
"Kamu bisa bersama ku sebagai seorang kakak laki-laki, karena aku sudah menganggap kakak sebagai kakak laki-laki yang baik untuk ku." ucap Tasya.
"Aku belum bisa melupakan masa lalu ku, aku belum move on. Di tambah lagi status antara aku dengan suami ku belum jelas sama sekali." ucap Tasya.
"Apa kamu berfikir untuk kembali lagi dengan suami kamu? Apa kamu Masih mencintai nya?" tanya Candra.
Tasya diam.
"Kamu tidak perlu sungkan untuk berbicara dengan saya, seperti yang kamu katakan kamu bisa menganggap saya sebagai kakak laki-laki kamu. Saya sudah sangat bahagia kalau kamu mengijinkan saya di samping kamu selalu." ucap Candra.
Tasya tersenyum. "Aku berbohong kalau bilang aku tidak mencintai nya." ucap Tasya.
Candra menghela nafas panjang ketika mendengar Jawaban Tasya. Tasya menatap wajah Candra yang tiba-tiba diam.
"Selama ini aku berbohong kalau aku bilang aku bisa melupakan nya, nyatanya aku tidak bisa melupakan nya." ucap Tasya.
"Lalu kenapa kamu mengiyakan perasaan saya? Kamu sadar gak telah mempermainkan saya!" ucap Candra menekankan suara nya pada Tasya sehingga Tasya diam sejenak.
"Maafin aku, aku hanya ingin mencoba melupakan masa lalu ku, aku pikir awal nya aku bisa mencintai kamu, namun aku tidak bisa." ucap Tasya.
Candra menatap wajah Tasya. "Kamu tau tidak kalau saya sudah memberikan semua cinta saya sama kamu? Saya sudah berharap sama kamu." ucap Candra.
"Kenapa harus aku? Banyak perempuan yang mengejar-ngejar kamu di luar sana. Kenapa harus aku? Apa kamu tidak merasa terbebani menikah dengan Janda anak tiga?" ucap Tasya.
Candra menggeleng kan kepala nya.
"Saya mencintai kamu dengan tulus, saya mencintai hati kamu. Saya mencintai kamu dari hati bukan melihat kamu seperti apa, kamu bagaimana saya tidak perduli dengan itu." ucap Candra.
Tasya sangat terharu mendengar Candra berbicara air mata nya mau menetes karena mendengar Candra namun dia berusaha untuk menutupi nya.
"Kata mbak saya ternyata benar. Tidak baik untuk mencintaimu seseorang yang belum bisa melupakan masa lalu bahkan ini benar-benar salah saya, kamu belum cerai dan bahkan baru melahirkan saya sudah berani masuk." ucap Candra.
"Kamu tidak salah apapun, justru aku yang salah." ucap Tasya. Candra Menghela nafas panjang.
"Seandainya saya tau mencintai kamu sesakit ini saya tidak akan pernah memilih mencintai kamu, namun kamu sudah di hati saya semenjak pandangan pertama." ucap Candra.
Tasya diam.
"Apa yang harus saya perbuat kalau seperti ini? Semangat saya adalah kamu, apakah saya akan kembali Patah hati seperti dulu, apa saya harus menunggu waktu untuk membuka hati saya lagi?" ucap Candra.
__ADS_1
Tasya tau kalau sebelumnya nya Candra patah hati di jaman Kuliah dengan wanita cantik. Incaran semua para pria. Dia memberanikan diri untuk mencintai wanita yang benar-benar cantik.
Namun Hubungan mereka tidak lama.
"Maafin aku, aku tidak berniat untuk melakukan itu." ucap Tasya.
Candra berdiri. "Saya akan bahagia ketika kamu bahagia dengan keputusan kamu sendiri Tasya. Ketika saya melihat sedikit hati saya tersakiti, ketika melihat kamu bahagia saya juga merasa tenang." ucap Candra.
Tasya tidak pernah berfikir ada pria yang sangat mencintai nya dengan tulus seperti Candra.
