Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 196


__ADS_3

"Kenapa kakak dekat-dekat dengan ku? bukan nya kakak tadi marah?" ucap Tasya.


Darel menghela nafas panjang.


"Kakak tidak bisa marah lama-lama sama kamu, kasihan istri aku sama anak kakak." ucap Darel.


Tasya tersenyum.


"Lain kali kakak harus mencari tau dulu informasi yang kakak dapat, aku juga bingung Siapa yang mengirimkan foto itu pada Kakak." ucap Tasya.


Darel hanya diam, dia terus menciumi perut Tasya.


"Percayalah semalaman kakak tidak bisa tidur karena tidak memeluk kamu." ucap Darel.


"Huff itu Artinya kakak pura-pura tidur yah?" ucap Tasya. Darel mengangguk sambil terkekeh saja.


"Hufff kakak sungguh pria yang sangat egois. Kita bisa bicara kan baik-baik kalau ada masalah." ucap Tasya. Darel hanya diam saja.


"Aku juga minta maaf sebelumnya tidak bilang kalau aku sama pak Candra. Dan juga Buah yang aku makan itu dari nya." ucap Tasya.


Darel hanya diam. "Masih marah yah?" tanya Tasya.


"Kakak tidak marah, hanya saja kakak cemburu." ucap Darel, Tasya tersenyum.


"Kakak takut kehilangan kamu, di usia kakak yang tidak muda lagi akan membuat kamu lebih suka melihat pria muda di luar sana, itu membuat kakak khawatir kamu meninggalkan kakak." ucap Darel.


"Aku tidak Akan meninggalkan orang yang aku cintai, dan lagi aku bukan anak kecil yang hanya memikirkan sesaat saja." ucap Tasya. Darel memasang wajah Cemberut.


"Kamu janji gak ninggalin kakak kan? kamu akan selalu ada untuk kakak kan?" tanya Darel, Tasya mengangguk sambil tersenyum.


Dia mencium kening Darel.


"Kamu adalah milik kakak." ucap Darel membuat Tasya tersenyum sambil mengangkat alisnya.


"Aku milik Allah." ucap Tasya.


"Sayang.... Jangan seperti itu dong, kamu membuat kakak sedih saja." ucap Darel.


"Kakak juga milik ku." ucap Tasya. Darel tersenyum dia langsung mencium bibir Tasya.


"Boleh kan malam ini kakak minta jatah?" tanya Darel. Tasya tersenyum sambil mengangguk.

__ADS_1


Keesokan harinya Tasya bangun lebih awal, dia melihat Darel yang masih tidur nyenyak memeluk bantal guling nya.


"Kak bangun kak! bangun buruan." ucap Tasya menarik kaki Darel. "Apa sih sayang? masih ngantuk." ucap Darel.


"Kakak kalau tidak bangun akan telat ke kantor. Sebelum aku ke kantor anterin aku ke rumah sakit dulu." ucap Tasya.


Perlahan Darel Membuka mata nya, dia mengucek-ngucek mata nya.


Dia mengarahkan tangannya agar di bantu oleh Tasya untuk duduk. Tasya pun menarik tangan Darel namun Darel malah menarik nya kembali ke kasur.


"Hari ini kakak tidak ke kantor, kita Akan ke rumah sakit bersama." ucap Darel.


"Kalau begitu cepat lah mandi kak, malah memeluk ku." ucap Tasya. Darel mencium kening dan juga Bibir Tasya.


"Kamu sangat Wangi sayang." puji Darel, Tasya tersenyum.


Tidak beberapa lama mereka semua baru siap sarapan.


"Hari ini Mamah sama Papah mau ke rumah sakit, Raya Sama Stevan mau ikut gak?" tanya Darel.


"Lebih baik mereka di rumah saja kak, aku takut di rumah banyak penyakit mereka masih kecil pasti mudah tertular." ucap Tasya.


