
"Iyah Riski. Kakak mengaku kakak salah." ucap Darel. Riski memberikan Radit pada Bu Mita. Riski mendekati Darel, namun Tasya menahan Adik nya.
"Apakah kakak Masih memiliki akal sehat? setelah perbuatan kakak pada mbak Tasya kakak berbicara seperti itu?" ucap Riski.
"Kakak minta maaf, kamu sudah sepantasnya marah pada Kakak." ucap Darel. "Tidak cukup dengan kata maaf Kak. Kakak terlalu banyak menyakiti hati mbak Tasya. Tapi dengan gampang nya kakak meminta maaf dan juga berbaikan dengan mbak Tasya? Aku rasa ini sangat lucu sekali." ucap Riski.
"Sudah Riski, sudah dek. Kamu baru saja pulang, kak Darel juga baru pulang, nanti kalau ayah melihat ini dia pasti marah sama kamu." ucap Tasya.
Riski di Jauh kan dari Darel.
"Kakak akan memperbaiki semua nya, kakak juga janji Akan menjaga Tasya dan semua Keponakan Kamu." ucap Darel.
"Dari dulu kakak berjanji seperti itu, sampai kak Amel pergi aku percaya dengan kata-kata itu." ucap Riski.
"Lebih baik kamu bawa Darel ke kamar nak." ucap Bu Mita.. Tasya membawa Darel ke kamar.
Darel duduk di pinggir kasur, dia menunduk kan kepala nya.
"Sudah kak tidak perlu di ambil hati, Riski mungkin sedang dalam keadaan emosi." ucap Tasya.
"Yang dia bilang benar. Ini semua adalah salah kakak, kakak sebagai Pria tidak bertanggung jawab." ucap Darel.
Tasya duduk di samping Darel.
"Lebih baik kakak mandi menenangkan diri terlebih dahulu." ucap Tasya. Darel menatap wajah istri nya. Dia memegang tangan Tasya.
"Kakak mohon jangan pernah meninggalkan kakak." ucap Darel. Tasya tersenyum sambil mengangguk.
"Aku akan menjadikan kakak satu-satunya pria di dalam hidup ku. Kakak juga harus janji agar tidak meninggal kan aku lagi." ucap Tasya.
Darel mengangguk dia memeluk Tasya. Tasya diam-diam menangis namun menyembunyikan nya dari suami nya.
"Aku tidak tau apa yang akan terjadi ke depan nya mas, namun untuk saat ini, aku harus memperjuangkan rumah tangga ku karena anak-anak masih kecil." batin Tasya.
Darel pun masuk ke dalam kamar mandi.
"Bagaimana yah pertemuan Kak Darel dengan Mamah? Aku takut kalau terjadi sesuatu." ucap Tasya.
Dia keluar menemui Riski. "Sudah dek kamu harus bisa menerima semua nya, mbak Saja ikhlas menerima semua nya. Ini demi Radit dan juga raya. Stevan." ucap Tasya.
__ADS_1
"mbak bisa membesarkan mereka sendiri, tidak perlu mengharapkan kak Darel." ucap Riski.
"Kamu belum mengerti bagaimana di posisi mbak, Ini semua tidak lah mudah." ucap Tasya.
Riski menghela nafas panjang.
"Mbak Akan terluka lagi oleh keluarga Kak Darel." ucap Riski. Tasya terdiam. "Kamu mendoakan yang terbaik saja untuk mbak kamu Riski, kalau kita berdoa meminta pada Tuhan dia pasti memberikan yang baik-baik saja." ucap Bu Mita.
Riski diam. Seperti nya dia Belum bisa menerima. Tidak beberapa lama pak Ahmad akhirnya pulang juga.
"Anak Ayah apa kabar?" tanya pak Ahmad memeluk Riski dengan sangat erat. "Alhamdulillah Ayah. Aku minta maaf sudah membuat Ayah kerepotan mengurus surat pindah ku." ucap Riski.
"Itu adalah hal biasa, kenapa harus meminta maaf seperti itu." ucap pak Ahmad sambil tersenyum.
"Darel sudah pulang belum nak?" tanya pak Ahmad pada Tasya.
"Ayah kenapa sih membiarkan kak Darel kembali lagi pada mbak Tasya?" tanya Riski.
"Ayah tidak bisa mengatur rumah tangga anak-anak Ayah, kalau menurut ayah lebih baik Darel kembali pada mbak Tasya." ucap pak Ahmad.
"Ayah kenapa seperti ini sih? Kenapa ayah tidak tegas kepada nya?" tanya Riski.
"Ayah tau kamu masih marah pada kak Darel, kecewa pada dia, namun ini tidak sepenuhnya salah dia, seandainya saja kamu di posisi dia kamu pasti melakukan hal-hal yang sama." ucap pak Ahmad.
Riski diam. "Dia melakukan itu karena dia sayang kepada orang tua nya, namun di sisi lain dia sangat mencintai istri nya. Sekarang kita harus mendukung Darel agar dia tidak merasa sendiri dan kebingungan." ucap Pak Ahmad.
Riski diam.
"Ya udah jangan membahas ini lagi. Kamu tidak boleh terlalu membenci Darel yah nak." ucap pak Ahmad.
Riski menatap mbak nya.
"Aku tidak ingin melihat mbak Tasya sedih lagi." ucap Riski. Tasya memeluk adik nya.
"Mbak tidak Akan sedih lagi, kamu harus percaya." ucap Tasya.
Di Malam hari nya mereka makan malam bersama. Darel hanya diam saja. Meja Makan sangat sunyi hanya suara sendok yang bersentuhan dengan piring memenuhi ruangan makan itu.
Darel dan Riski hanya diam saja.
__ADS_1
"Kak." panggil Tasya menyusul suami nya yang membawa Radit ke kamar Raya dan Stevan bermain.
"Iya Kenapa?" tanya Darel.
"Aku tidak ingin kamu marah pada Adik ku, Maaf kan dia kalau sifat nya membuat kamu sakit hati." ucap Tasya.
"Kakak tidak Marah pada nya, dia seperti itu karena sayang sama kamu." ucap Darel.
"Oh iya dia akan tinggal selama nya di sini, karena dia akan pindah melanjutkan kuliah nya di tempat aku bekerja." ucap Tasya.
"Loh kenapa begitu?" tanya Darel.
"Mungkin semenjak meninggal nya ibu dia tidak bisa fokus belajar dan merasa takut." ucap Tasya.
Darel terdiam.
"Kalau kakak tidak nyaman tinggal di sini, kita bisa pindah saja." ucap Tasya. Darel menggeleng kan kepala nya.
"Bukan seperti itu, hanya saja apa Riski akan tidak suka pada kakak selamanya?" tanya Darel.
"Tidak mungkin kak, hanya butuh waktu saja." ucap Tasya. Darel terdiam. "Oh iya kak, bagaimana dengan pembicaraan kakak dengan Mamah tadi?" tanya Tasya.
"Sangat kacau Tasya, Mamah tidak menerima nya, namun kakak bilang agar mamah mencari tahu seperti apa Tania terlebih dahulu." ucap Darel.
"Dan ketika sifat buruk Tania tidak di dapat kan oleh Mamah bagaimana kak?" tanya Tasya.
"Kamu jangan khawatir, karena kakak memiliki bukti nya. Tania dan keluarga nya tidak bisa mengelak lagi perbuatan mereka." ucap Darel.
"Apa kakak sudah lama tau kalau Tania memiliki pria lain?" tanya Tasya, karena Darel sebelum nya sudah bercerita juga sama Tasya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Jika ada saran tulis di kolom komentar ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***