
"Tidak ada penolakan kamu harus memberikan tubuh kamu untuk kakak seutuhnya dan semua ini adalah milik kakak." ucap Darel.
Tasya melihat tatapan Darel membuat nya merinding.
"Tolong buatin Susu untuk Stevan dong kak, aku males banget bergerak." ucap Tasya.
"Baik nyonya muda Darel." ucap Darel. seketika mendengar itu Tasya tertawa.
"Kalau kamu sudah menikah resmi secara negara orang-orang akan membuat gelar kamu seperti itu." ucap Darel.
Setelah selesai membuat Susu dia langsung tidur di samping Raya. Sementara Tasya memegangi botol susu Stevan.
Darel memerhatikan Tasya.
"Kenapa kakak melihat ku seperti itu? Apa ada sesuatu yang aneh di wajah ku?" ucap Tasya.
Darel pura-pura mau mengambil sesuatu dari wajah Tasya namun ternyata dia hanya ingin mencubit pipi Tasya.
"Aaa.. kakak jangan bercanda deh." ucap Tasya kesal menatap Darel yang senyum.
Darel mencubit pipi Raya yang sudah tidur sambil memeluk nya.
"Ternyata pipi kamu sama pipi Raya gak ada beda nya sama-sama lembut dan menggemaskan." ucap Darel.
Tasya memegang pipi nya.
"Kamu sebenarnya Kefikiran gak sih menikah resmi?" tanya Darel.
Tasya menatap suaminya.
"Siapa sih yang ingin seperti ini terus menerus, aku juga Bosan harus menyembunyikan hubungan seperti ini." ucap Tasya.
"Bagaimana kalau kita mengumumkan saja pernikahan kita." ucap Darel.
"Bukan nya kamu bilang sebelumnya kalau di pihak Kakak banyak yang kurang setuju kalau kakak cepat menikah." ucap Tasya.
"Iyah betul tapi kakak tidak kuat harus seperti ini terus."
"Huff kakak hanya memikirkan enak nya saja ternyata." ucap Tasya sudah bisa membaca dari ekspresi suami nya.
"Bukan seperti itu. Kakak juga capek menjalani hubungan seperti ini," ucap Darel. Tasya menghela nafas panjang dia mengelus rambut Darel.
"Seandainya aku bukan lah adik ipar kakak sebelum nya ini tidak akan sulit." ucap Tasya.
Darel memejamkan mata nya sambil menghela nafas panjang.
Tidak semua keluarga besar Darel tau pernikahan mereka bahkan banyak juga yang bilang jangan menikah dulu sebelum Raya dan Stevan lebih dewasa.
Hanya Orang tua dari pihak-pihak masing-masing dan juga hanya orang terdekat saja.
Bahkan Orang-orang luar mendukung Darel untuk fokus pada Anak-anak nya dulu pengusaha-pengusaha besar yang bekerja sama dengan Darel juga mendukung Darel untuk singgel dulu.
Mereka berdua sudah tau kalau mereka mengumumkan Pernikahan secepatnya hanya akan membuat keluarga mereka mendapatkan hinaan dan juga kata-kata yang tidak enak.
Apalagi Darel bukan menikah dengan orang lain melainkan menikah dengan Adik iparnya sendiri.
__ADS_1
Gak tau apa lagi yang akan di katakan oleh orang lain karena sekarang perusahaan Darel lagi naik-naik nya.
Keesokan harinya Tasya di bangun kan oleh suami nya.
"Tasya! Tasya!" panggil Darel dengan lembut menepuk-nepuk pipi istri nya.
"Humm kenapa?" tanya Tasya dengan suara serak.
"Ayo sholat shubuh dulu yok." ajak Darel.
"Aku sedang halangan Kak, aku sedang tidak sholat."
"Oh iya aku lupa, ya Allah. Maaf yah aku sudah gangguin kamu."
Tasya menghela nafas panjang. Dia bangun karena dia juga harus bangun pagi untuk masak.
