Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 106


__ADS_3

Darel melihat Tasya jadi senyum-senyum sendiri.


"Aku buatin kakak teh dulu." ucap Tasya langsung pergi ke dapur. Darel melihat Tasya terburu-buru ke dapur.


"Tadi Makan malam makan apa sayang?" tanya Darel pada Stevan.


"Mamah pulang kerja Masak sup Pah, enak banget." ucap Raya.


"Wahh Papah jadi lapar nih." ucap Darel.


"Tapi sup nya sudah habis." ucap Raya.


"Yahhh, kok di habiskan sih."


Tasya datang membawa teh untuk Darel dan meletakkan nya di atas meja.


"Sini sayang biar Papah nya minum dulu." ucap Tasya menggendong Stevan.


"Oh iya kak dua hari lagi Riski datang, gak apa-apa kan aku yang jemput ke bandara?" tanya Tasya.


"Humm baiklah kita Akan menjemput nya sama-sama." ucap Darel.


Tasya langsung diam.


Dua hari kemudian...


Darel dan istri nya sudah menunggu di bandara.


"Kok lama banget yah." ucap Tasya yang dari tadi melihat ke arah dalam.


"Sabar Tasya!" ucap Darel.


Karena Tasya tidak mau duduk dia hampir saja di dorong oleh orang lain tampa sengaja Untung saja Darel menarik nya.


"Tuh kan apa aku bilang duduk dulu!" ucap Darel. Tasya melihat Darel sedikit kesal dia jadi diam dan duduk di samping suami nya.


Darel memegang tangan istrinya.


"Kamu memang wanita yang sangat keras kepala!" ucap Darel mencubit hidung Tasya.


Tasya menatap Darel, lalu dia meletakkan kepalanya di pundak Darel.


Cukup lama mereka menunggu. Dari jauh terdengar suara Riski memanggil Tasya.


"Mbak Tasya...!" panggil Riski.


Tasya langsung berdiri dan melihat ke arah suara itu. dan benar saja itu adalah Riski.


"Jangan lari-lari Tasya." ucap Darel. Namun Tasya tidak menghiraukan nya dia malah berlari mendekati Adik nya yang juga berlari ke arah nya.


Mereka berpelukan. tubuh Riski yang besar bisa mengangkat tubuh Tasya yang kecil itu.


"Mbak sangat rindu."


"Aku juga mbak."

__ADS_1


Setelah berpelukan, Riski menyalim tangan kakak ipar nya.


"Hay kak apa kabar? Kakak terlihat lebih muda Sekarang." ucap Riski setelah selesai bersalaman.


"Kamu anak kecil hanya bisa menggoda kakak mu yang sudah tua ini." ucap Darel.


"Sadar diri juga." gumam Tasya namun Darel bisa mendengar nya.


"Lebih baik kita makan dulu yok, mbak tau makanan yang enak di dekat sini." ucap Tasya menarik tangan Riski.


"Koper kamu biar kak Darel aja yang bawa, kamu pasti kelelahan." ucap Tasya.


Riski yang langsung di tarik tidak bisa mengatakan apapun selain mengikuti kemauan mbak nya.


Sementara Darel melihat koper besar milik Riski membuat nya Menghela nafas.


Dia cukup lelah hari ini karena baru pulang bekerja harus menjemput adik nya Sore hari ke bandara namun di suruh membawa koper lagi.


Namun karena itu adalah perintah dari istri cantik nya dia ikhlas melakukan nya.


Darel mengikuti kemana pun istri dan adik nya pergi.


Belanja makanan, jajanan dan juga minuman semua Darel yang membayar namun dia tidak Makan sama sekali walaupun Riski sudah menawarkan beberapa kali.


Dia sangat sedih karena kedatangan Riski membuat diri nya di lupakan oleh Tasya.


Biasanya kalau keluar tidak berhenti Tasya menawarkan makanan, atau pun di rumah.


