Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 27


__ADS_3

"Huff dasar bapak posesif." ucap Tasya langsung meninggalkan Darel. namun Darel menahan Tasya.


Darel menatap mata Tasya.


"Boleh kakak memeluk kamu?" tanya Darel. Tampa jawaban Darel langsung memeluk Tasya.


"Kamu tau kakak tidak bisa tidak memikirkan kamu satu jam Saja." ucap Darel.


Tasya melepaskan tangan Darel dan berbalik menatap Darel.


"Aku tidak bermaksud menghindar tapi jangan melakukan itu di depan anak-anak." ucap Tasya.


"Mereka Masih kecil, mereka tidak Akan paham," ucap Darel.


"Mau bagaimana pun raya Sudah mengerti itu, biarkan sedikit waktu lagi agar mereka paham." ucap Tasya.


"Tapi kalau mereka tidak ada bisa kan?" tanya Darel.


"Bi-bisa apa? Jangan macem-macem yah kak." ucap Tasya.


Darel mengikuti Tasya ke dapur.


"Kakak ngapain ngikutin Aku?" tanya Tasya.


Tiba-tiba Darel mencium Tasya dengan singkat di pipi.


"Kakak mencintai kamu Tasya." ucap Darel. Tasya tersenyum malu.


"Aku mau lihat mereka Dulu yah, jangan lama-lama di dapur kakak nungguin. karena Kakak Cepat kangen nya." ucap Darel dan pergi meninggalkan Tasya.


Tasya hanya menggeleng kan kepala nya sambil tersenyum.


Tidak beberapa lama Air panas sudah masuk ke dalam botol tahan air panas dia kembali ke kamar.


Mau masuk tiba-tiba gerakan nya berhenti, dia membenarkan rambut dan ekspresi nya. Setelah itu dia masuk Darel menyambut nya sambil menepuk kasur di sebelah nya.


Tempat tidur Tasya sudah di sediakan oleh Darel sementara Raya dan Stevan belum tidur.


"Loh Stevan, Tasya kok belum tidur? Besok siang jadi ngantuk loh kita telat ke rumah Nenek." ucap Tasya.


"Biarkan saja mereka main dulu." ucap Darel.


Tasya menghela nafas panjang.


"Raya.. Tidur yok, besok aja main nya." ucap Laura.


Raya langsung mengangguk dia naik ke kasur melompat ke papah nya yang sedang santai.


"Auhh!" rintih Darel. Raya tertawa.


"Papah bacain dongeng dong." ucap Raya.


"Papah bacain dongeng tapi kamu tidur yah sayang, Anak paling cantik." ucap Darel.

__ADS_1


Raya mengangguk.


Darel membaca kan dongeng.


Tidak beberapa lama raya sudah tidur, Darel menoleh ke arah Stevan yang masih asyik bermain dengan Tasya di kasur.


"Stevan!!! Bobo yok sayang udah malam nih. Besok kita harus bangun pagi." ucap Darel. Namun Stevan tidak Mau malah menangis mengadu pada Tasya.


"Biarkan saja dia Kak." ucap Tasya.


"Lihat sudah jam sembilan malam." ucap Darel. Tasya menghela nafas panjang.


Stevan di gendong oleh Darel tidak beberapa lama akhirnya dia tidur.


"Mengurus kamu juga kakak pintar." ucap Darel meletakkan Stevan kasur, dia pura-pura kehilangan keseimbangan agar tidur di samping Tasya.


"Lebih baik Kakak pindah ke kamar kakak." ucap Tasya.


"Tidak mau." ucap Darel.


Tasya menghela nafas panjang.


"Ra!" panggil Darel. ,"Humm?" saut Tasya.


"Apa kamu memiliki seseorang di hati kamu saat ini?" tanya Darel.


Tasya langsung terdiam. seketika dia mengingat betapa dia menyukai Alex.


"Kenapa kak? Lagian itu bukan urusan kakak." ucap Tasya.


Tasya malah Diam.


