
"Bisa jadi saja benar." ucap Darel.
"Kakak kenapa biasa saja? Aku yakin papah sama Mamah lagi syok berat." ucap Tasya.
"Kakak sudah memberitahu pada mereka awalnya, namun tidak ada yang perduli. Semua nya sudah terjadi apa yang harus kita lakukan?" ucap Darel.
"Temuin mereka kak, aku takut mereka kenapa-kenapa." ucap Tasya. Darel Menggeleng kan kepala nya.
"Mereka tidak membutuhkan anak seperti kakak. Buktinya sampai sekarang mereka tidak mengabari kakak, bahkan tidak menghubungi." ucap Darel.
"Tidak mungkin bisa menghubungi kakak, sementara ponsel kakak rusak. Buka laptop saja kakak sangat jarang." ucap Tasya. Darel diam saja. Wajah nya sudah seperti pasrah saja.
Tasya mengambil Radit.
"Aku mohon pergi menemui mereka Kak." ucap Tasya. Darel tetap menggeleng kan kepala nya.
"Tidak ada gunanya Tasya. Untuk apa kakak ke sana kalau tidak undang?" ucap Darel lagi. "Tapi mau bagaimana pun dia adalah orang tua kakak. Bagaimana kalau terjadi apa-apa pada mereka karena stres." ucap Tasya.
"Itu karena ulah mereka sendiri, mau saja di bohongi oleh orang lain. Karena gila akan Nama baik mereka terjebak sendiri." ucap Darel.
"Tapi kak." ucap Tasya.
"Tidak ada tapi-tapian Tasya, kakak tidak ingin memikirkan apa pun." ucap Darel.
Tasya akhirnya diam. "Kamu lebih baik Mandi dulu gih, lihat lah pakaian kamu masih Basah seperti ini." ucap Darel.
"Oh iya Cucian ku belum selesai." ucap Tasya. Dia akhirnya berlari ke dalam. Darel melihat kelakuan istri nya membuat nya geleng-geleng kepala.
"Dia baru saja melahirkan namun sudah berani untuk lari-lari seperti itu." ucap Darel. Dia mau masuk namun melihat mobil yang memasuki halaman rumah.
"Candra! Ngapain dia ke sini?" tanya Darel. Candra turun dari mobil. "Om Candra..." Raya dan Stevan berlari memeluk Candra.
Bu Mita kelihatan bahagia sekali melihat Candra datang.
"apa kabar Bu?" tanya Candra. "Alhamdulillah baik."
"Kaku sendiri bagaimana?" tanya Bu Mita. "Alhamdulillah baik juga Bu." jawab Candra sambil menyalim tangan Bu Mita.
"Humm Tasya sama bapak mana Bu?" tanya Candra.
"Tasya sedang di kamar nya, bapak masih kerja."' ucap Bu Mita. Candra menoleh ke arah Darel. Dia mau menyalim Tangan Darel namun Darel Hanya diam saja.
Candra hanya menepuk badan Radit pelan.
__ADS_1
Mereka pun berkumpul di ruang tamu.
"Raya panggilin mamah gih." ucap Bu Mita pada Raya. Raya mengangguk dia pun naik ke Atas. Tidak beberapa lama Tasya turun.
Respon nya biasa saja, karena sebelumnya sudah tau Candra akan datang. Dia juga tau dari tatapan Darel.
Candra tidak bisa lama-lama Singgah, akhirnya dia pun pergi.
"Ternyata Benar kalau ternyata Darel sudah kembali pada Tasya." ucap Candra.
"Dari tadi Kakak diam saja, ada yang sedang kakak pikir kan? Atau jangan-jangan kakak marah karena pak Candra datang ke sini?" tanya Tasya.
Darel Menggeleng kan kepala nya. "Tidak kenapa-napa kok, itu hanya perasaan kamu saja." ucap Darel. Setelah itu Tasya memandikan Radit di ikuti oleh Darel..