Setelah sampai di rumah Riski di sambut oleh ponakan nya. Sementara Darel langsung ke kamar nya dia sangat lelah sehingga langsung berbaring di atas sofa.


"Masuk!"


Suara pintu terbuka.


"Kakak kenapa tidak mandi Malah tiduran?" tanya Tasya melihat Darel.


Darel bangun dia menatap Tasya.


"Kakak kenapa sangat pucat dan lemas seperti itu?" tanya Tasya.


Darel hanya diam saja.


"Humm aku sebenarnya ke sini mau membicarakan tentang perihal kamar." ucap Tasya.


"Humm ada apa? Katakan saja."


"Karena Riski di sini tidak mungkin dia melihat kita pisah ranjang dia juga tidak tau permasalahan kita apa, jadi selama dia di sini aku sama anak-anak Akan pindah ke sini atau kakak yang pindah ke kamar kami." ucap Tasya.


Darel Membuka mata nya dengan lebar langsung mendengar Tasya.


"Kalian saja yang pindah ke sini." ucap Darel.


"Oke kak." ucap Tasya.


"Humm ada baik nya juga Riski datang ke sini, datang sendiri juga dia ke kamar." batin Darel.

__ADS_1


Di malam hari nya.


"Mah, kenapa kita pindah ke kamar ini? Kamar kita lebih bagus, kalau di sini gak boleh bawa mainan nanti Papah marah." ucap Raya sambil masuk ke dalam.


Dan ternyata Darel berdiri di tengah-tengah ruangan.


"Eh Papah." ucap Raya langsung diam setelah itu.


"Udah gosok gigi cuci kaki?" tanya Darel.


"Udah kok Pah." jawab Raya.


"Udah cepat tidur."


Raya membawa adik nya ke atas kasur.


"Humm foto-foto kak Amel sama foto pernikahan kakak dulu mana? Kenapa ding-Ding pada kosong?" tanya Tasya baru sadar karena perasaan nya dari tadi gak ada.


Darel melihat ke arah anak nya belum tidur dia menarik tangan Tasya ke sofa.


"Aku tau kamu tidak mau tidur di sini karena foto-foto itu kan? kamu gak suka kan?" tanya Darel.


Tasya terdiam.


"kakak tidak melepaskan foto itu bukan karena kakak tidak mau, tapi kakak hanya butuh waktu. Sekarang kakak yakin dengan diriku sendiri kakak Akan menjalani hidup dengan kamu." ucap Darel.


"Bukan nya aku tidak suka, aku selalu berfikir kalau pernikahan kita itu terlarang namun kenyataannya bukan seperti itu." ucap Tasya.


Darel membawa Tasya ke pelukan nya.


"Jangan pernah berfikir seperti itu. ini sudah Jalan tuhan." ucap Darel mengelus Kepala istri nya sambil mencium Pucuk kepala nya.


Namun tiba-tiba Tasya mendengar suara perut Darel.


"Kakak perasaan sudah makan di bandara, namun kenapa Masih lapar?" tanya Tasya.


"Kakak tidak ada makan." ucap Darel.


"Loh kenapa?" tanya Tasya.


"Kamu hanya sibuk memerhatikan Riski, sementara kakak kamu abaikan dan kamu anggap tidak ada." ucap Darel.


Seketika Tasya tersenyum melihat ekspresi Darel.


"Oke baiklah, aku minta maaf aku sangat senang sehingga aku lupa," ucap Tasya sedikit tidak enak dia memegang pipi Darel dengan kedua tangan nya menatap nya dengan tatapan membujuk.


"Kakak tidak akan memberikan kamu Maaf." ucap Darel.


"Yah suami aku Ngambek nih."


"Papah kalau sama Mamah Manja banget." ucap Raya, seketika Tasya melepaskan tangan nya dan menjauh dari Darel.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.

__ADS_1


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya biar author tambah semangat lagi. Terimakasih 🙏***


__ADS_2