
Dia melihat satu lembar kertas yang ada di atas kasur.
Tasya penasaran dan membaca nya.
Ternyata itu Adalah Surat yang di tinggal kan oleh Darel untuk Tasya.
"Hay... Maafin kakak yah sudah jahat sama kamu, kalau kamu membaca Surat ini berarti kamu sudah pulang dari RS kamu sudah sembuh, Maaf yah aku bawa Raya dan Stevan pulang ke Pekanbaru karena aku tidak ingin merepotkan dan menggangu kamu." Isi surat.
Tasya menghela nafas panjang.
"Sekarang raya sama Stevan lagi apa yah? Apa mereka merindukan aku? Atau jangan-jangan Stevan tidak bisa tidur." ucap Tasya dia sangat khawatir.
Dia istirahat namun pikiran nya tidak lepas dari Raya dan Stevan serta juga Darel.
Dia mengingat kejadian Kemarin malam membuat nya sedikit takut.
"Apa aku yang tidak terlalu memikirkan perasaan Kak Darel? sehingga dia sangat emosi seperti itu." batin Tasya.
Di malam hari nya Omah dan Opah baru saja pulang mereka langsung menghampiri Tasya ke kamar nya.
"Assalamualaikum Cucu Omah, bagaimana keadaan nya? Nih Omah bawain buah." ucap omah.
"Omah dari mana kenapa gak jemput aku dari rumah sakit?" tanya Tasya.
"Maaf yah omah sama Opah tiba-tiba ada urusan." ucap omah.
"Kenapa Kak Darel pulang Omah gak Kasih tau ke aku?" tanya Tasya.
"Omah gak ingin kamu Kefikiran, Omah lihat kamu sangat takut pada suami kamu." ucap Omah.
"Omah pasti marah kan sama kak Darel?" tanya Tasya.
"Iyah Omah marah biar dia paham dia harus sadar. Tidak boleh seperti itu pada istri nya." ucap Omah.
"Tapi tidak harus meminta mereka pulang ke Pekanbaru Omah, kasihan Raya sama Stevan." ucap Tasya.
"Omah gak minta mereka pulang ke Pekanbaru, Omah hanya melarang bertemu kamu pas di rumah sakit," ucap Omah.
Tasya menghela nafas panjang.
"Nah sekarang kamu sendiri kenapa? kemaren melihat suami kamu seperti melihat hantu Sekarang mencari nya." ucap Omah.
"Aku kefikiran Raya sama Stevan Omah." ucap Tasya.
"Ya udah telpon mereka gih, Omah juga sebenarnya Kefikiran. Tapi biar Darel sadar dia harus sadar kesalahan nya." ucap omah.
"Oh iya omah masalah biaya rumah sakit nanti aku ganti yah, makasih sudah mau membayar nya." ucap Tasya.
"Bukan Omah yang membayar nya tapi suami kamu, dia meninggal kan kartu kredit nya di sana dan membayar semua tagihan. Nih kartu nya." ucap omah memberikannya kartu pada Tasya.
Tasya terdiam.
__ADS_1
"Omah Yakin suami kamu mencintai kamu dengan tulus namun dia terlalu posesif dan kamu sebagai seorang istri dan juga Ibu harus ingat waktu kalau pergi main ke luar." ucap Omah.
"Baik Omah." ucap Tasya.
"Di luar ada Alex, kamu turun gih lihat." ucap Omah.
"Loh ngapain kak Alex ke sini?" tanya Tasya.
"Dia menelpon handphone kamu tadi pagi Tapi Omah yang jawab, Omah Bilang kamu sakit dia datang ke sini deh." ucap Omah.
Tasya langsung turun.
"Kak Alex!" ucap Tasya, Alex menoleh ke arah Tasya.
"Kamu sudah Sehat?" tanya Alex. Tasya mengangguk.
"Aku kaget kamu bisa sakit setelah pulang dari acara itu." ucap Alex.
