Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 246


__ADS_3

Setelah Ijab-kabul pengantin wanita Keluar. Mereka di iringi oleh Tasya, saudara perempuan yang lain nya juga.


Buk Mita dan pak Ahmad di pertemuan. Mereka sungguh sangat senang sekali.


Acara berlangsung cukup lama. Tasya mulai kelelahan dia mau duduk namun acara belum selesai. Candra yang selalu di samping Tasya melihat Tasya gelisah dia langsung mengambil kursi dan meminta Tasya duduk.


Beberapa orang lain mengira kalau mereka adalah pasangan suami istri.


Di sisi lain Tasya sama sekali tidak mempermasalahkan karena dia juga beruntung ada yang mendampingi nya, karena orang lain semua berpasangan.


Tasya memikirkan Darel dan juga anak-anak nya.


Candra mengambil kan minum untuk Tasya. Bu Mita dan Dan Pak Ahmad tersenyum melihat Candra yang sangat perhatian pada putrinya.


Sementara di sisi lain ada Tiwi mencuri-curi pandang Melihat mereka berdua.


"Silahkan di minum dulu." ucap Candra.


Tasya menerima nya dan mengucap kan terima kasih.


Waktu nya kedepan mengucapkan selamat kepada kedua orang tuanya. Riski dan juga Tasya berdiri di depan.


Dia mengucapkan selamat kepada kedua orang tua nya. Semua orang terharu mendengar kata-kata Tasya dan juga Riski.


Tasya tidak sengaja melihat ke Pak Candra dia tersenyum. Tasya yang tadi nya tidak bisa tersenyum jadi tersenyum karena pak Candra.


Hari semakin malam Acara sudah mau selesai namun Tasya tidak kuat lagi di sana.


"Kamu kenapa Tasya?" tanya Candra.


"Kepala saya tiba-tiba pusing pak." ucap Tasya. Candra membantu Tasya untuk meninggalkan tempat acara dan masuk ke dalam rumah.


"Kamu mungkin kelelahan istirahat lah." ucap Pak Candra. Tasya bersandar di sofa.


tidak beberapa lama Bela dengan Alex datang.


"Apa yang terjadi Tasya?" tanya Bela duduk di sofa namun Candra langsung minggir karena Bela duduk di dekat nya.


"Aku kelelahan." ucap Tasya. "Ya ampun kamu pucat banget." ucap Bela.


"Maaf yah tadi kalian datang aku tidak bisa menjenguk kalian, aku tidak bisa meninggal kan Ibu dan Ayah di depan." ucap Tasya.


"Tidak apa-apa jangan terlalu di ambil pusing, lagian kemarin kamu sudah bilang di chat." ucap Bela.


"Aku ikut senang yah akhirnya kamu bisa bertemu dengan ibu kandung kamu, sebenarnya ini tidak kefikiran sama sekali oleh ku, namun ini sungguh kebenaran yang sangat mengejutkan." ucap Bela. Tasya tersenyum.

__ADS_1


"Oh iya dari tadi aku tidak melihat kak Darel sama Raya dan Stevan. Di Mana mereka?" tanya Bela.


Tasya terdiam sejenak.


"Mereka ke Dubai. Raya Akan sekolah di sana dan juga Stevan ikut. sementara papah nya menemani mereka di sana agar tidak terlalu kehilangan." ucap Tasya.


"Loh kok bisa sih? Bukan nya mengurus anak-anak itu adalah tanggung jawab kamu?" tanya Alex.


"Iyah kak, tapi mungkin Nenek nya mau mengurus mereka." ucap Tasya.


Mereka seketika tau kalau mertua nya kurang percaya pada Tasya.


"Yang Sabar yah Tasya." ucap Bela.


Tasya tersenyum sambil mengangguk.


"Oh iya Bel, kak kenalin ini Pak Candra dia adalah atasan ku." ucap Tasya. Bela tersenyum, Candra juga membalas nya dengan senyuman. Alex menyalim dan juga tersenyum.