Selesai mandi Tasya gantian mandi dan Darel memasang baju Radit.
"Wahh anak papah sudah ganteng banget nih." ucap Darel.
Dia mencubit-cubit pipi Radit karena sangat gemas sekali.
"Kata orang-orang kamu sangat mirip papah, namun Papah lihat kamu selalu Mirip pada Mamah." ucap Darel.
"justru dia sangat mirip dengan kakak." ucap Tasya. Darel menggeleng kan kepala nya.
"Aneh banget sih kak, kita membahas Mirip Wajah bukan sifat." ucap Tasya. Darel mengambil handuk.
"Mau mandi dulu." ucap Darel dia pun langsung masuk ke dalam kamar mandi.
"Seperti nya dia mempunyai sesuatu yang mengganjal Fikiran nya sehingga dia terlihat sangat cuek." ucap Tasya. Dia memasang baju nya.
Sudah selesai dia mengendong Radit.
"Anak mamah sudah ganteng, baju nya di Pasang papah ya nak?" ucap Tasya sambil menghibur Radit.
Hari ini Darel mau mengajak istrinya dan anak-anak nya jalan-jalan keluar, namun Bu Mita tidak mengijinkan nya.
Akhirnya mereka pasrah saja di rumah itu, walaupun seperti itu tidak ada Rasa Bosan. Bu Mifa, Tasya memangku Radit di Sofa sambil melihat Raya, Adik nya dan juga Darel bermain game.
"Raya hari Sabtu tidak sekolah, itu sebab nya dia sangat senang bisa bermain dengan papah nya lagi.
"Sudah Tengah hari waktu nya untuk tidur siang. Nenek nya membawa mereka berdua untuk tidur Siang. Sementara Darel dan Tasya Masih duduk di ruang tamu.
"Aku selalu Kefikiran tentang Mamah dan papah kak, bagaimana kabar mereka sekarang." ucap Tasya.
__ADS_1
"Sudah jangan membahas itu lagi. Kakak tidak mau mendengar nya." ucap Darel.
Tasya menatap suaminya.
"Ingat kak dia adalah orang tua kakak. Mau bagaimanapun kakak tidak boleh mengabaikan mereka." ucap Tasya.
Darel diam. "Aku takut yang aku alami sebelumnya terjadi pada kakak." ucap Tasya.
Darel Menghela nafas panjang.
Dia bersandar di pundak istri nya.
"Kalau kakak datang menyusul mereka, mereka pasti akan menyalahkan kakak, mereka tidak akan menuduh kakak Akan terjadi nya hal itu." ucap Darel.
Tasya terdiam, yang di bilang suami nya bener juga.
"Dari pada kakak melawan mereka, Lebih baik kakak berdiam diri di sini." ucap Darel. Tasya diam.
"Ya sudah kalau itu yang kakak mau, namun ketika suatu saat nanti dia meminta bantuan kakak, kakak harus membantu mereka." ucap Tasya.
Darel tersenyum sambil mengangguk.
"Pasti kok, kamu jangan khawatir kan itu, mau bagaimana pun seperti yang kamu Bilang mereka adalah orang tua ku." ucap Darel.
Tasya tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu lebih baik kita istirahat di kamar saja, Radit juga sudah tidur." ucap Tasya. Mereka naik ke kamar.
"Oh iya soal pak Candra dia datang ke sini sebelum nya sudah bilang ke aku, dia mau mengambilnya Beberapa surat-surat penting yang kemarin di kasih ke aku." ucap Tasya.
Darel mengangguk sambil tersenyum. Dia pun berbaring.
Tasya menghela nafas melihat suaminya sangat Cuek ketika Tasya membahas Candra.
"Ya sudah deh kalau seperti ini, Wajar saja Jika di marah ketika Pria yang dia tau sebelum nya pacar ku datang." batin Tasya.
...----------------...
Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi dalam.
__ADS_1
Terimakasih 🙏