Darel yang sadar kalau Tasya diam pertanda ada, dia menjadi kecil hati.


Karena sama-sama diam Darel mau melepaskan pelukannya dari pinggang Tasya namun di tahan oleh Tasya.


Tasya malah membalikkan badan nya dan tidur di lengan Darel menyembunyikan wajahnya di dada Darel.


Dia bisa mendengar kan jantung Darel berdebar.


Darel kaget Tasya semakin mendekati pada nya.


"Jangan seperti ini Tasya, kakak takut khilaf." ucap Darel.


Tasya Tidak merespon nya.


"Tasya! Tasya." panggil Darel namun ternyata Tasya sudah tidur.


Darel mengelus rambut Tasya, dia juga memeluk badan kecil Tasya dengan erat.


"Kalau jodoh tidak akan kemana, namun aku tidak akan mencoba menahan kamu, kamu berhak memilih dengan siapa kamu hidup walaupun aku sedikit berat." Batin Darel.


Tasya mengangkat tangan nya memeluk pinggang Darel.

__ADS_1


Darel mencium kening Tasya.


Keesokan harinya Mereka sudah di perjalanan ke rumah orang tua Tasya.


Sampai di sana Ibu nya malah menganggap nya seperti orang lain, dia sangat Cemburu pada Darel yang di sambut hangat.


"Apa kabar Ibu sama ayah?" tanya Tasya sambil tersenyum. namun mereka diam malah asyik bermain dengan Stevan dan Raya.


Tasya dari tadi saja sudah merasa sakit hati.


"Ya Allah kesalahan apa yang telah aku perbuat, kenapa Ibu dan ayah ku sendiri bahkan seperti tidak menginginkan dan sangat membenci ku." batin Tasya perlahan air mata nya keluar.


"Tasya! Kamu ngapain bengong di situ? Lebih baik bantuin Bibi menyiapkan makanan di dapur." ucap Ibu nya.


"Baik Bu." ucap Tasya.


Farhan merasa tidak tega melihat Tasya. Dia ingin menegur namun dia tidak punya hak, dia jadi merasa bersalah membawa istri nya ke sini.


Mereka pun makan-makan. Setelah selesai makan mereka bermain di ruang tamu sementara Darel menyusul Tasya ke balkon.


"Cantik yah pemandangan nya dari sini." ucap Darel pada Tasya yang berdiri sambil memandangi sawah-sawah.


Tasya menoleh kearah Darel namun dia hanya diam saja, Darel mendekati Tasya sambil tersenyum.


Darel mengeringkan wajah Tasya dari air mata.


"Yang Sabar yah." ucap Darel sambil memeluk Tasya dengan lembut.


"Aku tidak tau apa yang telah aku perbuat sehingga mereka sangat membenci ku. Aku tidak tau." ucap Tasya.


Darel bingung ngomong apa dia hanya mengelus kepala Tasya.


Darel tidak ingin membuat Tasya Tidak nyaman mereka pamit pulang namun Bu Adel dan suaminya Belum mengijinkan karena Masih merindukan Cucu nya, bahkan mereka ingin Darel dan Anak-anak nya menginap karena dulu Amel selalu menginap di sana.


Namun Darel membuat alasan yang sangat banyak. Akhirnya anak-anak tinggal dengan neneknya, Darel dengan Tasya pergi.


"Kakak yakin mau ninggalin mereka di sana." ucap Tasya.


"Nanti kita jemput mereka." ucap Darel.


"Tapi Ibu ingin Kalian menginap di sana." ucap Tasya.


"Kakak tidak akan menginap kalau kamu tidak di Sana, Dan kalau kamu tidak nyaman dan tidak di anggap aku tidak akan tenang." ucap Darel.


"Seharusnya kakak tidak perlu melakukan itu, aku baik-baik saja.," ucap Tasya.


"Huff Jujur saja aku bingung dengan orang tua kamu yang membedakan kamu dengan kakak kamu," ucap Darel.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah lupa bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2