"Gak apa-apa kok kak, aku juga sudah Sehat." ucap Tasya.
Cukup lama mereka berbincang-bincang.
Sementara di tempat lain Darel mengurus anak-anak nya sendiri. Dia merasa kan betapa susah nya mengurus anak nya.
Dua hari lagi asisten nya Akan datang dia harus libur selama itu.
Dia ketiduran di kamar nya sedang menemani anak-anak nya bermain mungkin karena kelelahan.
Namun tiba-tiba Stevan menangis dia terbangun.
Darel langsung menggendong Stevan.
Cukup lama mengendong, Stevan akhirnya tidur dia dia di baringkan di kasur.
"Papah! Papah kenapa diam saja?" tanya Raya pada Darel hanya hanya termenung.
"Enggak kok Sayang, papah hanya capek." ucap Darel.
Raya memeluk papah nya.
"Aku Kangen mamah dan Juga Tante Tasya Pah." ucap Raya.
Darel terdiam.
"Rumah ini sangat sepi, aku tidak bahagia Pah ayo kita ke Bandung lagi." ucap Raya.
"Biar Tante Tasya istirahat dulu yah." ucap Darel.
"Aku kangen Pah, apa Tante Tasya gak kangen sama kita?" tanya Raya.
"Papah gak sayang sama Tante Tasya yah? Kenapa papah harus marahin Tante Tasya?" ucap raya. Darel hanya diam.
__ADS_1
Dua hari kemudian asisten dan pengasuh sudah datang. Darel mau berangkat kerja.
"Pah! Kapan Tante Tasya datang?" tanya Raya.
Darel menghela nafas panjang. Dia sudah bosan mendengar rengekan raya Tiap hari.
"Kamu Bisa berhenti tanya Tante Tasya gak? Tante Tasya tidak Akan datang lagi ke sini dia sudah bahagia di Bandung." ucap Darel langsung.
"Papah kok ngomong gitu sih? Tante Tasya pasti Rindu sama Kita," ucap Raya.
"Kalau dia rindu pasti nelpon kita." ucap Darel. Raya terdiam.
"Aku gak bisa tidur Pah, aku rindu Tante Tasya." ucap Raya.
"Papah pusing nak, jangan tanya itu terus yah, jangan bahas Tante Tasya Terus papah gak bisa berbuat apa-apa, sekarang Papah gak bisa tau kalau Tante Tasya Akan datang atau tidak." ucap Darel.
Raya menangis.
"Ini semua karena papah, karena papah Mamah sakit dan meninggal sekarang karena papah Tante Tasya sakit dan kami gak bisa ketemu Tante Tasya, papah jahat!" ucap raya dan pergi.
Darel hanya bisa sabar menghadapi anak-anak nya. sudah cukup lama tidak ke perusahaan nya dia harus kembali ke perusahaan nya.
Setelah sampai di perusahaan nya wanita cantik badan tinggi berpenampilan menarik sudah menunggu nya.
"Tesa! kamu di sini?" tanya Darel kaget melihat wanita yang menunggu nya di Lobby.
Tesa berdiri sambil tersenyum.
"Hayy apa kabar?" tanya Tesa.
"Ya begitulah, kamu sendiri bagaimana kabar nya!" tanya Darel..
"Alhamdulillah baik, aku turut berdukacita yah atas meninggalnya almarhum istri kamu, aku sudah lama mendengar nya namun aku baru bisa datang sekarang." ucap Tesa.
"Makasih yah sudah mau datang." ucap Darel.
Tesa tersenyum.
Tesa adalah Mantan Darel sebelum menikah dengan Amel.
Mereka sudah putus namun menjadi teman. Tesa seorang Model yang bekerja di berbagai kota dan negara sehingga dia bisa datang menemui teman nya sekarang.
"Anak-anak kamu bagaimana kabar nya? Aku yakin mereka pasti sangat sedih." ucap Tesa.
"Alhamdulillah mereka anak yang baik." ucap Darel.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***