
"Bagi Raya Mamah jahat yah?" tanya Tasya. Darel mendengar dari pintu yang tidak di tutup.
"Mamah baik kok. Kenapa Mamah ngomong gitu?" tanya Raya langsung memeluk Mamah nya.
Dan Stevan pun ikutan mereka bertiga pelukan.
"Kalau nanti Mamah gak di sini lagi raya sama Stevan gak boleh nakal yah." ucap Tasya.
"Mamah mau ikut kegiatan kampus lagi? Raya sama Stevan janji gak akan nakal kok mah, Tapi Mamah cepat pulang yah." ucap Raya.
Tasya langsung mengangguk sambil tersenyum dia tidak boleh menangis.
Keesokan hari nya Tasya bangun sebelum keluar dia melaksanakan sholat shubuh dan setelah itu dia ke dapur untuk masak.
"Humm kok Wangi banget yah. Apa bibik jam segini sudah bangun? Tumben banget." ucap Tasya.
Dia mendengar suara barang-barang di dapur saling bersentuhan. Dia langsung ke dapur.
Dia melihat Darel yang ternyata sedang di dapur entah memasak apa namun sangat wangi.
Tasya mendekati nya. Darel sadar Tasya datang.
"Eh kamu sudah bangun?"
"Ini masih sangat pagi! Kenapa kakak bangun cepat?" tanya Tasya melihat melihat sendok yang di tangan Darel.
"Humm kebetulan kakak hari ini harus berangkat pagi sekali, kakak juga sudah lama tidak sarapan di rumah. Kamu juga tidak perlu masak untuk anak-anak kakak sudah memasak nya." ucap Darel sambil menunjuk ke atas Meja.
Tasya melihat nya.
"Kamu duduk saja! Sebentar lagi nasi goreng nya selesai." ucap Darel menarik kursi untuk Tasya. Tasya yang sangat heran hanya mengikuti kata-kata Darel.
Dia melihat Darel yang sangat cekatan menggoreng nasi yang sangat Wangi sehingga membuat Tasya lapar.
"Silahkan di Makan!" ucap Darel memberikan nya pada Tasya. Tasya menatap nasi goreng itu sangat lama.
"Kamu kenapa? Kamu gak suka yah?" tanya Darel.
"Humm enggak kok." ucap Tasya langsung menarik piring ke Depan nya.
"Oohhh ya udah kalau begitu kamu makan saja, kakak mau ke atas." ucap Darel.
"Kenapa kakak tidak ikut makan?" tanya Tasya langsung menahan langkah Darel yang mau pergi.
Darel menatap Tasya.
"Humm.. Nanti nasi nya dingin jadi tidak enak." ucap Tasya.
Darel tersenyum dia pun duduk tepat di depan Tasya.
__ADS_1
"Kakak minta maaf soal kemarin yah kakak sudah tau dari Bibik." ucap Darel. Tasya hanya diam saja.
Darel melihat Tasya diam dia pun bingung harus ngomong apa lagi.
"Hari ini kamu kerja?" tanya Darel. Tasya mengangguk.
"Nih buat kamu!" ucap Darel sambil meletakkan uang di atas meja Dekat pada tangan Tasya.
Tasya melirik nya.
"Aku dapat sedikit uang tunjangan dari Kampus, aku sekarang mempunyai uang kak." ucap Tasya menolak uang itu.
"Tunjangan? Tunjangan apa?" tanya Darel.
"Humm... Itu..." Tasya langsung gugup.
"Udah ambil saja! Kamu tidak perlu gengsi atau mengutamakan ego kamu seperti itu! Minyak mobil kamu saja sudah habis!" ucap Darel.
Tasya menghela nafas dia menunduk kan kepala nya.
"Aku sudah banyak memakai uang kakak, aku tidak enak." ucap Tasya.
Darel tersenyum.
"Uang suami adalah uang istri!" ucap Darel berhasil membuat Tasya menatap mata Darel.