"Kamu yakin hanya atasan saja Tasya? Sepanjang hari Aku melihat kamu bersama dia." gumam Bela.


"Iyah Bela." ucap Tasya.


Melihat wajah Tasya serius dia pun percaya mereka hanya sekedar teman kerja Saja.


Tasya Menggeleng kan kepala nya.


"Tidak akan ada ijin. Biar saja Kak Alex dengan pak Candra satu kamar tidak Masalah kan pak?" tanya Tasya pada Candra.


Candra tersenyum sambil mengangguk.


Pak Candra merencanakan untuk menginap di sana.


Alex juga sama sekali tidak keberatan.


Keesokan harinya. Mereka semua berkumpul untuk sarapan.


"Buat kalian teman-teman Tasya yang mau datang jauh-jauh ke sini, terimakasih yah, ibu sangat senang sekali." ucap Bu Mita.


"Kamu juga sangat senang Bu." ucap Bela.


"Oh iya Bela, nak Alex kapan akan kembali ke Bandung? seperti nya Opah dan Omah tidak bisa pulang bersama kalian." ucap Omah.


"Oohh baiklah omah. Mungkin kami Besok sudah kembali ke Bandung." ucap Bela.


Setelah selesai sarapan Candra pamit untuk pulang ke rumah nya.

__ADS_1


Setelah berpamitan Tasya mengantarkan nya ke depan.


"Terimakasih yah pak sudah mau datang. Saya sangat senang bisa dekat dengan bapak seperti ini." ucap Tasya. Candra tersenyum.


"Baiklah kalau begitu bapak hati-hati di jalan." ucap Tasya. Candra mengangguk.


"Humm Sebelum nya saya tidak mempunyai Nomor pribadi kamu. Saya boleh memiliki nya?" tanya Candra sedikit gugup.


Tasya bingung mau memberi atau tidak. Namun mau menolak dia juga tidak enak.


"Humm Baiklah." ucap Tasya. Mereka pun bertukar nomor telepon. "Terimakasih." ucap Candra. Tasya mengangguk.


"Kamu jangan sedih lagi, jangan mengabaikan kesehatan kamu." ucap Candra.


"Baik Pak." ucap Tasya. Candra pun segera meninggalkan Tasya. Tasya tersenyum setelah Candra pergi.


"Wah-wah seperti nya Mbak suka sama pak Candra." ucap Riski.


"Ah kamu bisa saja." ucap Tasya.


"Aku tidak masalah mbak dekat dengan pria lain yang inti nya selalu ada untuk mbak." ucap Riski.


"Jangan aneh-aneh deh dek, mbak saja sedang hamil tidak kefikiran untuk ke sana." ucap Tasya.


"Aku tidak tau kalau Kak Darel memutuskan untuk mengantarkan Raya dan Stevan ke Dubai. Kalau aku tau aku sama sekali tidak mengijinkan nya." ucap Riski.


"Sudah lah dek, jangan di bahas lagi." ucap Tasya.


"Mbak selalu menginyakan keputusan Kak Darel dan juga keluarga nya sehingga mbak tersakiti. Mereka sama sekali tidak memikirkan perasaan mbak bagaimana. Aku sangat tidak setuju dengan cara keluarga kak Darel membawa Raya dan Stevan yang seharusnya hak Mbak." ucap Riski.


"Sudah dek, sudah." ucap Tasya.


"Kalau tidak karena anak Yang di kandungan Mbak, aku sudah meminta mbak untuk meninggalkan kak Darel. Dia selalu menuruti keinginan orang tua nya. mulai semenjak dari mbak Amel sampai sekarang orang tua nya selalu berkuasa atas dirinya, dia sama sekali tidak bisa membuat keputusan yang tegas." ucap Riski.


"Jangan seperti itu dek, dia adalah suami mbak, kamu tidak boleh berbicara tidak sopan." ucap Tasya menenangkan Adik nya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2