Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 263


__ADS_3

Dia meninggal Candra berjalan secepat mungkin yang dia bisa.


"Tasya kamu kenapa? Saya masih merindukan kamu, saya pulang karena kamu. Kenapa kamu mengabaikan saya seperti ini?" tanya Candra.


Tiba-tiba Tasya berhenti dia menoleh ke arah Candra.


"Lebih baik Bapak menjadi pria yang setia, bapak sudah punya anak dan istri Masih saja mencoba menyukai wanita lain. Bapak sama sekali tidak menjaga perasaan istri dan anak bapak. Aku tidak ingin merusak kebahagiaan orang lain, Aku minta maaf, lebih baik bapak jangan menemui Aku lagi dan aku tidak akan pernah mencari bapak lagi." ucap Tasya langsung masuk ke dalam mobil.


Tasya meninggalkan Candra. Candra menghela nafas panjang.


"Apa yang terjadi?" tanya wanita yang datang bersama anak laki-laki yang memanggil Candra Papah tadi. Candra menggeleng kan kepala nya.


"Ayo lanjutkan bermain." ucap Candra.


"Itu perempuan yang sebelumnya kamu ceritakan Yah?" tanya wanita itu m Candra mengangguk.


"Dia marah karena salah paham sama kamu?"


Candra Tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak tau pasti nya. Kamu jangan khawatir, aku akan menemui nya nanti." ucap Candra.


Mereka pun kembali bermain.


Sementara Tasya di dalam mobil nya termenung.


"Apa yang aku lakukan? Kenapa aku marah pada pak Candra?" tanya Tasya pada diri nya sendiri.


"Aku sangat takut ketika orang yang sudah selalu ada untuk ku menghilang begitu saja dari ku, aku sangat takut." ucap Tasya.


Keesokan harinya Tasya masih ke kampus. Dia sedang duduk bersama Tiwi di kantor. Tiba-tiba Candra datang Tiwi melihat itu.


"Aku permisi sebentar yah." ucap Tiwi pada Tasya. Tasya kebingungan dia melihat Mile dia baru sadar.


Dia diam membenarkan Duduk nya.


"Kamu sudah sering sakit tidak seharusnya masuk kerja lagi." ucap Candra pada Tasya.


"Aku sehat-sehat saja kok Pak. Justru di rumah saja membuat ku bosan." ucap Tasya.


Candra tersenyum dia duduk di depan Tasya.


"Tentang semalam aku minta maaf Pak. Aku sedang dalam masalah pikiran ku sangat kacau sehingga tidak sadar aku sedang berbicara dengan bapak." ucap Tasya.


"Tidak apa-apa, saya juga minta maaf." ucap Candra.


"Saya sudah membuat kamu tidak nyaman sebelum nya. Namun saya sudah mulai sadar yang saya lakukan itu salah." ucap Candra.

__ADS_1


Tasya Diam.


"Saya akan perlahan menghilangkan rasa yang ada pada kamu." ucap Candra.


Tasya menatap wajah Candra.


"Bapak tidak perlu melakukan itu, justru aku yang akan perlahan menyukai Bapak." ucap Tasya.


Candra terkejut dengan jawaban Tasya. Tasya tersenyum.


"Kamu serius?" tanya Candra. Tasya mengangguk.


Candra terlihat sangat senang dia mau memeluk Tasya namun Tasya Menahan nya.


Satu Minggu sebelum melahirkan Candra sedang menemani Tasya olahraga, dia sudah merasakan sakit yang begitu hebat.


Candra sama sekali tidak meninggalkan Tasya. Ibu dan ayah Tasya merasa lega karena Tasya ada yang mendampingi nya.


Baru saja selesai olahraga tiba-tiba Bibik datang.


"Non Tasya ini ada surat untuk non Tasya." ucap Bibik.


Tasya mengambil nya. Dia membuka nya.


Dia terkejut melihat surat cerai dia dengan Suami nya. Hanya butuh tanda tangan nya sudah langsung sah bercerai.