"Bukan kah itu benar? Kamu pasti mendengar itu." ucap Darel.
"Tapi karena kamu menghabiskan uang nya untuk belanja?" tanya Darel. Tasya terdiam dia menoleh ke arah sudut rumah itu. Barang-barang belanjaan online nya Masih di sana. Dia tidak sempat untuk membuka nya.
Tasya terdiam.
"Kakak tidak pernah marah untuk apa kamu buat uang kamu tapi utama kan dulu kebutuhan kamu. Dan jika barang itu tidak perlu jangan di beli." ucap Darel.
Tasya hanya diam saja.
"Ambil saja uang itu! Besok kalau kurang lagi kamu bisa ambil di dompet kakak!" ucap Darel.
Tasya mengambil nya uang yang bernilai Lima ratus ribu.
"Aku janji Akan mengganti nya besok." ucap Tasya.
Darel tersenyum.
"Itu untuk kamu, tidak perlu di pulangkan." ucap Darel.
Tasya memasuk kan uang itu ke saku nya.
"Tasya.." panggil Darel dengan lembut. Tasya mengangkat pandangan nya. namun segera di alihkan nya karena tidak Kuat dengan tatapan Darel.
__ADS_1
"Kalau kamu masih marah, benci sama kakak. Kakak memaklumi itu. Tapi kalau kamu tidak bisa menganggap kakak sebagai Suami kamu, kamu bisa menganggap kakak sebagai Kakak kamu sendiri seperti kamu menganggap Amel." ucap Darel benar-benar sangat lembut.
Tasya mulai berani menatap wajah Darel.
"Kakak juga akan berusaha untuk kembali seperti biasa, kakak tidak akan menggangu kamu, tapi kakak mohon sebelum kakak benar-benar belum bisa melupakan perasaan ini jangan pernah dekat dengan pria lain." ucap Darel.
"Apa yang di maksud oleh kak Darel? Apa dia benar-benar belum bisa move on dari perasaan nya pada ku? Tapi bagaimana dengan mbak Sinta." batin Tasya.
"Kamu paham kan?" tanya Darel.
Tasya mengangguk. Darel tersenyum.
"Ya udah kalau begitu kamu mandi dan siap-siap!" ucap Darel langsung meninggalkan Tasya membawa piring kotor ke dapur.
Tasya memegang Dadanya, jantung nya berdetak dengan cepat.
"Ada apa ini? kenapa jantungku berdetak dengan cepat saat kak Darel menatap ku seperti itu." batin Tasya.
Dia pun masuk ke kamar nya.
Di pagi hari tepat jam delapan. Tasya sudah siap mau berangkat ke fakultas nya tempat mengajar. Namun saat menghidupkan mobil nya tidak mau hidup.
"Loh kenapa yah?" ucap Tasya dia keluar dari mobil membuka penutup mesin bagian depan.
"Ya ampun aku gak paham lagi masalah ini." ucap nya Kesal.
"Kenapa?" tanya Darel. Tasya kaget tiba-tiba Darel berdiri di samping nya.
Tasya menunjuk mobil nya.
"Tidak mau hidup?" tanya Darel. Tasya mengangguk seketika Darel tertawa kecil.
"Kamu bahkan tidak pernah menyervis mobil mu , itu sebab nya dia mogok." ucap Darel sambil memegang mesin karena dia paham juga namun tiba-tiba di tahan oleh Tasya.
"Aku mengantar kan nya ke bengkel saja kak, kalau kakak memegang itu pakaian kakak akan kotor lagi." ucap Tasya karena mesin mobil nya sangat lah kotor.
"Humm kamu benar juga. Kamu dengan kakak saja berangkat nya, mobil kamu biar supir yang mengurus nya." ucap Darel.
"Aku bisa naik Taksi online kok kak." ucap Tasya.
"Ingat kata-kata kakak tadi pagi?" tanya Darel langsung.
,
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***