"Kamu tidur saja ini masih shubuh sekali."
Tasya menggeleng kan kepala nya.
"Udah tidur aja yah sayang, gak usah masak sarapan dulu kan ada Bibik." ucap Darel membantu Tasya baring.
"Tidur lagi temanin Stevan dia tidak akan nyenyak kalau kamu tidak di samping nya."
Tasya memeluk leher Darel.
"Humm.."
Darel mencium pipi istri nya setelah itu dia pun ber whudhu untuk melaksanakan sholat.
Tidak terasa sudah jam Delapan pagi Tasya dan Darel turun bersama.
"Mbak sudah rapi saja," ucap Riski.
"Emang kamu gak ikut mbak hari ini ke kampus?" tanya Tasya. Riski Menggeleng kan kepala nya.
"Aku ada janji sama kak Darel membawa anak-anak hari ini jalan-jalan sama Bibik."
"Loh kak Darel kok gak ngomong sih,"
"Mungkin kak Darel ingin berduaan sama mbak hari ini."
Tasya menoleh ke arah meja makan.
"Kamu berikan apa sama kak Darel sehingga dia percaya sama kamu bisa bawa anak-anak?"
"Gak ada."
"mbak saja tidak berani membawa mereka keluar karena masih trauma dengan kejadian lima bulan lalu."
"Mungkin di saat itu kak Darel masih sangat syok dan sedih banyak fikiran juga, itu sebab nya dia marah-marah."
"Tasya! Riski ayo sarapan sudah siap nih." ajak Darel. Mereka pun berjalan ke meja makan bersama.
"Kakak yakin biarin anak-anak di bawa sama Riski?"
__ADS_1
"Kenapa? Kan sama Bibik dan pengasuh juga."
Tasya diam.
"Kenapa Kakak gak bilang dulu sama ku kalau anak-anak mau jalan-jalan? Kan Aku bisa cuti karena hari ini juga jadwal ku hanya beberapa Jam Saja." ucap Tasya.
"Bagus Dong kalau begitu, kakak bisa punya waktu lebih sama kamu hari ini."
"Anak-anak biar saja dengan paman nya, tidak ada yang perlu di khawatir kan kamu tenang saja."
"Ya udah deh bukan masalah itu nya, aku takut anak-anak berfikir setelah aku kerja aku tidak menyisihkan waktu untuk bersama."
"Raya sama Stevan pasti paham kok." ucap Darel mengelus kepala Tasya.
"Ekhem-Ekhem!!" Riski berdehem.
"Ingat yah aku masih di sini, jangan coba-coba bersifat romantis di depan ku." ucap Riski.
Darel tersenyum sementara Tasya menatap kesal.
Setelah selesai sarapan anak-anak baru saja selesai mandi.
"Selamat ulang tahun Mamah." ucap Raya berlari membawa Kotak pada Tasya.
"Terimakasih banyak Cantik." ucap Tasya mencium raya dan juga Stevan.
"Ini untuk Mamah." ucap Raya.
"Apa ini? Boleh Mamah membuka nya?"
"Buka saja mah."
Tasya Membuka nya ternyata itu adalah baju yang di bagian depan ada foto Raya dan Stevan.
Tasya tersenyum dia memeluk kedua anaknya.
"Terimakasih Sayang, nanti Mamah pakai setelah pulang kerja yah." ucap Tasya.
"Oke Mamah." ucap Raya.
Tasya menoleh ke arah Darel dan juga Riski.
"Mana kado dari kalian? anak kecil saja tau mereka memberikan kado pada orang yang di sayang." ucap Tasya.
"Emmm seperti nya aku bingung harus membeli apa, jadi kado nya nyusul aja yah." ucap Riski. mereka tertawa mendengar itu.
Kakak² semua nya mampir yok ke cerita baru ku yang berjudul Kisah Gadis Piatu.
Di tunggu yah kedatangan nya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***