersenyum.


"Ternyata kamu lebih Tampan dari pada di foto yah bahkan terlihat kamu adalah kakak nya Tasya Wajah mu sangat boros." ucap Tiwi.


"Huff Ibu jangan seperti itu dong, kalau aku benar-benar Tampan katakan saja." ucap Riski.


"Sudah-sudah jangan ribut mulu. Kenalin ini namanya Dosen Tiwi dia adalah teman mbak yang sangat baik di sini kamu harus sopan." ucap Tasya.


"Baik kak." ucap Riski.


Mereka berjalan bersama namun tidak sengaja bertemu dengan Candra.


Tasya setelah selesai mengajar dia membawa adik nya keliling.


Adik nya jurusan teknik, Tasya membawa nya ke sana.


"Bagaimana tertarik mau kuliah di sini?" tanya Tasya pada Riski setelah selesai berkeliling mereka duduk di taman.


"Aku Sih tertarik mbak, Ibu sama Ayah pasti keberatan." ucap Riski.


"Lanjutkan saja dulu kuliah kamu di sana," ucap Tasya. Riski mengangguk.


"Humm aku boleh tanya sesuatu gak mbak ?" tanya Riski.


"Boleh! Tanya apa?"


"Belum ada yang tau yah mbak sudah menikah?"


"Belum! Kalau kampus tau mbak sudah menikah mereka pasti mengeluarkan mbak dari kampus. Mbak belum memenuhi syarat namun karena bantuan Bela dan kak Alex serta orang dalam akhirnya mbak bisa masuk dengan syarat akan melanjutkan S2." ucap Tasya.


"Oohhh. Tapi bagaimana dengan kak Darel?" tanya Riski lagi.


"Menurut mbak posisi mbak dengan dia sama, lebih baik menyembunyikan pernikahan ini dulu buat sementara. Karena semua orang akan berfikir yang tidak-tidak baru saja Kak Amel meninggal namun suami nya sudah menikah dan pada adik ipar sendiri."


"Kan bisa di jelaskan mbak."


"Tidak semua orang harus tau dan tidak semua harus kita beritahu." ucap Tasya.


"Huff baiklah aku mengerti." ucap Riski.


"Bagaimana hubungan mbak dengan kak Alex? Apa Mbak masih mencintai nya?" tanya Riski.


"Jangan bahas soal itu,"


"ouh, baiklah."


"Ya udah yok kita cari makan siang dulu." ajak Tasya mereka pun mencari makanan namun tidak sengaja bertemu dengan Candra di parkiran.


"Bapak!" ucap Tasya. Candra tersenyum tipis dia menatap Riski sehingga membuat Riski merasa ada yang salah pada nya.


"Kebetulan kita ketemu di sini, saya mau berbicara dengan kamu." ucap Candra.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.

__ADS_1


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya biar author tambah semangat lagi. Terimakasih 🙏***


__ADS_2