"Ya udah kalau begitu. Kalian di rumah aja yah nak, nanti pulang Mamah Sama Papah beliin mainan." ucap Darel. Raya mengangguk sementara Stevan sudah duduk di pangkuan Tasya.


"Kamu yakin mau melihat Ibu? Kamu gak akan tersinggung kan dengan sifat dan kata-kata nya." ucap Darel. Tasya diam, dia bingung harus menjawab apa karena dia belum bisa memastikan dia akan baik-baik saja Atau tidak dengan Ibu nya nanti.


"Aku tidak apa-apa dengan kata-kata ibu atau sifat nya Kak, aku hanya ingin ibu sembuh aku hanya ingin sembuh dan bisa seperti itu dulu." ucap Tasya.


"Kamu yakin? Apa kamu kuat?" tanya Darel.


"Huff sebenarnya kalau aku bilang kuat itu adalah kebohongan besar, tapi aku lebih baik mengatakan tidak apa-apa dari pada aku harus jujur. Karena menceritakan nya akan lebih sakit." ucap Tasya.


"Yang sabar yah sayang, aku tau kamu pasti kuat. Aku akan selalu ada di sisi kamu." ucap Darel. Tasya tersenyum sambil mengangguk. "Terimakasih yah kak." ucap Tasya. Darel mengelus kepala Tasya.


"Jangan pernah ragu-ragu untuk cerita sama suami kamu ini, walaupun kerja nya tukang cemburu dan ngambekan dia tetap akan mengutamakan keluarga nya apa lagi istri nya." ucap Darel.


"Hum. baiklah kak, aku paham kok. Aku mencintai kakak." Darel tersenyum. "Kakak juga mencintai kamu." ucap Darel.


Sebelum ke rumah sakit Darel berhenti membeli buah di Supermarket dan tidak lupa juga makan pagi untuk Riski.


"Hari ini aku yang jagain ibu di rumah sakit, kasihan Riski pasti sudah lelah, bawa dia pulang yah kak." ucap Tasya.

__ADS_1


Darel mengangguk.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai.


"Assalamualaikum!" sapa Tasya membuka pintu. dan melihat Riski yang sedang memijit-mijit kaki Buk Adel.


Kedua nya menoleh ke arah Darel dan juga Tasya.


"Mbak sudah sampai." ucap Riski langsung memeluk Tasya.


"Maafin mbak yah belum sempat menemui kamu kemarin, Mbak sangat sibuk di universitas." ucap Tasya.


"Gak apa-apa kok mbak, aku paham." ucap Riski.


"Nih mbak bawain makanan untuk kamu dan juga Buah untuk Ibu, tolong kupas yah." ucap Tasya.


"Baik mbak, tunggu sebentar yah." ucap Riski. Tasya mengangguk dia mendekati buk Adel.


"Bagaimana kabar ibu? Aku minta maaf sudah dua hari tidak datang ke sini." ucap Tasya. buk Adel hanya diam saja.


"Apa Ibu sudah makan? Aku Bantu suapin yah Buk." ucap Adel melihat sarapan bubur yang belum di makan.


"Ibu tidak mau berbicara mbak, aku juga tau tidak tahu kenapa, bahkan makan saja dia tidak mau." ucap Riski.


Tasya menatap ibunya.


"Kata nya ibu mau ketemu dengan mbak Amel, kalau seperti ini ibu tidak akan bisa menemuinya, ibu tidak mau makan membuat badan ibu semakin sakit." ucap Tasya.


Air mata buk Adel menetes membasahi pipi nya.


"Mbak Amel juga pasti sangat sedih melihat Ibu seperti ini, dan juga ibu Sudah lama tidak berkunjung ke makam nya, apa ibu tidak ingin ke sana?" tanya Tasya lagi.


"Ibu mau ke sana, bawa ibu kesana." ucap buk Adel.


"Kalau ibu mau kesana, ibu harus makan dan minum obat." ucap Tasya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2