Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 253


__ADS_3

Namun dia menunggu sampai malam menunggu Ayah nya pulang bekerja karena Siang tadi pak Ahmad berangkat bekerja.


"Raya, Stevan Ayo mandi dulu." ucap Bu Mita memanggil mereka yang sangat sibuk lari ke sana ke sini.


"Sus tolong bawa mereka ke sini." ucap Bu Mita. Akhirnya mereka mandi dengan Nenek nya.


"Kamu beruntung banget dapat ibu seperti Bu Mita, dia sama baiknya seperti kamu." ucap Tiwi.."Alhamdulillah kalau begitu, aku juga sangat senang." ucap Tasya.


Tiwi tersenyum.


"Humm tapi aku tidak bisa tidur semalaman memikirkan kak Darel. Aku sangat pusing." ucap Tasya.


Tiwi mengelus punggung Tasya. "Kamu kuat, kamu pasti bisa." ucap Tiwi.


Tiwi cukup lama di sana. karena sudah malam hari dia harus pulang.


Dua hari kemudian Tasya ke kampus seperti biasa nya. Dia bekerja untuk melupakan semua masalah yang ada.


Namun saat baru selesai dia mendapat telepon dari Omah dan Opah nya.


Mereka bilang kalau Riski ingin melanjutkan kuliah bersama Tasya. Tasya tau kekhawatiran Adik nya dia pun tidak mempermasalahkan hal tersebut.


Setelah selesai hari ini dia bekerja, dia pun pulang ke rumah. Sampai di rumah dia langsung siap-siap mau mengantar kan Raya melihat sekolah nya.


Dia pergi hanya berdua saja bersama dengan Raya karena Stevan di kasuh oleh suster di rumah. Ibu dan ayah nya pergi bekerja.


Raya sangat suka dengan sekolah nya dia sangat bahagia di bawa ke sana.


Sebelum pulang mereka jajan Eskrim di sebuah Cafe.


"Mamah aku rindu papah. Telpon papah yah mah." ucap Raya. Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Mamah gak bisa nelpon papah nak," ucap Tasya.


"Loh kenapa Mah? Mamah Takut Nenek marah yah?" tanya Raya. Tasya mengangguk.


"Huff aku sangat rindu papah, aku tidak bisa tidur karena kefikiran papah sekarang di sana pasti sangat Sedih." ucap Raya.


"Sudah nak jangan di bahas lagi, ayo makan dan setelah itu kita pulang." ucap Tasya. Raya mengangguk mereka pun selesai menghabiskan Eskrim dan langsung pulang.


Di rumah Tasya merasa lelah di istirahat tidur bersama anak-anak nya di kamar. Tiba-tiba ponsel Tasya berdering di saat mata nya sudah mau tidur.

__ADS_1


Dia langsung mematikan Tampa melihat siapa yang menelpon nya.


Dan ternyata Candra yang menelpon nya. Candra karena telpon nya di Tolak oleh Tasya.


"Apa dia masih di kampus? Tapi tidak mungkin Tiwi bilang dia sudah pulang." ucap Candra.


"Permisi pak, kita ada meeting Beberapa menit lagi." Staf nya datang. Candra mengangguk dia pun langsung ke ruangan meeting.


Setelah masuk dia kaget melihat ada Ajeng di sana.


Dia sangat tau kalau Ajeng adalah sekretaris Darel.


Ajeng melihat Candra biasa saja, walaupun dia tau kalau bos nya tidak suka pada Candra.


Mereka mempunyai usaha yang harus di diskusikan. Ternyata mereka juga ada rekan kerja jadi harus profesional.


Tidak beberapa lama meeting selesai. Tiba-tiba Candra menahan Ajeng.


"Saya mau berbicara dengan kamu, tolong ikut keruangan saya." ucap Candra.


Ajeng yang tidak tau apa salah nya berfikir keras di mana letak salah nya namun dia merasa tidak ada yang salah akhirnya dia mengikuti Candra keruangan itu.


"Ada apa yah pak? saya tidak bisa lama-lama." ucap Ajeng.


"Saya sudah mengabari sebelum nya pada asistennya bapak Kalau pak Darel sedang ada di luar negeri, dia hanya bisa mengutus saya di bidang ini." ucap Ajeng.


"Kapan bos kamu pulang?" tanya Candra lagi.


"Saya tidak tau pasti Pak." ucap Ajeng.


"Beri tahu pada nya saya ingin bertemu dengan nya." ucap Candra.


"Baiklah pak." ucap Ajeng langsung meninggalkan ruangan Candra setelah di berikan Ijin.


"Huff akhirnya aku bisa pergi dari sana, tumben-tumbenan banget sih pak Candra ingin bertemu dengan pak Darel." ucap Ajeng.


Candra melihat ponsel nya dia menelpon Tasya lagi namun tidak di jawab dia melihat jam sudah jam empat sore dia tiba-tiba khawatir dan memilih untuk datang kerumahnya.


"Pak kita masih ada data-data yang harus bapak tanda tangani." ucap staf.


"Kirim semua nya kerumah saya. Saya ada urusan mendadak. Permisi." ucap Candra langsung meninggalkan perusahaan nya. Staf kebingungan dia jadi pusing sendiri sementara semua data itu penting nya Sore ini.

__ADS_1


Namun dia tidak bisa melakukan apapun akhirnya dia pun menuruti perintah bos nya mengirimkan semua data itu kerumah bos nya.


Tidak beberapa lama Candra Sampai di rumah Tasya.


"Nak Candra, kamu ke sini hari ini?" tanya Bu Mita yang baru saja pulang bersama suami nya.


"Iyah Bu, pak, Maaf sebelum nya tidak mengabari." ucap Candra. "Ayo masuk, Tasya pasti di dalam. Kami juga baru pulang." ucap ibu Mita.


"Bik, Tasya mana?" tanya Bu Mita.


"Oohhh non Tasya sedang tidur di Kamar anak-anak Bu, seperti nya kelelahan sehingga tidur begitu lama." ucap suster.


"Oohh, lebih baik kamu bangun kan. Nih ada nak Candra datang." ucap Bu Mita.


"Tidak perlu Bu, kasihan dia mungkin benar-benar lelah." ucap Candra. "ini sudah mau magrib, sudah seharusnya dia bangun cepat." ucap Bu Mita.


Candra pun diam.


"Non Tasya bangun non. Di luar ada pak Candra sama Ibu dan bapak." ucap suster membangun kan Tasya dengan pelan.


Tasya perlahan membuka mata nya dia melihat suster.


"Ada apa sus?" tanya Tasya.


"Ada Pak Candra di luar Non mencari non Tasya." ucap Suster. Tasya mengangguk dia membuka mata dan langsung duduk.


Sebelum beranjak dia melihat Ponsel nya ternyata sudah banyak panggilan dari Pak Candra. Pak Candra juga sudah bilang dia akan ke rumah nya, karena dia khawatir.


Tasya jadi sedikit tidak enak dia langsung mengikat rambut nya dengan acak langsung keluar dari kamar. Dia melihat pak Candra duduk sendiri di ruang tamu.


"Kenapa bapak ke sini tidak ngabarin dulu." ucap Tasya. Candra melihat ke arah Tasya.


"Saya sudah mengabari kamu, namun kamu tidak merespon saya sama sekali, saya mengkhawatirkan kamu." ucap Candra.


"Aku minta maaf pak, aku ketiduran karena sangat lelah, aku baru saja melihat nya, sekali lagi aku minta maaf pak." Ucap Tasya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2