"Sudah tidak perlu di pikirkan. Kamu harus fokus pada kesehatan kamu dulu." ucap Candra membantu Tasya berdiri meninggalkan Surat cerai itu di meja ruangan olahraga itu.


Hari Minggu pagi Tasya berencana mau mandi namun dia tiba-tiba merasa sakit. Mungkin sudah waktunya untuk melahirkan Ibu nya melihat langsung memanggil pak Ahmad dan juga Candra.


Tasya langsung di bawa ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit Tasya Masih pembukaan Tiga. Dokter meminta nya untuk menunggu lagi.


Keadaan Tasya semakin drop sudah waktunya untuk di keluar kan namun Tasya tidak bisa dia tidak kuat.


Dokter meminta suaminya untuk mendampingi Candra yang ada di sana dia menemani Tasya namun Tasya sama sekali tidak Kuat.


Dia menangis di dalam ruangan itu. Wajah suaminya selalu terngiang-ngiang di pikiran nya. Di luar Semua orang sudah sangat khawatir karena sudah dari pagi tadi Tasya di dalam. bahkan sudah tengah malam.


Namun mereka semua langsung terdiam melihat kedatangan Darel berlari melewati lorong rumah sakit itu.


"Darel." ucap Bu Mita dan pak Ahmad.


"Papah." ucap Raya dan juga Stevan.


"Di Mana Tasya Bu?" tanya Darel.


"Ada di dalam nak." ucap pak Ahmad. Darel tanpa ijin langsung masuk.

__ADS_1


Dia melihat istrinya sudah sangat tersiksa karena dokter tidak mengambil tindakan langsung.


"Tasya." ucap Darel langsung mengawas kan Candra dari samping Tasya. Tasya melihat Darel dia langsung menggenggam tangan Darel begitu kuat.


"Ayo kamu bisa Tasya. Kamu pasti bisa." ucap Darel dia menyemangati istri nya..


"Aku gak kuat kak, aku gak kuat." ucap Tasya.


"Tarik nafas mbak, tarik nafas dan hembus kan." Tasya mendengar kan dokter.


Candra pun langsung Keluar dari sana. Walaupun dia sangat ingin berada di samping Tasya.


"Sayang kamu bisa, ayo kamu bisa." ucap Darel dia mengelus kepala Tasya. "Aaaaaaa!!!" dia mengeluarkan semua tenaga nya.


Suara tangisan bayi langsung memenuhi ruangan itu. M


Darel tersenyum dia mencium kening istrinya.


Namun Tasya sudah kehilangan tenaga nya dia pun pingsang.


Sementara di luar ruangan mendengar suara bayi itu mereka semua lega. Semua mengucapkan Alhamdulillah. Terutama Candra. Dia sudah sangat takut.


Dokter langsung menangani Tasya.


"Selamat yah Pak, anak Bapak laki-laki." ucap dokter wanita itu. Darel sangat tertegun mendengar Anak nya adalah laki-laki. Sungguh kejutan pada nya karena mereka sengaja tidak Memeriksa jenis kelamin Anak nya.


"Alhamdulillah ya Allah." ucap Darel dia bersujud syukur. Darel mengendong Putra nya sambil tersenyum.


Dia mengazani putra kecil nya dengan suara yang merdu masuk ke telinga.


Setelah itu bayi di bawa ke ruangan nya.


"Bagaimana dengan istri saya Dok?" tanya Darel.


"Istri bapak pendarahan hebat, dia juga kehilangan tenaga. Tapi kami sudah mengatasi nya Bapak tidak perlu khawatir, istri bapak Akan segera sadar." ucap dokter.


Darel keluar dari ruangan itu. karena Tasya mau di pindahkan ke ruangan ICU untuk sementara.


"Apa yang terjadi pada Tasya?" tanya Bu Mita. "Tasya pendarahan Bu, dia banyak kehilangan darah dan juga kehilangan tenaga." ucap Darel.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2