"Boleh kah kamu memeluk saya untuk terakhir kalinya?" tanya Candra. Tasya langsung memeluk Candra.
Dia menangis di pelukan Candra.
"Aku mohon jangan ini yang terakhir kalinya. Aku ingin selalu ada di samping kakak." ucap Tasya.
Mendengar sebutan kakak membuat nya sakit. Ternyata hubungan mereka hanya bisa sebatas saudara saja.
"Aku mohon kakak Jangan pergi kemana pun, aku butuh kakak." ucap Tasya.
"Apa kamu serius menginginkan kakak selalu di samping kamu?" tanya Candra. Tasya mengangguk.
"Kamu harus mengerti kalau berubah saya butuh waktu banyak, saya harap kamu tidak risih dengan saya." ucap Candra.
Candra tersenyum
"Sudah jangan menangis lagi adik cantik Kakak." ucap Candra menghapus air mata Tasya.
Tasya tersenyum.
"Maafin semua kesalahanku kak." ucap Tasya. Candra lagi-lagi memeluk Tasya.
"Kakak juga minta maaf sudah banyak salah sama kamu. Kakak tadi marah hanya karena lagi pusing, kamu lupakan yah." ucap Candra
"Itu adalah kedua kalinya kakak marah sama aku, semoga saja Besok-besok aku tidak membuat kesalahan dan kena marah sama Kakak." ucap Tasya.
Candra mencubit hidung Tasya.
"Tuh lihat anak kamu sudah bangun." ucap Candra. Tasya tersenyum dia naik ke kasur.
__ADS_1
"Anak Mamah udah bangun akhirnya. Semalam kamu tidak bisa tidur." ucap Tasya.
"Mau gendong?" tanya Tasya pada Candra. Candra mengangguk.
"Kakak ternyata sudah pandai menggendong bayi." ucap Tasya. "Humm Dulu Nino yang ngurus bayi nya adalah saya dengan ibu." ucap Candra.
Tasya Melihat ke arah Nino yang main handphone di Sofa.
"Dia memang sangat pendiam yah Kak?" tanya Tasya. Candra mengangguk.
"sudah jangan di hiraukan, dia nanti akan akrab sendiri." ucap Candra. Tasya tersenyum.
"Radit nanti malam jangan bergadang lagi yah, kasihan mamah nya sampai Lemas dan pucat seperti itu." ucap Candra.
Setelah di gendong Radit tenang. Dia hanya ingin di gendong seperti nya. Namun tidak mungkin d gendong terus itu sebab nya Tasya tidak membiasakan nya.
"Sendiri mengurus bayi seperti ini kamu pasti kesusahan kan? Bagaimana kalau kakak mencari kan pengasuh untuk Radit?" tanya Candra.
Tasya Menggeleng kan kepala nya.
"Tidak perlu kak, aku bisa sendiri kok, justru nanti kalau Radit sudah besar ini menjadi kenang-kenangan untuk aku seorang ibu." ucap Tasya.
Candra tersenyum.
"Kamu yakin gak Mau?" tanya Candra. Tasya mengangguk.
"Lagian sudah ada suster Stevan yang bantu-bantu aku di sini." ucap Tasya.
"Oohh Bagus lah kalau begitu, kalau kamu ada sesuatu langsung kabarin kakak. awas saja kalau kamu tidak bilang." ucap Candra.
Tasya tertawa. "Baiklah kak." ucap Tasya.
"Pak Candra di luar ada orang yang mencari Bapak." ucap Tiwi yang tiba-tiba datang.
"Seperti nya itu adalah kakak perempuan saya sudah datang menjemput. Kamu gak apa-apa kan kakak pulang?" tanya Candra pada Tasya.
"Tidak apa-apa kak, hati-hati di jalan. kalau kakak ada waktu luang datang lah melihat ku." ucap Tasya. Candra tersenyum.
...----------------...
__ADS_1
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya biar author tambah semangat lagi. Terimakasih 🙏***